Prinsip Dasar Seni Fotografi

Untuk menjadi seorang fotografer handal, ada proses panjang yang harus dijalani. Jadi sebaiknya mulailah pelajari seni fotografi secara lebih detail. Cara yang sering dilakukan oleh kebanyakan fotografer yaitu dengan memahami prinsip dasar seni fotografi terlebih dahulu. Apa saja contohnya? Berikut penjelasan lengkap mengenai hal tersebut.

Prinsip Dasar Seni Fotografi

1.     Keseimbangan

Dalam seni fotografi, keseimbangan adalah aspek penting yang harus selalu diterapkan dalam sebuah foto. Dengan kata lain, keseimbangan adalah cara yang dilakukan untuk menyatukan berbagai obyek gambar menjadi sebuah produk foto yang menarik dan layak dinikmati oleh masyarakat luas.

Jangan sampai foto yang Anda hasilkan justru tidak punya arti sama sekali hanya karena obyeknya saling bertabrakan. Masalah seperti ini sering muncul akibat dari ego tinggi, yaitu nekat memotret beberapa obyek sekaligus padahal sama sekali belum memiliki pengetahuan tentang prinsip dasar keseimbangan.

Sebuah foto dengan tingkat keseimbangan yang baik dan terukur dicirikan melalui porsi yang sesuai untuk masing-masing obyek sehingga membuatnya nyaman dipandang. Poin krusialnya adalah kreativitas dan keberanian seorang fotografer meng-combine obyek agar bisa mendapatkan keseimbangan yang pas.

2.     Kontras

Sebenarnya, sebuah obyek foto hanya terdiri dari 2 unsur utama yaitu warna dan garis. Dari perpaduan kedua unsur inilah kemudian dihasilkan foto yang presisi dan eye catching. Maka dari itu, kemampuan mengatur dan mengkombinasikan warna adalah hal wajib yang harus Anda kuasai dalam seni fotografi.

Prinsip dasar mengatur elemen warna dikenal dengan istilah kontras. Dalam sebuah foto, kontras memegang perana penting dan berhubungan erat dengan ketajaman gambar. Kontras dibagi menjadi 2 jenis, meliputi warna terang dan gelap.

Namun sering juga disebut kontras kasar dan lembut. Jadi, kontras bisa diartikan juga sebagai persilangan warna gelap dan terang. Dan sebuah foto yang memiliki kontras bagus akan terlihat jelas perbedaan warnanya serta nampak tajam dan tegas.

3.     Pola

Pola juga termasuk prinsip dasar dalam seni fotografi yang artinya adalah pengulangan unsur-unsur dalam sebuah foto. Dengan pengaturan pola yang tepat, nantinya bisa memunculkan interpretasi dan sudut pandang luas bagi siapapun yang melihatnya.

Yang pasti, pola foto sangat dipengaruhi oleh sisi kreatif dan kemampuan Anda mengeksplorasi sebuah obyek. Pola obyek foto yang tidak monoton dan sesuai porsinya bisa memicu reaksi emosional ketika dilihat orang lain. Tetapi ingat, Anda harus bisa memberikan sentuhan yang tepat.

Jika sampai asal-asalan mengatur pola foto dimana justru bisa jadi senjata makan tuan. Kemampuan ini tentunya tidak hadir begitu saja dan hanya bisa didapatkan dengan latihan rutin.

4.     Harmoni

Harmoni adalah prinsip dasar bagaimana seorang fotografer bisa mengaitkan berbagai obyek foto dengan tingkat kemiripan tinggi. Perpaduan harmoni yang pas akan menampilkan foto dalam kesatuan entitas yang nyaman dipandang. Jadi ketika mengambil beberapa obyek sekaligus, selalu perhatikan prinsip keharmonisannya.

Masing-masing obyek harus punya makna, jangan sampai hanya satu saja yang menonjol sedangkan obyek lainnya kalah saing.  Jadi bisa disimpulkan harmoni adalah salah satu aspek seni fotografi yang pengaruhnya sangat besar terhadap hasil akhir foto. Itu tadi 4 prinsip dasar seni fotografi yang harus dipahami sebelum Anda mulai memotret. Jika sudah mengerti, segera saja praktekkan dan lihat bagaimana komposisi foto yang Anda hasilkan apakah sudah sesuai harapan atau belum.

10 Langkah Menjadi Fotografer Profesional Free

10 Langkah Menjadi Fotografer Profesional Free – Mengerjakan suatu aktivitas yang juga menjadi hobi tentunya menjadi hal yang menyenangkan. Apalagi jika hobi tersebut adalah pekerjaan sehari-hari. Istilahnya adalah berkerja sambil bermain. Passion Anda bisa tersalurkan dengan baik sehingga pekerjaan pun menjadi lebih antusias dan maksimal.

