Pengertian dan Sejarah Seni Fotografi

Tidak ada salahnya mempelajari seni fotografi secara mendalam mulai dari sekarang. Namun Anda sebaiknya belajar step by step, bisa dimulai dari pengertian dan apa saja jenis dalam sebuah seni fotografi. Jadi, simak dulu pembasannya dalam poin-poin di bawah ini.

1.     Pengertian Seni Fotografi

Meskipun mungkin sudah sering memegang kamera, tapi apakah Anda tahu apa sebenarnya arti dari istilah seni fotografi? Secara harfiah, fotografi berasal dari bahasa Yunani yaitu photos yang berarti cahaya dan grafo yang berarti melukis atau menulis. Jadi fotografi adalah proses melukis gambar menggunakan media cahaya.

Atau penjelasan secara lebih lengkap bisa diartikan fotografi adalah proses mengambil gambar suatu obyek dengan cara merekam pantulan cahaya mengunakan alat yang peka terhadap cahaya. Ada juga pendapat lain dari beberapa ahli yang menjelaskan seni fotografi dalam berbagai sudut pandang.

Misalnya saja menurut Elliot Erwitt, seorang fotografer profesional dari Amerika menyebutkan fotografi adalah sebuah seni observasi. Artinya, melalui fotografi Anda bisa menemukan sisi lain dari sebuah hal yang tadinya dianggap biasa saja.

Ada juga pendapat dari Ansel Adam yang berprofesi sebagai fotografer landscape sekaligus aktivis lingkungan hidup, mengartikan fotografi secara lebih simpel, yaitu sebagai sarana atau alat ide komunikasi. Jadi, fotografi bisa dijadikan media ekspresi dan komunikasi yang efektif dengan interpretasi yang tidak terbatas.

 

Jenis Seni Fotografi

Setelah memahami pengertian fotografi menurut beberapa ahli, Anda juga harus tahu kalau ternyata ada banyak jenis fotografi yang bisa dijadikan aliran oleh seorang fotografer. Apa saja contohnya? Berikut penjelasan 3 jenis seni fotografi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

1.     Street Photography

Jenis seni fotografi yang pertama ini cukup menarik untuk dipelajari. Seperti namanya, street photography berarti menjadikan jalan sebagai obyek utama ketika mengambil gambar. Tujuannya adalah menghadirkan sisi lain yang sebelumnya tidak dianggap penting oleh kebanyakan orang tentang suatu hal yang ada di jalanan.

Yang menjadi kekuatan utama jenis seni fotografi ini adalah pendekatan yang dilakukan oleh sang fotografer. Sebisa mungkin harus ada realitas untuk setiap foto yang dihasilkan dan pada akhirnya bisa mengubah persepsi publik, tentunya yang bersifat positif.

2.     Fashion Photography

Jika mencari jenis fotografi yang hanya fokus pada obyek dan menonjolkan detail, maka fashion photography bisa dijadikan pilihan tepat. Obyek gambarnya adalah keindahan dan nilai lebih dari sebuah desain pakaian yang dikenakan oleh seorang model.

Fashion photography biasanya digunakan untuk mempromosikan produk. Jadi Anda harus bisa memunculkan keunggulan outfit yang dipotret agar orang-orang tertarik untuk membeli dimana poin utamanya terletak di fokus desain dan aksesoris yang melekat pada pakaian tersebut.

3.     Architectural Photography

Kalau Anda termasuk orang yang senang dengan kegiatan outdoor, tidak ada salahnya mencoba menekuni architectural photography. Fokus yang ditonjolkan adalah keindahan dan kemegahan bangunan, seperti gedung, hotel, tempat bersejarah, atau obyek lain yang dirasa punya perbedaan dari segi arsitektur.

Angle foto menjadi poin penting untuk jenis fotografi ini. Jadi Anda harus selalu memperhatikan dari sudut mana foto bangunan diambil, misalnya saja dari ketinggian atau celah-celah sempit diantara gedung.

Setelah memahami pengertian dan jenis-jenis fotografi tersebut, Anda bisa segera mencoba memotret obyek yang ada di sekitar. Teruslah mencoba mengambil gambar sesering mungkin agar kemampuan Anda semakin terasah dan bisa dicap sebagai fotografer profesional.

