Seni Foto – trik Sederhana Hasil Maksimal

Banyak orang yang mengira untuk menghasilkan seni foto yang indah harus menggunakan peralatan yang mahal dan juga studio khusus. Padahal hal tersebut tidaklah tepat. Ternyata dengan trik sederhana ditambah peralatan yang mudah didapatkan, Anda sudah bisa menghasilkan foto dengan kualitas maksimal.

Ingin tahu lebih jauh bagaimana trik tersebut dilakukan? Untuk itu, simak dulu penjelasan lengkapnya berikut ini. Let’s see!

Trik Sederhana Seni Foto

1.     Mengatur Pencahayaan

Dalam seni foto, yang berperan krusial adalah kamera karena digunakan sebagai peralatan utama. Tetapi Anda tidak harus memakai kamera DSLR atau mirrorless. Cukup dengan kamera smartphone saja foto yang indah sudah bisa dihasilkan.

Namun tidak ada salahnya juga memanfaatkan peralatan lain agar hasil foto dari kamera smartphone lebih maksimal. Misalkan saja alat bantu pencahayaan. Jika di kamera DSLR para fotografer biasa memakai bantuan payung reflektor, ternyata ada alat lain yang lebih murah dan mudah didapatkan.

Alat tersebut adalah alumunium foil. Perlu diketahui, fungsi utama reflektor adalah memantulkan cahaya ke obyek dan juga menerangi area shadow yang tidak tercover cahaya alami. Reflektor sendiri punya beberapa variasi warna, diantaranya putih, silver, dan emas.

Cara memakai alumunium foil yaitu dengan meletakkannya di dekat obyek foto. Nantinya, alumunium foil akan memantulkan cahaya sehingga obyek tersebut mendapatkan cahaya yang cukup dan hasil foto menjadi lebih maksimal. Cukup mudah bukan?

2.     Membuat Efek Polarisasi

Polarisasi adalah teknik dalam seni foto yang cukup menarik dicoba. Fungsi dari polarisasi yaitu mengatur tingkat refleksi atau bisa juga digunakan sebagai cara menggelapkan hasil foto. Cara ini sering digunakan fotografer untuk memunculkan sisi lain dari sebuah obyek serta menghasilkan karya yang anti-mainstream.

Alat yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan efek polarisasi adalah kacamata hitam. Caranya pun cukup mudah. Pertama atur arah kacamata ke obyek yang dipotret. Kemudian ambil foto di balik kacamata tersebut dan cari angle terbaik.

Hasilnya, Anda langsung bisa mendapatkan foto dengan efek polarisasi yang ciamik. Untuk karya yang maksimal, sebaiknya gunakan cara ini untuk memotret obyek dengan sudut pandang luas misalnya langit atau pemandangan alam.

3.     Menjernihkan Lensa Kamera

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, saat ini kamera smartphone sudah bisa menghasilkan kualitas foto yang mumpuni, bahkan tidak kalah dengan DSLR. Namun yang sering terjadi adalah karena pemakaiannya asal-asalan, sering kali lensa kamera smartphone Anda berubah menjadi kotor dan keruh.

Hal semacam ini tentu membuat kesal karena keinginan mendapatkan hasil foto yang jernih menjadi tidak terpenuhi. Namun Anda tidak perlu khawatir berlebihan karena ternyata cara mengatasinya cukup mudah dan tidak membutuhkan budget besar. Bahkan alat tersebut seharusnya sudah Anda miliki.

Tinggal bersihkan kamera smartphone menggunakan penghapus karet. Jangan terburu-buru, cukup gosok bagian belakang kamera secara perlahan sampai debu yang menempel dan goresannya memudar. Setelah beres, coba lihat perbedaan hasil fotonya.

Untuk mendapatkan hasil foto yang tetap jernih, sebaiknya ulangi proses tersebut minimal seminggu sekali. Dengan cara tersebut, maka jepretan kamera smartphone Anda menjadi jauh lebih bersih dan cerah.

Itulah beberapa tips sederhana yang bisa Anda praktekkan dalam seni foto. Dengan memanfaatkan barang yang ada di sekitar, Anda sudah bisa mendaptkan hasil foto yang bagus memuaskan. Langsung saja coba dipraktekkan, guys!