Saat ini, ada banyak hobi yang ternyata bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah jika ditekuni secara serius. Salah satunya adalah dunia fotografi dan Langkah Menjadi Fotografer. Dengan perkembangan teknologi yang membuat semua aspek berubah serba digital, maka ada peluang besar dibalik bidang fotografi dan jangan hanya melewatkan kesempatan ini begitu saja.

Tapi seperti dalam pekerjaan lain, Anda dituntut untuk menguasai keahlian dan skill dasar fotografi jika tertarik menjadikannya sebagai mata pencaharian. Semakin indah dan estetik foto yang dihasilkan, tentunya juga akan meningkatkan nilai jual Anda sehingga kemudian berpeluang mendapatkan request project dari banyak klien.

Di sinilah letak keunggulan menjadi seorang fotografer. Untuk mencapai level profesional, sebenarnya Anda tidak perlu mengikuti kursus atau pendidikan tertentu. Cukup dengan belajar Langkah Menjadi Fotografer sendiri, kesempatan tersebut tetap terbuka lebar dan bisa dilakukan oleh siapapun tanpa terkecuali.

Namun pastinya ada proses yang harus dilalui dengan serius karena tidak ada hal baik yang bisa didapatkan dengan instan. Tidak mungkin kalian yang baru pertama kali memegang kamera langsung bisa menghasilkan kualitas jepretan yang layak dijual. Untuk itu, wajib hukumnya memahami Langkah Menjadi Fotografer agar ke depannya bisa cepat meraih impian menjadi seorang fotografer handal.

Lalu bagaimana langkah menjadi fotografer profesional tersebut? Supaya tidak semakin penasaran, langsung saja ikuti pembahasan 10 langkahnya di bawah ini. Check this out!

1.    Menyiapkan Modal Kamera

Untuk menjadi seorang gitaris, Anda membutuhkan sebuah gitar yang digunakan saat perform. Bahkan untuk menjadi ojek online juga dibutuhkan sepeda motor agar bisa mengantarkan penumpang sampai tujuan dengan selamat. Hal seperti ini juga berlaku dalam Langkah Menjadi Fotografer.

Untuk mencapai level fotografer profesional, tentunya ada modal yang harus dikeluarkan di awal. Modal tersebut digunakan untuk mendapatkan kamera sesuai spesifikasi yang diinginkan. Namun ternyata banyak orang salah persepsi tentang barang yang satu ini.

Langkah Menjadi Fotografer
Kamera

Mereka yang sama sekali belum pernah belajar Langkah Menjadi Fotografer sering menganggap kamera adalah barang mewah dan harganya mahal. Anggapan ini memang tidak sepenuhnya salah karena memang banyak kamera dengan harga hingga mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Tetapi ternyata ada banyak kamera dengan harga yang cukup terjangkau namun kualitasnya tetap mumpuni. Kamera low end tersebut umumnya berjenis DSLR. Kamera DSLR ini sangat cocok digunakan oleh para pemula karena pengoperasiannya cukup mudah dan fiturnya lengkap.

Atau bisa juga memilih jenis kamera mirrorless karena harganya cukup bersahabat. Yang pasti, Anda harus menyesuaikan dengan target customer dan jenis fotografi yang ingin ditekuni. Kalau ingin fokus ke fotografi portrait saja, maka seharusnyya  kamera DSLR sudah cukup mumpuni.

Tetapi kalau langsung ingin terjun ke fotografi yang lebih spesifik, misalnya makro, landscape, atau wild life, maka spesifikasi lensa dan kameranya juga harus disesuaikan. Saran kami, sebaiknya langsung pilih kamera dengan fitur lengkap dan canggih walaupun harganya sedikit lebih mahal.

Hal ini cukup penting agar dikemudian hari tidak perlu lagi berganti-ganti unit kamera dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Jika sudah profesional, Anda tinggal menyesuaikan jenis lensanya saja sesuai obyek yang dipotret tanpa harus mengutak-atik body kamera.

2.    Memahami Fungsi dan Cara Pakai Kamera

Kalau sudah membeli unit kamera, maka artinya Anda sudah punya senjata utama yang bisa langsung dioperasikan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah Langkah Menjadi Fotografer, meliputi pemahaman tentang cara pakai dan fungsi tiap-tiap komponen kamera.

Di dalam box kamera, sudah ada manual book yang sebaiknya dipahami terlebih dahulu. Cobalah untuk mempelajari semua fitur yang ada. Semakin baik jika ternyata ada teman yang sudah lebih mahir mengoperasikan kamera sehingga bisa dimintai bantuan untuk menjelaskan cara pakainya agar lebih cepat paham.

Penting untuk diingat bahwa masing-masing merk dan jenis kamera punya karakteristik yang berbeda. Sebagai contoh kamera DSLR, mirrorless, dan lomo tentunya beda dari segi pengoperasian. Kemudian kalau Anda sudah cukup paham dengan fungsi fitur dari kamera pribadi, tidak ada salahnya mencoba jenis kamera lain.