Istilah Penting Dalam Fotografi

Sebelum berbicara teknik dan prinsip fotografi, ada baiknya pahami dulu daftar istilah yang sering mucul. Hal ini menjadi penting agar nantinya Anda tidak bingung ketika diminta memotret serta mampu memproduksi sebuah foto yang layak. Penasaran apa saja istilah yang dimaksud? Berikut penjelasannya.

Daftar Istilah Fotografi

1.     Exposure

Istilah ini dikenal juga sebagai pencahayaan. Secara lebih lengkap, exposure berarti jumlah total cahaya yang masuk ke sensor digital kamera. Kegunaannya yaitu mengatur pencahayaan di dalam foto agar terlihat pas, tidak kurang dan juga tidak berlebihan.

Exposure sebenarnya dikontrol oleh pengaturan aperture, shutter speed, dan ISO. Misalnya saja Anda sedang memotret sebuah obyek di dalam ruangan dengan pencahayaan yang redup. Jika masih dalam tahap belajar, sebaiknya jangan gunakan lampu flash untuk meningkatkan pencahayaan.

Cobalah mainkan pengaturan kamera tersebut agar exposure-nya sesuai. Begitu juga ketika merasa lingkungan sekitar intensitas cahayanya terlalu tinggi. Atur bukaan lensa atau ISO sehingga cahaya foto tidak over dan tetap nyaman dipandang.

2.     Aperture

Di poin sebelumnya sudah disinggung menganai aperture. Bagi orang yang masih awam dunia fotografi, istilah ini mungkin terdengar cukup asing. Aperture berkaitan dengan lensa, yaitu lubang lensa sebagai tempat cahaya masuk saat foto diambil. Atau biar lebih gampang sering juga disebut dengan bukaan lensa.

Jadi aperture secara langsung mempengaruhi exposure dan tingkat pencahayaan dari obyek yang dipotret. Semakin besar bukaan lensa, maka cahayanya akan semakin terang sehingga cocok digunakan di tempat-tempat redup. Dengan kata lain, aperture berfungsi untuk memanipulasi cahaya.

3.     Flash

Diantara istilah lain, yang satu ini seharusnya cukup familiar. Tidak hanya di kamera, smartphone yang Anda miliki pastinya juga sudah punya fitur flash. Jadi flash ini berperan sebagai sumber cahaya dan biasa diaktifkan oleh seorang fotografer ketika memotret di tempat dengan pencahayaan kurang.

Ketika Anda membeli kamera digital, maka fitur lampu flash bisa dimanfaatkan ketika memotret. Namun para fotografer profesional biasanya tidak hanya mengandalkan lampu flash saja tetapi juga menggunakan peralatan tambahan untuk mendukung pencahayaan misalnya payung reflektor serta flash remote.

4.     Depth of Field

Setelah membahas tentang aspek pencahayaan dalam fotografi, istilah berikutnya ini berhubungan dengan ketajaman gambar. Depth of field bisa diartikan sebagai obyek foto yang terlihat tajam dan tidak buram. Biasanya, obyek tersebut juga berfungsi sebagi center of interest sebuah foto.

Ada juga orang yang menyebut depth of field sebagai ruang tajam. Yang jelas, dalam sebuah foto yang komposisinya lengkap harus ada sebuah obyek yang ditonjolkan sebagai pusat perhatian dan bisa jadi merupakan makna utama foto tersebut.

5.     Fokus

Istilah fokus sangat erat kaitannya dengan lensa kamera. Dalam sebuah foto, obyek fokus akan tampak jernih dan tajam sedangkan obyek lain diluarnya terlihat kabur. Bisa dibilang, fokus merupakan aspek paling penting dari sebuah foto.

Jika sampai foto yang Anda hasilkan gambarnya kabur, resikonya adalah dicap sebagai fotografer amatiran. Untuk mengatur fokus, ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama yaitu menggunakan fitur autofocus. Di sini, lensa akan menentukan obyek fokusnya secara otomatis.

Sedangkan yang kedua adalah dengan mengatur fokus secara manual. Cara ini sering dipilih oleh para fotografer karena bebas memilih obyek mana yang akan dititik beratkan dalam foto.

Itulah daftar istilah yang harus Anda pahami sebelum lebih jauh mempelajari fotografi. Selamat memotret, guys!