Dasar Seni Foto

Bagi Anda yang baru saja tertarik mendalami seni foto, mungkin sedikit bingung harus mulai belajar darimana. Saran kami, mulailah dengan memahami aspek dasar seperti kosakata yang sering muncul di bidang seni foto agar tidak bingung ketika mengoperasikan sebuah kamera. Untuk itu, simak dulu pembahasannya dalam poin-poin di bawah ini.

Aspek Dasar Seni Foto

1.     ISO

Mungkin Anda sering mendengar kosakata yang satu ini namun masih bingung dengan artinya. ISO merupakan akronim dari International Standart Organization. Dalam seni foto, lembaga tersebut berwenang menetapkan standarisasi kategori film. Nantinya, ISO akan muncul ketika Anda mengutak-atik pengaturan di kamera.

Fungsi ISO adalah mengatur sensitivitas cahaya. Jadi bisa dibilang kosakata ini adalah faktor penting ketika Anda sedang mengambil gambar. Anda bisa mengatur ISO sesuai kebutuhan ketika sedang memotret di tempat yang redup atau tempat silau agar komposisi dan hasilnya fotonya tetap memuaskan.

2.     Lensa

Sebuah kamera terdiri dari dua bagian utama, yaitu bodi kamera dan lensa. Dua bagian tersebut merupakan aspek utama dan harus selalu diperhatikan spesifikasinya ketika Anda berniat membeli sebuah kamera. Berbicara tentang lensa, bagian ini merupakan senjata utama untuk mengambil gambar.

Lensa sendiri tediri dari berbagai macam jenis, biasanya dibedakan panjang fokusnya yang ditampilkan dalam ukuran millimeter. Sebagai contoh lensa ukuran 50 mm akan cocok digunakan untuk memotret obyek dengan tinggi 10-20 meter. Ada juga jenis lensa dengan jangkauan luas yaitu telephoto.

Lensa yang satu ini memiliki panjang fokus hingga ratusan millimeter sehingga bisa membuat obyek di kejauhan terlihat dekat. Lensa telephoto cocok digunakan dalam seni landscape dan panorama karena luas pandangannya lebih lebar.

3.     Shutter Speed

Shutter speed adalah fitur yang tidak bisa dipisahkan dengan aperture dan ISO. Fungsinya adalah mengatur sensitivitas cahaya sensor kamera. Cara kerjanya yaitu shutter speed akan terbuka ketika tombol ditekan sehingga membuat cahaya masuk ke sensor. Satuan waktu yang digunakan adalah detik.

Fitur ini cukup krusial dan rumit, maka dari itu Anda harus mempelajarinya secara detail jika memang tertarik dengan seni foto. Menekan shutter speed dengan waktu yang lama akan membiarkan cahaya masuk lebih banyak dan membuat hasil semakin terang.

Namun resikonya sedikit saja getaran saat shutter speed diatur lambat akan membuat hasil foto kabur. Untuk mensiasatinya, para fotografer biasanya menggunakan tripod agar proses pengambilan gambar lebih stabil.

4.     White Balance

White balance adalah sebuah kosakata yang berfungsi membuat obyek foto berwarna putih menjadi tetap putih dan juga mengatur pengaruh warna cahaya di lingkungan sekitar tempat pengambilan gambar. Hal ini dipengaruhi oleh sifat dasar cahaya yaitu setiap cahaya yang berbeda punya karaktersitik berbeda pula.

Gampangnya, white balance bisa digunakan untuk mengatur standar warna putih dalam kamera serta mengkoreksi pengaruh warna lain. Sebuah obyek yang dilihat dengan mata telanjang berwarna putih kemudian karena adanya pengaruh warna sekuder bisa saja membuat kamera menangkapnya sebagai semburat lain.

Untuk mengatasi hal semacam inilah hadir fitur white balance. Selain itu, fitur ini juga banyak digunakan oleh fotografer untuk menyesuaikan rona warna agar foto yang dihasilkan terlihat lebih estetik.

Setelah memahami aspek dasar seni foto tersebut, maka bisa dilanjutkan dengan mulai memotret obyek. Sering-seringlah mengutak-atik pengaturan default kamera agar semakin handal ketika mengoperasikannya. Selamat mencoba!