Cara ini efektif meningkatkan pengetahuan tentang seluk beluk kamera secara detail. Anda juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang membuat fitur kamera semakin canggih agar bisa menggunakannya dengan tepat dan tidak kalah saing dengan fotografer lain.

3.    Rutin Memotret

Ketika merasa sudah mahir dan paham dengan fungsi masing-masing fitur yang ada di kamera dan Langkah Menjadi Fotografer, maka langsung saja coba digunakan untuk memotret sebuah obyek, baik itu indoor ataupun outdoor. Kalau memang baru pertama kali mencoba, Anda bisa memotret dengan teknik portrait terlebih dahulu.

Bagi yang belum tahu, portrait artinya memotret obyek secara sejajar. Yang biasa digunakan sebagai obyek adalah manusia. Di sini Anda bisa belajar banyak bagaimana cara menentukan fokus lensa agar hasil gambarnya tidak blur. Silahkan ambil gambar sebanyak mungkin sembari tetap amati bagaimana kualitas foto yang dihasilkan.

Anda juga harus bisa memegang kamera dengan benar agar tidak dicap orang sebagai fotografer amatir dengan Langkah Menjadi Fotografer. Hal ini juga penting untuk mengurangi efek goyang ketika memotret yang menyebabkan kualitas gambar tidak maksimal. Jadi carilah posisi pegangan yang paling nyaman dan fleksibel.

Setelah memotret beberapa kali, bandingkan hasilnya dengan pengaturan yang berbeda. Cobalah untuk mengganti settingan dasar seperti ISO, aperture, shutter speed, white balance, fokus lensa, dan lain sebagainya. Dengan begini, Anda menjadi semakin paham fungsi dari fitur tersebut dan tahu letak perbedaannya.

Misalnya saja ketika memotret di lingkungan yang pencahayaanya kurang, atur ISO dan aperture agar obyek tetap jelas. Atau jika mengambil gambar di luar ruangan, atur juga bukaan lensa agar rona dan warnanya tidak berlebih. Anda hanya tinggal rutin belajar fotografi dengan cara berlatih memotret agar insting bisa semakin terasah.

4.    Mengenal Jenis Lensa Lebih Jauh

Untuk sebuah kamera baru, jenis lensa yang biasanya sudah include di dalamnya adalah lensa rentang panjang denga ukuran 18-135 mm. Lensa tersebut bisa digunakan untuk memotret obyek dengan jarak yang jauh karena sudah dilengkapi dengan fitur zoom.

Jadi jangan hanya mempelajari fitur yang ada di body kamera saja, tetapi cobalah untuk berksperimen dengan lensa tersebut. Saran kami, jangan terpaku dengan fitur autofocus saja tetapi berlatihlah untuk mengatur fokus lensa secara manual.

Tujuannya adalah agar Anda terbiasa untuk memainkan cincin fokus yang ada di lensa. Bahkan beberapa fotografer menyebut fokus manual bisa menghasilkan foto yang lebih otentik karena Anda sendirilah yang akan mengatur obyek mana yang ingin ditonjolkan.

Fokus gambar adalah aspek krusial ketika belajar fotografi, jadi wajib hukumnya untuk dikuasai. Jangan sampai ketika mengerjakan project dari klien justru hasilnya blur dan fokusnya tidak jelas. Hal semacam ini merupakan mimpi buruk untuk para fotografer karena bisa menurunkan kredibilitasnya di mata klien.

Atau jika ingin semakin mahir, tidak ada salahnya mencoba belajar menggunakan lensa fix. Jenis lensa yang satu ini tidak bisa di zoom sehingga jaraknya konstan.  Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan ketika seorang fotografer memotret menggunakan sebuah lensa fix.

Pertama adalah lebih aktif untuk bergerak karena untuk mendapatkan detail yang jelas, Anda sendirilah yang harus mendekati obyek. Kemudian juga menjadi terbiasa untuk memotret dalam berbagai angle dan semakin peka mengenai ketepatan, fokus, dan posisi obyek dan juga memahami Langkah Menjadi Fotografer.

5.    Memaksimalkan Obyek dan Komposisi Foto

Yang menjadi faktor pembeda antara fotografer amatir dan profesional salah satunya adalah kemampuan untuk memaksimalkan obyek dan komposisi foto juga Langkah Menjadi Fotografer. Artinya dari sebuah obyek yang sama seorang fotografer profesional bisa memunculkan sisi lain dan kesan tersendiri.

Kemampuan seperti ini tentunya tidak hadir begitu saja. Anda hanya bisa mendapatkannya dengan belajar fotografi secara rutin dan teratur. Meskipun menggunakan kamera dengan harga ratusan juta rupiah, kalau masih belum bisa memaksimalkan obyek foto tentu hasilnya jauh dari kata maksimal.