Berbagai Keuntungan Fotografi

Anda pasti sering mendengar istilah fotografi. Kegiatan yang satu ini sedang cukup populer, khususnya di kalangan anak muda. Maka jangan heran ketika sedang bepergian Anda akan sering menjumpai orang-orang dengan kamera menggantung di leher. Hal ini disebabkan fotografi tidak lagi menjadi sebuah hobi saja tetapi sudah ke ranah lifestyle.

Lalu apa saja sebenarnya keuntungan menekuni bidang fotografi ini? Ada hal menarik apa saja dibaliknya? Pertanyaan ini penting untuk dicari jawabannya agar Anda jadi ikut tertarik dan pada akhirnya mencoba terjun ke dunia fotografi. Untuk itu, simak dulu pembahasannya di bawah ini.

1.     Menghilangkan Kepenatan

Sebenarnya fotografi sangat erat kaitannya dengan jalan-jalan. Anda bisa menyalurkan hobi tersebut sembari menjelajahi tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Jadi wajar saja jika banyak orang yang menyebut fotografi adalah sarana tepat sebagai stress release.

Ketika sedang jalan-jalan, Anda bisa mengabadikan obyek yang tidak bisa dilihat sehari-hari seperti pemandangan dan landscape. Menekuni fotografi juga membuat keinginan untuk explore tempat-tempat baru akan selalu muncul, sehingga Anda tidak hanya berdiam di rumah saja.

Jadi jika bingung mencari hobi yang efektif menghilangkan kepenatan akibat rutinitas pekerjaan, fotografi adalah pilihan tepat. Semakin menarik kalau teman terdekat atu pasangan juga punya kegemaran serupa. Anda jadi punya partner untuk hunting foto di tempat-tempat yang belum banyak dijamah orang lain.

2.     Bertemu Banyak Orang Baru

Keuntungan yang kedua ini masih berkaitan dengan mendatangi tempat baru. Ketika sedang jalan-jalan sambil mencari obyek foto, Anda akan sering bertemu dengan orang-orang baru. Hal ini tentunya sangat menarik karena pergulan menjadi bertambah luas.

Anda juga bisa menjadikan orang-orang tersebut sebagai obyek foto. Kemudian dengan menekuni bidang fotografi, kesempatan untuk mengenal fotografer lain juga sangat terbuka. Semisal bertemu dengan sesama penyuka fotografi ketika sedang jalan-jalan, jangan ragu mengajak ngobrol.

Bisa memulai pembicaraan dengan membahas tool kit kamera atau jenis yang disukai. Jadi bisa disimpulkan fotografi bisa dijadikan alat untuk menambah teman yang memiliki hobi sama dan pada akhirnya bisa berdiskusi lebih jauh dalam rangka menambah pengetahuan tentang seluk beluk memotret.

3.     Tidak Melewatkan Momen

Ada banyak momen yang dilalui seseorang dalam hidup, bisa bahagia ataupun sedih. Tentunya momen yang sekiranya berarti dan jarang terulang layak untuk diabadikan sehingga bisa abadi dikenang di masa mendatang. Di sinilah keuntungan berikutnya menjadikan ini sebagai kegemaran.

Kemungkinan untuk melewatkan momen-momen berharga semakin kecil. Bisa jadi sesuatu yang dianggap biasa saja menjadi menarik untuk diperbincangkan di kemudian hari. Jadi jangan ragu untuk mengabadikan setiap momen yang dialami, baik itu bersama keluarga, teman, ataupun pasangan.

Dengan kata lain, hidup menjadi lebih berarti. Akan mengajarkan Anda untuk lebih pintar memaknai hidup.  Suatu obyek bisa jadi lebih punya arti dalam sebuah foto dibanding melihatnya dengan mata telanjang. Di masa tua, Anda akan bersyukur karena bisa menyelami kenangan di waktu muda melalui foto-foto tersebut.

Itulah berbagai keuntungan yang bisa didapatkan ketika tertarik menekuni bidang fotografi. Jika sudah sampai ke tahapan profesional, Anda juga bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah untuk setiap foto yang dihasilkan. Sangat menarik bukan? Jadi tidak perlu ragu lagi, segeralah siapkan kamera dan jelajahi tempat-tempat baru untuk mencari obyek foto yang anti mainstream.