Fotografi Sebagai Karir

Seni fotografi menawarkan berbagai hal menarik. Banyak manfaat yang tidak bisa diperoleh dalam pilihan karir lain. Apa saja manfaat tersebut? Langsung saja ikuti pembahasannya dalam poin-poin di bawah ini. Check this out!

Manfaat Berkarir di Seni Fotografi

1.     Menyenangkan dan Tidak Monoton

Ketika memilih karir, ada banyak alasan yang dijadikan dasar oleh tiap-tiap orang. Salah satu faktor yang sering menjadi daya tarik utama adalah masalah nominal pendapatan. Orang-orang cenderung memilih pekerjaan yang menawarkan gaji besar dan terjamin.

Mereka bahkan rela memilih pekerjaan yang sebenarnya bukan bidangnya dan juga tidak sesuai passion. Pada akhirnya, walaupun mendapatkan pemasukan besar tetapi pekerjaan tersebut dilakukan dengan terpaksa. Nah, contoh seperti ini sangat kecil kemungkinannya terjadi jika memilih seni fotografi sebagai jalan karir.

Pekerjaan akan dilakukan sepenuh hati karena memang sesuai dengan hobi. Tidak ada unsur paksaan sama sekali dan Anda sendiri yang akan mengatur porsi dan beban kerja. Jika memang ingin sedikit santai, tinggal kurangi saja request project dari klien.

Namun jika ingin mendapatkan pemasukan yang lebih, Anda bisa mengambil beberapa project sekaligus untuk dikerjakan. Keuntungan semacam ini tidak akan didapatkan kalau Anda bekerja di perusahaan sebagai karyawan karena sudah ada jam kerja yang tetap dan hari liburnya juga sudah diatur.

Menjadikan seni fotografi sebagai karir tentunya menjadi opsi yang menyenangkan. Aktivitasnya juga tidak monoton karena obyek fotonya pasti berbeda. Yang pasti, memilih pekerjaan dan karir sesuai hobi akan menghasilkan karya yang bagus dan maksimal.

2.     Selalu Belajar Hal-Hal Baru

Seni fotografi adalah bidang ilmu yang fleksibel. Maksudnya yaitu akan selalu berkembang mengikuti perubahan zaman. Sebagai contoh jika dulunya kamera menggunakan roll film untuk memproses hasil foto, maka saat ini semuanya sudah diproses secara digital dan hasilnya pun bisa dilihat dengan cepat.

Maka dari itu ketika memilih berkarir dalam seni fotografi, mau tidak mau Anda harus pintar menyesuaikan diri dan peka beradaptasi dengan perubahan tersebut. Mungkin saja setiap harinya ada hal baru yang harus dipelajari agar tidak kalah saing dengan fotografer lain.

Namun justru disinilah letak keunggulannya. Pengetahuan dan kemampuan Anda akan terus berkembang, tidak hanya stagnan di situ-situ saja. Dan semakin ahli di dalam seni fotografi, maka kesempatan Anda untuk mengembangkan karir menjadi lebih terbuka lebar dan bisa mengerjakan project yang lebih sulit.

3.     Mendapatakan Pemasukan yang Menjanjikan

Banyak orang salah mengira kalau seni fotografi tidak layak dijadikan pilihan karir. Hal ini disebabkan karena menganggap pemasukannya kecil dan tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal faktanya, anggapan ini jelas keliru dan yang terjadi justur sebaliknya.

Menjadi seorang fotografer profesional adalah keahlian yang sulit untuk diraih. Maka dari itu, skill Anda akan dihargai mahal oleh orang lain. Dalam satu kali pemotretan produk atau model, fee yang didapatkan bisa mencapai jutaan rupiah. Bayangkan jika dalam satu bulan Anda mendapatkan jadwal pemotretan full setiap harinya.

Tentu saja pemasukannya sangat menjanjikan. Bahkan jauh lebih tinggi daripada bekerja di sebuah korporasi sebagai karyawan. Namun untuk mencapai level ini, tentunya ada proses panjang yang harus dilewati. Maka dari itu, jangan pernah lelah berlatih memotret agar hasil karya Anda mulai dilirik orang lain.

Dengan semua manfaat tersebut, jangan ragu lagi menjadikan seni fotografi sebagai pilihan karir. Semoga bermanfaat!