Elemen garis dan warna adalah aspek penting dalam fotografi. Sebisa mungkin Anda harus mampu mengkombinasikan rona warna agar pesan dalam foto tersampaikan. Serta bagaimana cara untuk memotret obyek yang jika dilihat langsung nampak biasa saja namun bisa terlihat menarik dalam foto.

Faktor penentunya adalah insting dan kreativitas. Hal ini jugalah yang menentukan nilai jual Anda. Jadi usahakan untuk selalu membawa kamera setiap Anda bepergian. Siapa tahu dalam perjalanan terdapat obyek menarik yang bisa diabadikan sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana melatih kemampuan memaksimalkan insting fotografi.

6.    Menemukan Ciri Khas

Umumnya, masing-masing fotografer punya nilai plus tersendiri untuk kemudian dijadikan alat promosi dan Langkah Menjadi Fotografer yang berbeda. Nilai plus tersebut erat kaitannya dengan ciri khas. Maka dari itu, sebisa mungkin Anda dituntut untuk bisa menampilkan foto yang unik dan beda dari kebanyakan fotografer lain agar bisa dicap profesional.

Hal tersebut pada akhirnya ditentukan oleh passion. Ciri khas foto juga bisa dijadikan jalur karir. Misalkan Anda adalah orang yang suka travelling, maka fotografi landscape bisa dijadikan ciri khas. Atau kalau Anda tertarik di bidang kuliner, food photography seharusnya cocok digunakan sebagai pilihan karir.

Yang pasti, kemampuan menampilkan sisi lain dari sebuah obyek adalah kemampuan mahal dan tidak dimiliki oleh sembarangan fotografer. Jadi teruslah belatih dan jangan berhenti memotret sampai Anda menemukan passion dalam fotografi juga Langkah Menjadi Fotografer untuk kemudian bisa dijadikan ciri khas.

7.    Berani Mencoba Hal-Hal Baru

Dalam berbagai bidang pekerjaan, zona nyaman adalah hal yang berbahaya. Jika sampai terjebak, bisa-bisa kemampuan Anda akan stagnan dan tidak berkembang sama sekali. Maka dari itu, jangan takut untuk mencoba hal-hal baru yang sekiranya punya efek positif.

Analogi tersebut juga berlaku ketika sedang belajar fotografi. Jika sudah mahir dalam satu teknik dasar fotografi dan menemukan Langkah Menjadi Fotografer, jangan lantas berhenti dan cobalah untuk belajar teknik lain. Cara seperti ini efektif untuk mengasah ketrampilan dan juga memperluas kesempatan mendapatkan project dari banyak klien.

Intinya, jangan cepat puas. Misalkan sudah ahli memotret obyek diam, jangan ragu mencoba bermain dengan obyek bergerak. Nantinya Anda akan belajar banyak teknik baru yang sebelumnya tidak diketahui.

Atau bisa juga berlatih dengan metode sering mengubah angle foto ketika mengambil gambar agar tidak dicap sebagai fotografer yang monoton dan membosankan. mencoba hal baru merupakan Langkah Menjadi Fotografer yang paling penting.

8.    Membeli Peralatan Pendukung

Ketika merasa kemampuan dasar fotografi yang dimiliki sudah cukup mumpuni dan sudah menguasai Langkah Menjadi Fotografer, Anda bisa melebarkan sayap dengan cara membeli peralatan pendukung. Contohnya seperti monopod, tripod, light stand, payung reflektor, background, dan alat-alat yang lainnya.

Berbagai alat tersebut sebenarnya sudah harus dimiliki saat mulai ada pesanan project dari klien, misalnya saja mengabadikan event pre wedding dan pernikahan. Banyaknya project yang dikerjakan mengindikasikan bahwa orang-orang sudah menganggap Anda sebagai fotografer profesional dan layak dipilih.

Tidak perlu membelinya sekaligus, sesuaikan saja dengan modal yang dimiliki serta gunakan skala prioritas. Belilah alat yang sekiranya penting terlebih dulu misalkan tripod. Jika sudah mempunyai semua alat pendukung tersebut, maka bisa lebih dikembangkan lagi dengan menyewa tempat untuk digunakan sebagai studio foto.

9.    Belajar Software Editing

Langkah berikutnya ini tidak kalah penting untuk dipelajari dari Langkah Menjadi Fotografer agar bisa disebut fotografer profesional karena termasuk dalam dasar fotografi. Untuk mendapatkan hasil foto kualitas terbaik, haruslah melalui proses editing terlebih dahulu. Maka dari itu, belajar software editing mau tidak mau harus Anda lakukan.

Mulailah pelajari software dasar fotografi yang paling sering dipakai, misalnya Adobe Photoshop, GIMP, atau Corel Draw. Anda bisa belajar secara otodidak dengan cara mencari tutorialnya via Youtobe atau jika ingin lebih cepat dan terarah, tidak ada salahnya mengikuti kursus editing.