3 Alasan Fotografi Layak Dijadikan Hobi

3 Alasan Fotografi Layak Dijadikan Hobi – Ada banyak pilihan kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang. Mayoritas orang cenderung melakukan hobinya untuk menghilangkan kepenatan. Hobi tersebut sangat banyak macamnya, misalnya saja berolahraga, memasak, menonton, atau melakukan berbagai kegiatan lain.

Namun sebaiknya pilihlah kegiatan yang dirasa bisa lebih mengembangkan skill dan mengasah ketrampilan agar suatu saat bisa berguna. Nah kalau Anda memang memiliki banyak waktu senggang, cobalah belajar dunia fotografi. Kegiatan yang satu ini sangat menarik dan juga banyak diminati orang akhir-akhir ini.

Bahkan ada banyak orang yang rela mengeluarkan budget besar hanya demi bisa memotret gambar dengan kualitas terbaik. Anda juga tertarik untuk mencoba dunia fotografi? Sebelum itu, simak dulu 3 alasan mengapa fotografi layak dijadikan hobi di agar nantinya semakin yakin. Let’s see!

1.     Tidak Membuat Cepat Bosan

Hobi adalah kegiatan yang pastinya sering dilakukan. Namun terkadang karena intensitasnya yang terlalu sering, justru membuat bosan. Apalagi jika kegiatan tersebut hanya monoton saja tanpa ada variasi. Kasus semacam ini tidak akan Anda alami ketika menjadikan fotografi sebagai hobi.

Hal tersebut disebabkan karena ruang lingkupnya yang sangat luas. Ada puluhan jenis yang bisa Anda pilih. Masing-masing biasanya dibedakan dari obyek dan lokasi foto. Contoh paling populer diantaranya fotografi portrait, landscape, makanan, hingga alam liar.

Jadi ada banyak opsi yang tersedia. Ketika sudah merasa cukup memotret obyek di dalam studio, Anda bisa mencoba hal baru seperti memotret pemandangan. Dengan begini, setiap hari ada banyak hal menarik untuk di explore. Selain itu, dengan berani mencoba berbagai jenis fotografi, kemampuan Anda juga akan semakin meningkat.

2.     Mampu Melihat Perspektif Lain

Sebuah obyek bisa menciptakan makna yang beragam, tergantung bagaimana cara pandang tiap-tiap orang. Bisa jadi yang Anda lihat positif justru maknanya berkebalikan di mata orang lain. Di sinilah letak menariknya fotografi. Anda bisa menciptakan persepektif lain yang tidak diketahui orang sebelumnya.

Yang menjadi faktor penentu adalah bagaimana cara dan kemampuan memotret. Sebuah obyek yang jika dilihat dari mata telanjang terkesan biasa saja dan miskin arti, dengan sentuhan fotografer handal nantinya bisa memiliki kesan lain. Orang-orang yang melihatnya pun menjadi takjub karena mendapatkan sudut pandang baru.

Perspektif tersebut juga berlaku untuk diri Anda sendiri. Mungkin jalanan dan lampu-lampu kota yang sehari-hari dilewati bisa terlihat lebih bermakna ketika diabadikan menggunakan kamera. Atau bahkan benda-benda yang ada di rumah yang tadinya dirasa mengganggu justru bisa dijadikan obyek foto menarik.

3.     Menghasilkan Keuntungan

Poin terakhir ini sering dijadikan alasan mayoritas orang untuk terjun ke bidang fotografi. Ingat, kemampuan memotret dengan baik tidak dimiliki oleh setiap orang. Bahkan bisa dibilang ini adalah keahlian langka dan jasanya banyak dibutuhkan. Apalagi di era modern seperti sekarang.

Maka dari itu, disamping hanya sekedar hobi ternyata fotografi juga menjanjikan keuntungan nyata. Ketika Anda sudah memposting foto hasil jepretan pribadi dan dinilai orang sebagai karya bagus, maka sangat besar kemungkinan nantinya ada request project yang masuk.

Artinya, orang-orang tersebut akan meminta bantuan Anda untuk mengabadikan momen mereka. Jika sudah begini, maka fotografi bisa dijadikan kegiatan yang menghasilkan pemasukan tambahan secara rutin.

Bagaimana? Sudah cukup tertarik untuk menjadikan fotografi sebagai hobi? Segeralah siapkan kamera dan rutinlah memotret agar kemampuannya terus bertambah. Selamat mencoba!