Prinsip Dasar Seni Fotografi

Untuk menjadi seorang fotografer handal, ada proses panjang yang harus dijalani. Jadi sebaiknya mulailah pelajari seni fotografi secara lebih detail. Cara yang sering dilakukan oleh kebanyakan fotografer yaitu dengan memahami prinsip dasar seni fotografi terlebih dahulu. Apa saja contohnya? Berikut penjelasan lengkap mengenai hal tersebut.

Prinsip Dasar Seni Fotografi

1.     Keseimbangan

Dalam seni fotografi, keseimbangan adalah aspek penting yang harus selalu diterapkan dalam sebuah foto. Dengan kata lain, keseimbangan adalah cara yang dilakukan untuk menyatukan berbagai obyek gambar menjadi sebuah produk foto yang menarik dan layak dinikmati oleh masyarakat luas.

Jangan sampai foto yang Anda hasilkan justru tidak punya arti sama sekali hanya karena obyeknya saling bertabrakan. Masalah seperti ini sering muncul akibat dari ego tinggi, yaitu nekat memotret beberapa obyek sekaligus padahal sama sekali belum memiliki pengetahuan tentang prinsip dasar keseimbangan.

Sebuah foto dengan tingkat keseimbangan yang baik dan terukur dicirikan melalui porsi yang sesuai untuk masing-masing obyek sehingga membuatnya nyaman dipandang. Poin krusialnya adalah kreativitas dan keberanian seorang fotografer meng-combine obyek agar bisa mendapatkan keseimbangan yang pas.

2.     Kontras

Sebenarnya, sebuah obyek foto hanya terdiri dari 2 unsur utama yaitu warna dan garis. Dari perpaduan kedua unsur inilah kemudian dihasilkan foto yang presisi dan eye catching. Maka dari itu, kemampuan mengatur dan mengkombinasikan warna adalah hal wajib yang harus Anda kuasai dalam seni fotografi.

Prinsip dasar mengatur elemen warna dikenal dengan istilah kontras. Dalam sebuah foto, kontras memegang perana penting dan berhubungan erat dengan ketajaman gambar. Kontras dibagi menjadi 2 jenis, meliputi warna terang dan gelap.

Namun sering juga disebut kontras kasar dan lembut. Jadi, kontras bisa diartikan juga sebagai persilangan warna gelap dan terang. Dan sebuah foto yang memiliki kontras bagus akan terlihat jelas perbedaan warnanya serta nampak tajam dan tegas.

3.     Pola

Pola juga termasuk prinsip dasar dalam seni fotografi yang artinya adalah pengulangan unsur-unsur dalam sebuah foto. Dengan pengaturan pola yang tepat, nantinya bisa memunculkan interpretasi dan sudut pandang luas bagi siapapun yang melihatnya.

Yang pasti, pola foto sangat dipengaruhi oleh sisi kreatif dan kemampuan Anda mengeksplorasi sebuah obyek. Pola obyek foto yang tidak monoton dan sesuai porsinya bisa memicu reaksi emosional ketika dilihat orang lain. Tetapi ingat, Anda harus bisa memberikan sentuhan yang tepat.

Jika sampai asal-asalan mengatur pola foto dimana justru bisa jadi senjata makan tuan. Kemampuan ini tentunya tidak hadir begitu saja dan hanya bisa didapatkan dengan latihan rutin.

4.     Harmoni

Harmoni adalah prinsip dasar bagaimana seorang fotografer bisa mengaitkan berbagai obyek foto dengan tingkat kemiripan tinggi. Perpaduan harmoni yang pas akan menampilkan foto dalam kesatuan entitas yang nyaman dipandang. Jadi ketika mengambil beberapa obyek sekaligus, selalu perhatikan prinsip keharmonisannya.

Masing-masing obyek harus punya makna, jangan sampai hanya satu saja yang menonjol sedangkan obyek lainnya kalah saing.  Jadi bisa disimpulkan harmoni adalah salah satu aspek seni fotografi yang pengaruhnya sangat besar terhadap hasil akhir foto. Itu tadi 4 prinsip dasar seni fotografi yang harus dipahami sebelum Anda mulai memotret. Jika sudah mengerti, segera saja praktekkan dan lihat bagaimana komposisi foto yang Anda hasilkan apakah sudah sesuai harapan atau belum.