Kursus semacam ini sudah banyak tersedia dan biasanya yang berperan sebagai tutor adalah fotografer profesional dan berpengalaman. Dengan kemampuan mengolah foto yang baik, meskipun hasil jepretan Anda tergolong biasa saja tetapi hasil akhirnya bisa sangat memuaskan dengan sentuhan editing berkelas sesuai kebutuhan.

10.Branding dan Promosikan Diri

Sebagai Langkah Menjadi Fotografer terakhir, Anda hanya tinggal membuat branding dan promosikan hasil karya pribadi kepada orang lain. Cara paling efektif dan murah yaitu menggunakan media sosial dan website sebagai media promosi agar orang-orang bisa dengan mudah mengaksesnya.

Buatlah tampilan dan branding produk yang menarik. Pilih hasil foto terbaik untuk ditampilkan dalam platform tersebut agar kesan yang muncul adalah Anda seorang fotografer profesional. Jangan lupa untuk membuat desain situs dan media sosial yang ciamik karena first impression adalah hal penting dalam dunia marketing.

Anda juga bisa meminta bantuan teman-teman terdekat untuk membantu promosi di media sosial mereka. Cantumkan juga apa saja jenis fotografi yang Anda layani, misalnya saja event wisuda, pernikahan, atau bisa juga menyesuaikan request customer.

Poin pentingnya, jangan pernah mengecewakan customer yang sudah memberikan kepercayaan. Selalu berikan hasil foto terbaik karena bisa jadi jepretan Anda akan dikenang sepanjang hidup mereka.

Jika sudah banyak mendapatkan review positif, jangan heran kalau ke depannya jasa foto yang Anda miliki semakin berkembang dan bisa dijadikan mata pencaharian utama.

Itulah penjelasan mengenai 10 langkah menjadi fotografer profesional yang harus Anda tahu jika memang tertarik mendalaminya lebih jauh. Semakin cepat mencoba, tentu semakin baik karena dunia fotografi memiliki prospek cerah di era digital seperti sekarang.

Intinya, jangan pernah takut belajar teknik fotografi karena siapa tahu sebenarnya di bidang inilah bakat Anda miliki akan semakin berkembang. Itulah beberapa Langkah Menjadi Fotografer yang bisa Anda coba untuk menjadi seorang photografer profesional.

Semoga bermanfaat!

5 Teknik Fotografi yang Harus Dikuasai Pemula Free

5 Teknik Fotografi yang Harus Dikuasai Pemula – Dalam setiap momen yang Anda alami, dokumentasi adalah hal yang cukup penting. Misalkan saja ketika sedang travelling atau mengunjungi tempat-tempat dengan view yang indah. Apalagi berhubungan dengan acara atau event besar dan hanya terjadi sekali seumur hidup misalkan pernikahan atau wisuda.

Maka dari itu, Teknik fotografi bisa dijadikan opsi kalau Anda tertarik mempelajari hal-hal baru. Sebenarnya kemampuan mengabadikan obyek atau momen adalah sesuatu yang gampang gampang sulit untuk didalami lebih jauh. Asalkan sudah memahami teknik-teknik dasarnya, maka pengembangannya bisa dilakukan sendiri atau secara otodidak.

Teknik Fotografi

Yang sering terjadi adalah kebanyakan orang yang awalnya mengira memotret adalah kegiatan yang mudah, justru canggung dan bingung ketika disuruh untuk memegang kamera. Semakin parah kalau ternyata baru pertama kali mencoba. Untuk itu, agar setiap momen tidak terlewat begitu saja, sekaranglah saat yang tepat untuk mulai fokus belajar teknik fotografi.

Mengacu pada para ahli, fotografi bisa diartikan sebagai seni memotret gambar yang biasanya berupa pemandangan, tempat, ataupun manusia dengan media cahaya menggunakan alat yang disebut kamera. Tentu ada banyak teknik dasar ketika melakukan pemotretan agar hasil akhirnya sesuai ekspektasi dan tidak sekedar asal-asalan.

 Mengenal Berbagai Komponen Kamera

Sebelum membahas lebih jauh tentang teknik dasar teknik fotografi, Anda harus memahami dulu apa saja komponen yang ada pada sebuah kamera dan cara pengoperasiannya. Hal ini sangat penting karena hasil jepretan yang bagus ditentukan oleh seberapa handal ketika Anda memegang kamera.

Ingin tahu lebih jauh apa saja bagian-bagian utama kamera tersebut? Simak dulu penjelasannya berikut ini.

1.    Lensa

Lensa merupakan bagian terpenting dalam satu unit kamera secara keseluruhan. Fungsinya adalah sebagai tempat masuknya cahaya dan juga menghasilkan gambar. Jika dibedah, lensa masih terdiri dari banyak komponen lain yang memiliki fungsi masing-masing.