10 Langkah Menjadi Fotografer Profesional Free

10 Langkah Menjadi Fotografer Profesional Free – Mengerjakan suatu aktivitas yang juga menjadi hobi tentunya menjadi hal yang menyenangkan. Apalagi jika hobi tersebut adalah pekerjaan sehari-hari. Istilahnya adalah berkerja sambil bermain. Passion Anda bisa tersalurkan dengan baik sehingga pekerjaan pun menjadi lebih antusias dan maksimal.

Saat ini, ada banyak hobi yang ternyata bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah jika ditekuni secara serius. Salah satunya adalah dunia fotografi dan Langkah Menjadi Fotografer. Dengan perkembangan teknologi yang membuat semua aspek berubah serba digital, maka ada peluang besar dibalik bidang fotografi dan jangan hanya melewatkan kesempatan ini begitu saja.

Tapi seperti dalam pekerjaan lain, Anda dituntut untuk menguasai keahlian dan skill dasar fotografi jika tertarik menjadikannya sebagai mata pencaharian. Semakin indah dan estetik foto yang dihasilkan, tentunya juga akan meningkatkan nilai jual Anda sehingga kemudian berpeluang mendapatkan request project dari banyak klien.

Di sinilah letak keunggulan menjadi seorang fotografer. Untuk mencapai level profesional, sebenarnya Anda tidak perlu mengikuti kursus atau pendidikan tertentu. Cukup dengan belajar Langkah Menjadi Fotografer sendiri, kesempatan tersebut tetap terbuka lebar dan bisa dilakukan oleh siapapun tanpa terkecuali.

Namun pastinya ada proses yang harus dilalui dengan serius karena tidak ada hal baik yang bisa didapatkan dengan instan. Tidak mungkin kalian yang baru pertama kali memegang kamera langsung bisa menghasilkan kualitas jepretan yang layak dijual. Untuk itu, wajib hukumnya memahami Langkah Menjadi Fotografer agar ke depannya bisa cepat meraih impian menjadi seorang fotografer handal.

Lalu bagaimana langkah menjadi fotografer profesional tersebut? Supaya tidak semakin penasaran, langsung saja ikuti pembahasan 10 langkahnya di bawah ini. Check this out!

1.    Menyiapkan Modal Kamera

Untuk menjadi seorang gitaris, Anda membutuhkan sebuah gitar yang digunakan saat perform. Bahkan untuk menjadi ojek online juga dibutuhkan sepeda motor agar bisa mengantarkan penumpang sampai tujuan dengan selamat. Hal seperti ini juga berlaku dalam Langkah Menjadi Fotografer.

Untuk mencapai level fotografer profesional, tentunya ada modal yang harus dikeluarkan di awal. Modal tersebut digunakan untuk mendapatkan kamera sesuai spesifikasi yang diinginkan. Namun ternyata banyak orang salah persepsi tentang barang yang satu ini.

Langkah Menjadi Fotografer
Kamera

Mereka yang sama sekali belum pernah belajar Langkah Menjadi Fotografer sering menganggap kamera adalah barang mewah dan harganya mahal. Anggapan ini memang tidak sepenuhnya salah karena memang banyak kamera dengan harga hingga mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Tetapi ternyata ada banyak kamera dengan harga yang cukup terjangkau namun kualitasnya tetap mumpuni. Kamera low end tersebut umumnya berjenis DSLR. Kamera DSLR ini sangat cocok digunakan oleh para pemula karena pengoperasiannya cukup mudah dan fiturnya lengkap.

Atau bisa juga memilih jenis kamera mirrorless karena harganya cukup bersahabat. Yang pasti, Anda harus menyesuaikan dengan target customer dan jenis fotografi yang ingin ditekuni. Kalau ingin fokus ke fotografi portrait saja, maka seharusnyya  kamera DSLR sudah cukup mumpuni.

Tetapi kalau langsung ingin terjun ke fotografi yang lebih spesifik, misalnya makro, landscape, atau wild life, maka spesifikasi lensa dan kameranya juga harus disesuaikan. Saran kami, sebaiknya langsung pilih kamera dengan fitur lengkap dan canggih walaupun harganya sedikit lebih mahal.

Hal ini cukup penting agar dikemudian hari tidak perlu lagi berganti-ganti unit kamera dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Jika sudah profesional, Anda tinggal menyesuaikan jenis lensanya saja sesuai obyek yang dipotret tanpa harus mengutak-atik body kamera.