Tips Mendalami Seni Fotografi Secara Mudah dan Cepat

Kalau Anda memang baru pertama kali mencoba menekuni seni fotografi, sebaiknya pahami dulu tips yang tepat sehingga proses pemahamannya cepat dan mudah. Faktor apa saja yang termasuk dalam tips tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.

Tips Menekuni Seni Fotografi

1.     Memilih Kamera dengan Spesifikasi Tepat

Senjata utama yang digunakan ketika menekuni seni fotografi adalah kamera. Saat ini, ada puluhan jenis kamera yang beredar di pasaran. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelengkapan fitur yang berbeda. Jadi, sesuaikan spesifikasi kamera dengan seni fotografi yang ingin Anda tekuni.

Prinsipnya, tidak perlu membeli kamera dengan harga mahal dan fitur paling canggih. Sebuah foto yang bagus dan disukai banyak orang sebenarnya dipengaruhi oleh skill fotografer. Ibaratnya adalah seorang pembalap yang handal akan tetap hebat mengendarai merk motor apapun.

Jadi jangan hanya terpaku dengan fitur yang ada di kamera. Asah dulu skill dan ketrampilan Anda ketika memegang kamera. Jika sudah menemukan sentuhan terbaik dan pintar mengatur komposisi, maka kamera dengan harga murah pun bisa menghasilkan foto dengan kualitas terbaik.

2.     Jangan Mengabaikan Manual Book

Ketika sudah membeli kamera, yang pertama kali harus dilakukan adalah mengetahui apa saja keunggulan dan fitur yang ada di dalamnya. Jangan sampai foto yang dihasilkan menjadi tidak maksimal hanya karena enggan mempelajarinya secara detail.

Semua informasi tersebut sudah tersedia di buku manual kamera, meliputi keunggulan, cara memanfaatkan fitur, serta apa saja hal yang harus dihindari ketika mengoperasikan kamera. Mengingat pentingnya informasi tersebut, jangan hanya mengabaikannya begitu saja.

Semakin akrab dan kenal lebih jauh dengan kamera yang dimiliki, maka Anda punya banyak kesempatan untuk memaksimalkan semua fiturnya. Apalagi jika kamera yang dimiliki punya banyak opsi menu dan pengaturannya rumit. Tentunya sangat disayangkan barang yang sudah dibeli mahal tidak bisa dipakai sesuai kapasitasnya.

Barulah ketika sudah memahami penjelasan di buku manual, mulailah memotret obyek. Ambillah gambar sebanyak mungkin agar kemampuan semakin terasah dan bisa menghasilkan foto yang menarik dan beda dari biasanya.

3.     Memotret Obyek yang Bervariasi

Dalam seni fotografi, obyek foto adalah salah satu faktor krusial. Dengan obyek yang berbeda, maka cara memotret dan sudut pandangnya juga berlainan. Untuk itu, jangan ragu memotret obyek bervariasi agar insting dalam menggunakan kamera semakin tajam.

Di awal, Anda bisa fokus mendalami seni fotografi dengan cara memotret obyek diam. Jika sudah menguasai, maka cobalah mengambil gambar obyek bergerak, misalkan binatang atau kendaraan di jalanan. Dengan tips ini, Anda akan mengetahui letak perbedaannya dan paham pengaturan kamera untuk tiap-tiap obyek.

Banyak fotografer yang bisa menghasilkan foto bagus di dalam ruangan tetapi justru berkebalikan ketika diminta memotret outdoor. Jadi jangan hanya bermain di zona nyaman dan cobalah berbagai trik dan obyek baru agar masalah semacam ini tidak terjadi.

Itulah tips menekuni seni fotografi yang sudah banyak dipraktekkan fotografer lain dan terbukti efektif. Supaya bisa lebih fokus, tentukan dulu jenis fotografi yang ingin didalami misalnya portrait, landscape, fashion, dan lain sebagainya.

Jika sudah memahami spesifikasi kamera dan terlatih untuk memotret obyek yang bervariasi, maka selanjutnya tinggal posting hasil foto tersebut di media sosial. Siapa tahu ada orang lain yang tertarik dan ingin menggunakan jasa foto Anda.