Pertama adalah diafragma. Oleh seorang fotografer, diafragma digunakan untuk mengatur fokus gambar ketika memotret. Diafragma tersebut dapat diputar dan diatur sesuai kebutuhan. Prinsip dasarnya, semakin besar Anda mengatur bukaaan diafragma lensa maka akan berbanding lurus dengan cahaya yang masuk.

Lensa

Kemudian komponen berikutnya adalah bodi lensa. Bentuknya bermacam-macam, ada yang panjang dan biasanya terdapat pada lensa digital serta ada juga yang bodinya pendek dan biasa dipakai di lensa manual. Kemudian bagian yang tidak kalah penting adalah cincin atau ring.

Cincin tersebut dibagi dalam banyak fitur, meliputi cincin fokus, cincin focal length, dan cincin diafragma. Fungsinya adalah mengatur fokus, jarak, dan nilai untuk setiap obyek yang dipotret. Jadi bisa dibilang kualitas hasil jepretan sangat dipengaruhi oleh kemampuan Anda mengatur cincin-cincin tersebut.

Lensa sendiri dijual dalam berbagai jenis. Yang paling populer diantaranya adalah lensa fix, vario, dan tilt shift. Lensa fix memiliki focal length yang tetap dan konstan, artinya tidak bisa melakukan zoom. Agar bisa memotret obyek yang jauh, maka Anda sendiri yang harus berjalan mendekatinya.

Kemudian lensa vario atau sering disebut juga dengan lensa zoom adalah lensa yang bisa diatur panjang focal-nya. Dan untuk lensa tilt shift, bentuknya lebih istimewa karena jika di lensa biasa hanya bagian ring-nya saja yang bisa diputar, di sini body lensa juga dapat diputar sehingga mengurangi efek distorsi.

2.    Body Kamera

Jika lensa berfungsi memotret gambar, maka selanjutnya body kameralah yang akan memproses dan menangkap gambar tersebut. Kompenan yang punya fungsi tersebut adalah sensor untuk jenis kamera digital. Sedangkan di kamera klasik jaman dulu, komponen yang menangkap gambar adalah sebuah roll atau klise.

Mengingat fungsinya yang cukup krusial, maka sensor kamera tidak boleh sembarang disentuh karena bisa menyebabkan hasil gambar menjadi kotor dan buram. Dalam sensor tersebut, terdapat komponen digital lainnya yang dikenal dengan istilah ISO dan fungsinya adalah menangkap cahaya.

body camera

Ada banyak jenis body kamera yang beredar di pasaran, mungkin yang paling sering kita dengar adalah DSLR, mirrorless, lomo, dan lain sebagainya. Yang menjadi faktor pembeda adalah tipe kamera, ukuran body dan jenis sensor yang ada di dalamnya. Sebagai contoh ulasan untuk body kamera yang paling populer, yaitu DSLR.

DSLR sendiri adalah singkatan dari Digital Single Lens Reflection. Cara kerja kamera ini yaitu menggunakan cermin pantul berbentuk prisma yang kemudian merefleksikan obyek foto dan bisa langsung dilihat di jendela view finder yang ada di dalam body.

Banyak orang lebih tertarik dengan body kamera DSLR karena pengoperasiannya yang cukup mudah dan hasil gambarnya juga memuaskan. Selain itu, mereka juga terlihat lebih profesional ketika menggunakannya di depan umum. Jadi kalau Anda masih tergolong pemula, memakai DSLR adalah pilihan tepat.

5 Jenis Teknik Fotografi yang Harus Diketahui

Seperti kuliah, Teknik fotografi juga memiliki banyak pilihan jurusan atau jenis yang bisa ditekuni untuk menjadi seorang profesional. Hal ini penting diketahui supaya Anda juga bisa mengetahui letak bakat dan keahlian saat memotret karena masing-masing jenis memiliki style dan cara yang berbeda.

Jenis-jenis fotografi tersebut terus berkembang seiring semakin canggihnya kamera dan teknologi. Sebenarnya ada puluhan jenis fotografi yang biasanya dibedakan dari obyek dan cara pengambilan gambar. Namun dalam artikel ini difokuskan untuk membahas 5 jenis saja yang paling populer dan sering dijumpai.

Lalu apa saja jenis fotografi yang setidaknya harus dipahami oleh para pemula? Simak penjelasannya di bawah ini.

1.    Teknik Fotografi Portrait

Jenis yang pertama ini bisa dibilang paling populer. Portrait adalah Teknik fotografi dengan obyek yang berfokus pada seorang atau sekelompok manusia. Yang menjadi poin utama fotografi portrait adalah ekspresi, mimik muka, dan kepribadian obyek gambar.