2.    Memahami Fungsi dan Cara Pakai Kamera

Kalau sudah membeli unit kamera, maka artinya Anda sudah punya senjata utama yang bisa langsung dioperasikan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah Langkah Menjadi Fotografer, meliputi pemahaman tentang cara pakai dan fungsi tiap-tiap komponen kamera.

Di dalam box kamera, sudah ada manual book yang sebaiknya dipahami terlebih dahulu. Cobalah untuk mempelajari semua fitur yang ada. Semakin baik jika ternyata ada teman yang sudah lebih mahir mengoperasikan kamera sehingga bisa dimintai bantuan untuk menjelaskan cara pakainya agar lebih cepat paham.

Penting untuk diingat bahwa masing-masing merk dan jenis kamera punya karakteristik yang berbeda. Sebagai contoh kamera DSLR, mirrorless, dan lomo tentunya beda dari segi pengoperasian. Kemudian kalau Anda sudah cukup paham dengan fungsi fitur dari kamera pribadi, tidak ada salahnya mencoba jenis kamera lain.

Cara ini efektif meningkatkan pengetahuan tentang seluk beluk kamera secara detail. Anda juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang membuat fitur kamera semakin canggih agar bisa menggunakannya dengan tepat dan tidak kalah saing dengan fotografer lain.

3.    Rutin Memotret

Ketika merasa sudah mahir dan paham dengan fungsi masing-masing fitur yang ada di kamera dan Langkah Menjadi Fotografer, maka langsung saja coba digunakan untuk memotret sebuah obyek, baik itu indoor ataupun outdoor. Kalau memang baru pertama kali mencoba, Anda bisa memotret dengan teknik portrait terlebih dahulu.

Bagi yang belum tahu, portrait artinya memotret obyek secara sejajar. Yang biasa digunakan sebagai obyek adalah manusia. Di sini Anda bisa belajar banyak bagaimana cara menentukan fokus lensa agar hasil gambarnya tidak blur. Silahkan ambil gambar sebanyak mungkin sembari tetap amati bagaimana kualitas foto yang dihasilkan.

Anda juga harus bisa memegang kamera dengan benar agar tidak dicap orang sebagai fotografer amatir dengan Langkah Menjadi Fotografer. Hal ini juga penting untuk mengurangi efek goyang ketika memotret yang menyebabkan kualitas gambar tidak maksimal. Jadi carilah posisi pegangan yang paling nyaman dan fleksibel.

Setelah memotret beberapa kali, bandingkan hasilnya dengan pengaturan yang berbeda. Cobalah untuk mengganti settingan dasar seperti ISO, aperture, shutter speed, white balance, fokus lensa, dan lain sebagainya. Dengan begini, Anda menjadi semakin paham fungsi dari fitur tersebut dan tahu letak perbedaannya.

Misalnya saja ketika memotret di lingkungan yang pencahayaanya kurang, atur ISO dan aperture agar obyek tetap jelas. Atau jika mengambil gambar di luar ruangan, atur juga bukaan lensa agar rona dan warnanya tidak berlebih. Anda hanya tinggal rutin belajar fotografi dengan cara berlatih memotret agar insting bisa semakin terasah.

4.    Mengenal Jenis Lensa Lebih Jauh

Untuk sebuah kamera baru, jenis lensa yang biasanya sudah include di dalamnya adalah lensa rentang panjang denga ukuran 18-135 mm. Lensa tersebut bisa digunakan untuk memotret obyek dengan jarak yang jauh karena sudah dilengkapi dengan fitur zoom.

Jadi jangan hanya mempelajari fitur yang ada di body kamera saja, tetapi cobalah untuk berksperimen dengan lensa tersebut. Saran kami, jangan terpaku dengan fitur autofocus saja tetapi berlatihlah untuk mengatur fokus lensa secara manual.

Tujuannya adalah agar Anda terbiasa untuk memainkan cincin fokus yang ada di lensa. Bahkan beberapa fotografer menyebut fokus manual bisa menghasilkan foto yang lebih otentik karena Anda sendirilah yang akan mengatur obyek mana yang ingin ditonjolkan.