Pengertian dan Sejarah Seni Fotografi

Tidak ada salahnya mempelajari seni fotografi secara mendalam mulai dari sekarang. Namun Anda sebaiknya belajar step by step, bisa dimulai dari pengertian dan apa saja jenis dalam sebuah seni fotografi. Jadi, simak dulu pembasannya dalam poin-poin di bawah ini.

1.     Pengertian Seni Fotografi

Meskipun mungkin sudah sering memegang kamera, tapi apakah Anda tahu apa sebenarnya arti dari istilah seni fotografi? Secara harfiah, fotografi berasal dari bahasa Yunani yaitu photos yang berarti cahaya dan grafo yang berarti melukis atau menulis. Jadi fotografi adalah proses melukis gambar menggunakan media cahaya.

Atau penjelasan secara lebih lengkap bisa diartikan fotografi adalah proses mengambil gambar suatu obyek dengan cara merekam pantulan cahaya mengunakan alat yang peka terhadap cahaya. Ada juga pendapat lain dari beberapa ahli yang menjelaskan seni fotografi dalam berbagai sudut pandang.

Misalnya saja menurut Elliot Erwitt, seorang fotografer profesional dari Amerika menyebutkan fotografi adalah sebuah seni observasi. Artinya, melalui fotografi Anda bisa menemukan sisi lain dari sebuah hal yang tadinya dianggap biasa saja.

Ada juga pendapat dari Ansel Adam yang berprofesi sebagai fotografer landscape sekaligus aktivis lingkungan hidup, mengartikan fotografi secara lebih simpel, yaitu sebagai sarana atau alat ide komunikasi. Jadi, fotografi bisa dijadikan media ekspresi dan komunikasi yang efektif dengan interpretasi yang tidak terbatas.

 

Jenis Seni Fotografi

Setelah memahami pengertian fotografi menurut beberapa ahli, Anda juga harus tahu kalau ternyata ada banyak jenis fotografi yang bisa dijadikan aliran oleh seorang fotografer. Apa saja contohnya? Berikut penjelasan 3 jenis seni fotografi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

1.     Street Photography

Jenis seni fotografi yang pertama ini cukup menarik untuk dipelajari. Seperti namanya, street photography berarti menjadikan jalan sebagai obyek utama ketika mengambil gambar. Tujuannya adalah menghadirkan sisi lain yang sebelumnya tidak dianggap penting oleh kebanyakan orang tentang suatu hal yang ada di jalanan.

Yang menjadi kekuatan utama jenis seni fotografi ini adalah pendekatan yang dilakukan oleh sang fotografer. Sebisa mungkin harus ada realitas untuk setiap foto yang dihasilkan dan pada akhirnya bisa mengubah persepsi publik, tentunya yang bersifat positif.

2.     Fashion Photography

Jika mencari jenis fotografi yang hanya fokus pada obyek dan menonjolkan detail, maka fashion photography bisa dijadikan pilihan tepat. Obyek gambarnya adalah keindahan dan nilai lebih dari sebuah desain pakaian yang dikenakan oleh seorang model.

Fashion photography biasanya digunakan untuk mempromosikan produk. Jadi Anda harus bisa memunculkan keunggulan outfit yang dipotret agar orang-orang tertarik untuk membeli dimana poin utamanya terletak di fokus desain dan aksesoris yang melekat pada pakaian tersebut.

3.     Architectural Photography

Kalau Anda termasuk orang yang senang dengan kegiatan outdoor, tidak ada salahnya mencoba menekuni architectural photography. Fokus yang ditonjolkan adalah keindahan dan kemegahan bangunan, seperti gedung, hotel, tempat bersejarah, atau obyek lain yang dirasa punya perbedaan dari segi arsitektur.

Angle foto menjadi poin penting untuk jenis fotografi ini. Jadi Anda harus selalu memperhatikan dari sudut mana foto bangunan diambil, misalnya saja dari ketinggian atau celah-celah sempit diantara gedung.

Setelah memahami pengertian dan jenis-jenis fotografi tersebut, Anda bisa segera mencoba memotret obyek yang ada di sekitar. Teruslah mencoba mengambil gambar sesering mungkin agar kemampuan Anda semakin terasah dan bisa dicap sebagai fotografer profesional.