Maka dari itu, yang sering digunakan sebagai obyek utama adalah wajah. Namun tidak terpaku pada wajah saja namun bagian tubuh lain seperti tubuh dan background juga bisa dimasukkan. Posisi yang diambil umumnya obyek foto melihat ke arah lensa sehingga ada kesan interaksi dengan orang-orang yang melihat hasil jepretan.

“Afghan Girl” oleh Steve McCurry

Hasil fotografi portrait pastinya sering Anda lihat, misalkan saja foto wisuda atau saat acara pernikahan. Kalau Anda tertarik mempelajari teknik portrait, titik beratnya adalah keahlian untuk mengatur fokus agar emosi yang ditampilkan obyek manusia di gambar bisa tersampaikan, entah itu bahagia, terharu, ataupun sedih.

2.    Teknik Fotografi Landscape

Untuk Anda yang suka travelling ke daerah-daerah dengan view yang memanjakan mata, jenis fotografi yang satu ini bakal sangat cocok. Seperti namanya, landscape berarti pemandangan dimana obyek utama foto adalah keindahan alam. Obyek yang paling sering dipilih antara lain gunung dan pantai.

Tujuan memotret landscape adalah agar orang ikut menikmati keindahan alam dan pada akhirnya tertarik untuk datang atau dengan kata lain digunakan sebagai media promosi tempat wisata. Namun sebenarnya tidak terbatas pada keindahan alam saja.

Landscape photografi

Ketika Anda memotret tata ruang perkotaan atau lampu-lampu jalanan dari ketinggian juga bisa dikategorikan Teknik fotografi landscape. Yang menjadi poin penting adalah perihal momen karena bisa menimbulkan kesan tersendiri, misalnya saja landscape saat hujan, matahari terbit, atau sunset.

3.    Teknik Fotografi Makro

Teknik Fotografi makro berhubungan dengan obyek-obyek yang berukuran kecil. Mungkin Anda sering melihat hasilnya seperti foto bunga, serangga, semut, atau binatang kecil lainnya. Kekuatan jenis teknik forografi ini terletak pada detail dan tekstur yang sangat jelas serta tajam.

Makro

Jika dibandingkan dengan jenis lain, teknik fotografi makro memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Anda juga harus mempersiapkan kamera dengan fitur zoom yang memadai. Yang juga tidak kalah penting adalah timing ketika mengambil gambar, apalagi untuk obyek yang bergerak.

Walaupun terkesan sulit, tetapi akan sangat sepadan dengan hasilnya jika sukses mengambil foto makro. Anda bisa menampilkan detail obyek yang selama ini kurang diperhatikan orang dan membuatnya menjadi menarik serta bisa memunculkan makna lain.

4.    Teknik Aerial Photography

Seperti namanya, aerial photography merupakan cara pengambilan gambar dari ketinggian. Obyek yang sering dipilih adalah pemandangan dan juga sesuatu yang tidak bisa dilihat dari pengamatan horizontal. Jenis Teknik fotografi yang satu ini sedang hits dan booming belakangan ini.

Salah satu penyebabnya adalah hadirnya teknologi drone. Seolah-olah sang fotografer menampilkan penglihatan mata burung yang luas sejauh cakrawala. Anda yang hobi hiking tentunya cocok dengan jenis fotografi ini. Namun perlu diketahui tidak ada trik khusus dalam aerial photography seperti halnya dalam pemotretan makro.

Yang perlu diperhatikan adalah obyek yang akan dijadikan center of interest dalam foto. Jangan lupa untuk mengatur ISO dan bukaan lensa agar kecerahan dan warna dasar pemandangan yang Anda ambil terlihat real serta lebih nyaman saat dipandang mata.

5.    Teknik Food Photography

Kalau Anda tertarik untuk serius menekuni bidang teknik fotografi dan ingin mendapatkan penghasilan secara rutin, maka food photography bisa dijadikan pilihan tepat. Di sini, tugas seorang fotografer adalah membuat bagaimana sebuah hidangan menu terlihat lebih estetik dan menggoda.

food photografi

Dengan era belanja online seperti sekarang, maka jasa food photography cukup banyak dicari. Para customer ingin mendapatkan foto produk yang menarik lalu kemudian dijadikan iklan. Jadi tugas Anda adalah sebisa mungkin mengemas dan menonjolkan keunggulan makanan tersebut agar diminati banyak orang.

Modal yang harus dimiliki adalah kreativitas untuk mengatur dan mengkombinasikan makanan dengan unsur pendukung lain. Menekuni food photography juga bisa dijadikan sampingan untuk mendapatkan side income yang nominalnya cukup lumayan.

5 Teknik Fotografi yang Harus Dikuasai Pemula

Jika sudah memahami bagian-bagian utama kamera dan juga jenis fotografinya, maka jangan tunda lagi untuk mencoba memotret obyek yang ada di sekitar. Supaya lebih hemat, Anda bisa meminjam kamera ke teman atau menyewa di tempat persewaan yang saat ini cukup mudah ditemui.