Fokus gambar adalah aspek krusial ketika belajar fotografi, jadi wajib hukumnya untuk dikuasai. Jangan sampai ketika mengerjakan project dari klien justru hasilnya blur dan fokusnya tidak jelas. Hal semacam ini merupakan mimpi buruk untuk para fotografer karena bisa menurunkan kredibilitasnya di mata klien.

Atau jika ingin semakin mahir, tidak ada salahnya mencoba belajar menggunakan lensa fix. Jenis lensa yang satu ini tidak bisa di zoom sehingga jaraknya konstan.  Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan ketika seorang fotografer memotret menggunakan sebuah lensa fix.

Pertama adalah lebih aktif untuk bergerak karena untuk mendapatkan detail yang jelas, Anda sendirilah yang harus mendekati obyek. Kemudian juga menjadi terbiasa untuk memotret dalam berbagai angle dan semakin peka mengenai ketepatan, fokus, dan posisi obyek dan juga memahami Langkah Menjadi Fotografer.

5.    Memaksimalkan Obyek dan Komposisi Foto

Yang menjadi faktor pembeda antara fotografer amatir dan profesional salah satunya adalah kemampuan untuk memaksimalkan obyek dan komposisi foto juga Langkah Menjadi Fotografer. Artinya dari sebuah obyek yang sama seorang fotografer profesional bisa memunculkan sisi lain dan kesan tersendiri.

Kemampuan seperti ini tentunya tidak hadir begitu saja. Anda hanya bisa mendapatkannya dengan belajar fotografi secara rutin dan teratur. Meskipun menggunakan kamera dengan harga ratusan juta rupiah, kalau masih belum bisa memaksimalkan obyek foto tentu hasilnya jauh dari kata maksimal.

Elemen garis dan warna adalah aspek penting dalam fotografi. Sebisa mungkin Anda harus mampu mengkombinasikan rona warna agar pesan dalam foto tersampaikan. Serta bagaimana cara untuk memotret obyek yang jika dilihat langsung nampak biasa saja namun bisa terlihat menarik dalam foto.

Faktor penentunya adalah insting dan kreativitas. Hal ini jugalah yang menentukan nilai jual Anda. Jadi usahakan untuk selalu membawa kamera setiap Anda bepergian. Siapa tahu dalam perjalanan terdapat obyek menarik yang bisa diabadikan sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana melatih kemampuan memaksimalkan insting fotografi.

6.    Menemukan Ciri Khas

Umumnya, masing-masing fotografer punya nilai plus tersendiri untuk kemudian dijadikan alat promosi dan Langkah Menjadi Fotografer yang berbeda. Nilai plus tersebut erat kaitannya dengan ciri khas. Maka dari itu, sebisa mungkin Anda dituntut untuk bisa menampilkan foto yang unik dan beda dari kebanyakan fotografer lain agar bisa dicap profesional.

Hal tersebut pada akhirnya ditentukan oleh passion. Ciri khas foto juga bisa dijadikan jalur karir. Misalkan Anda adalah orang yang suka travelling, maka fotografi landscape bisa dijadikan ciri khas. Atau kalau Anda tertarik di bidang kuliner, food photography seharusnya cocok digunakan sebagai pilihan karir.

Yang pasti, kemampuan menampilkan sisi lain dari sebuah obyek adalah kemampuan mahal dan tidak dimiliki oleh sembarangan fotografer. Jadi teruslah belatih dan jangan berhenti memotret sampai Anda menemukan passion dalam fotografi juga Langkah Menjadi Fotografer untuk kemudian bisa dijadikan ciri khas.

7.    Berani Mencoba Hal-Hal Baru

Dalam berbagai bidang pekerjaan, zona nyaman adalah hal yang berbahaya. Jika sampai terjebak, bisa-bisa kemampuan Anda akan stagnan dan tidak berkembang sama sekali. Maka dari itu, jangan takut untuk mencoba hal-hal baru yang sekiranya punya efek positif.

Analogi tersebut juga berlaku ketika sedang belajar fotografi. Jika sudah mahir dalam satu teknik dasar fotografi dan menemukan Langkah Menjadi Fotografer, jangan lantas berhenti dan cobalah untuk belajar teknik lain. Cara seperti ini efektif untuk mengasah ketrampilan dan juga memperluas kesempatan mendapatkan project dari banyak klien.