Dan yang tidak kalah penting, Anda harus memahami teknik dasar fotografi supaya nantinya mendapatkan kualitas jepretan yang memuaskan. Teknik tersebut tidaklah sulit dan cukup mudah dipelajari. Apa saja contohnya? Simak penjelasannya berikut ini.

1.    Belajar Mengatur Fokus Manual

Sebenarnya jika mengincar hasil foto yang bagus dan presisi, kamera digital sudah bisa langsung digunakan. Bahkan Anda yang baru pertama kali memegang kamera pun bisa mendapatkan gambar dengan baik karena fokus lensa bisa diatur secara otomatis saat membidik obyek.

Caranya adalah dengan menahan tombol shutter beberapa saat. Jika pengaturannya awalnya adalah autofocus, maka lensa kamera akan langsung mencari titik fokus obyek di depannya dan ketika sudah terkunci baru akan terpotret. Jika obyeknya adalah manusia, sudah ada juga fitur face detection yang tentunya sangat membantu.

Tapi kalau Anda ingin serius belajar teknik dasar teknik fotografi, cobalah untuk keluar dari zona nyaman dengan cara mengatur fokus lensa secara manual. Anda harus tahu kapan timing yang tepat untuk memutar ring fokus pada lensa.

Jika sudah ahli akan hal tersebut, foto yang Anda hasilkan akan lebih menarik karena fokus obyek bisa diatur sesuka hati. Asalkan sering berlatih dan terbiasa dengan fitur yang ada di kamera, nantinya Anda pasti mahir memainkan fokus lensa secara manual.

2.    Mencoba Karakteristik Berbagai Jenis Lensa

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, lensa adalah bagian terpenting dari sebuah kamera. Kualitas dan keindahan gambar sangat ditentukan oleh barang yang satu ini. Maka dari itu, Anda harus memahami karakteristik tiap-tiap jenis lensa karena cara pengoperasiannnya jelas berbeda.

Sesekali cobalah bermain dengan lensa makro untuk memotret obyek-obyek kecil. Atau bisa juga mencoba belajar menggunakan lensa telephoto yang daya jangkaunya lebih jauh. Dengan rutin berganti lensa, insting dan teknik fotografi Anda akan semakin terasah dan bisa tepat memilih lensa untuk kemudian disesuaikan dengan momennya.

3.    Jangan Hanya Mengandalkan Lampu Flash

Lampu flash adalah fitur yang sudah pasti ada dalam kamera digital. Fungsinya adalah memberikan tambahan cahaya ketika suasana redup. Namun kalau Anda sedang dalam tahap belajar, sebisa mungkin hindari memotret menggunakan bantuan lampu flash tersebut.

Cobalah lebih mengandalkan cahaya alami agar hasil foto lebih otentik. Jika cahanya dirasa masih kurang, Anda bisa memainkan pengaturan ISO dan aperture (bukaan lensa). Cara ini efektif meningkatkan teknik fotografi Anda karena bisa cepat menyesuaikan settingan kamera dengan keadaan di lingkungan sekitar.

4.    Mencoba Perspektif Lain

Kalau selama ini Anda hanya mengambil gambar dari arah depan dan cenderung lurus kepada obyek, sesekali cobalah perspektif lain. Dengan kata lain biasakan untuk memotret dalam berbagai angle, tidak hanya sejajar saja. Di sini, sisi kreativitas Anda harus dimunculkan.

Misalnya dengan memotret obyek dari posisi bawah dengan background langit luas. Atau bisa juga mengambil angle lain yang sekiranya bisa menghasilkan foto unik dan anti mainstream. Dengan begini, Anda bisa menemukan ciri khas sendiri dan tidak hanya mengikuti teknik fotografi dari fotografer lain.

5.    Belajar Mengolah Hasil atau Post Processing

Berbagai foto yang sering Anda lihat di media sosial dengan kualitas yang istimewa umumnya sudah melalui proses editing. Jadi yang ditampilan bukan raw datanya. Kalau Anda ingin menjadi fotografer yang handal, maka wajib hukumnya mengusai teknik editing atau post processing tersebut.

Ada beberapa software basic yang biasa digunakan, diantaranya Adobe Lightroom, Adobe Photoshop, GIMP, atau Corel Draw. Dengan teknik fotografi yang tepat ditambah kemampuan editing yang mumpuni, maka Anda sudah bisa dikategorikan fotografer handal dan layak mengerjakan order project dari klien.

Itulah beberapa informasi mengenai jenis dan teknik dasar fotografi yang harus dikuasai oleh seorang pemula. Jadi jangan tunggu lagi, segeralah coba mengabadikan momen dan obyek di sekitar Anda menggunakan kamera. Ingat, ada istilah practice makes perfect. Jadi semakin sering belajar fotografi, kemampuan Anda juga pastinya tambah berkembang.