Intinya, jangan cepat puas. Misalkan sudah ahli memotret obyek diam, jangan ragu mencoba bermain dengan obyek bergerak. Nantinya Anda akan belajar banyak teknik baru yang sebelumnya tidak diketahui.

Atau bisa juga berlatih dengan metode sering mengubah angle foto ketika mengambil gambar agar tidak dicap sebagai fotografer yang monoton dan membosankan. mencoba hal baru merupakan Langkah Menjadi Fotografer yang paling penting.

8.    Membeli Peralatan Pendukung

Ketika merasa kemampuan dasar fotografi yang dimiliki sudah cukup mumpuni dan sudah menguasai Langkah Menjadi Fotografer, Anda bisa melebarkan sayap dengan cara membeli peralatan pendukung. Contohnya seperti monopod, tripod, light stand, payung reflektor, background, dan alat-alat yang lainnya.

Berbagai alat tersebut sebenarnya sudah harus dimiliki saat mulai ada pesanan project dari klien, misalnya saja mengabadikan event pre wedding dan pernikahan. Banyaknya project yang dikerjakan mengindikasikan bahwa orang-orang sudah menganggap Anda sebagai fotografer profesional dan layak dipilih.

Tidak perlu membelinya sekaligus, sesuaikan saja dengan modal yang dimiliki serta gunakan skala prioritas. Belilah alat yang sekiranya penting terlebih dulu misalkan tripod. Jika sudah mempunyai semua alat pendukung tersebut, maka bisa lebih dikembangkan lagi dengan menyewa tempat untuk digunakan sebagai studio foto.

9.    Belajar Software Editing

Langkah berikutnya ini tidak kalah penting untuk dipelajari dari Langkah Menjadi Fotografer agar bisa disebut fotografer profesional karena termasuk dalam dasar fotografi. Untuk mendapatkan hasil foto kualitas terbaik, haruslah melalui proses editing terlebih dahulu. Maka dari itu, belajar software editing mau tidak mau harus Anda lakukan.

Mulailah pelajari software dasar fotografi yang paling sering dipakai, misalnya Adobe Photoshop, GIMP, atau Corel Draw. Anda bisa belajar secara otodidak dengan cara mencari tutorialnya via Youtobe atau jika ingin lebih cepat dan terarah, tidak ada salahnya mengikuti kursus editing.

Kursus semacam ini sudah banyak tersedia dan biasanya yang berperan sebagai tutor adalah fotografer profesional dan berpengalaman. Dengan kemampuan mengolah foto yang baik, meskipun hasil jepretan Anda tergolong biasa saja tetapi hasil akhirnya bisa sangat memuaskan dengan sentuhan editing berkelas sesuai kebutuhan.

10.Branding dan Promosikan Diri

Sebagai Langkah Menjadi Fotografer terakhir, Anda hanya tinggal membuat branding dan promosikan hasil karya pribadi kepada orang lain. Cara paling efektif dan murah yaitu menggunakan media sosial dan website sebagai media promosi agar orang-orang bisa dengan mudah mengaksesnya.

Buatlah tampilan dan branding produk yang menarik. Pilih hasil foto terbaik untuk ditampilkan dalam platform tersebut agar kesan yang muncul adalah Anda seorang fotografer profesional. Jangan lupa untuk membuat desain situs dan media sosial yang ciamik karena first impression adalah hal penting dalam dunia marketing.

Anda juga bisa meminta bantuan teman-teman terdekat untuk membantu promosi di media sosial mereka. Cantumkan juga apa saja jenis fotografi yang Anda layani, misalnya saja event wisuda, pernikahan, atau bisa juga menyesuaikan request customer.

Poin pentingnya, jangan pernah mengecewakan customer yang sudah memberikan kepercayaan. Selalu berikan hasil foto terbaik karena bisa jadi jepretan Anda akan dikenang sepanjang hidup mereka.

Jika sudah banyak mendapatkan review positif, jangan heran kalau ke depannya jasa foto yang Anda miliki semakin berkembang dan bisa dijadikan mata pencaharian utama.

Itulah penjelasan mengenai 10 langkah menjadi fotografer profesional yang harus Anda tahu jika memang tertarik mendalaminya lebih jauh. Semakin cepat mencoba, tentu semakin baik karena dunia fotografi memiliki prospek cerah di era digital seperti sekarang.

Intinya, jangan pernah takut belajar teknik fotografi karena siapa tahu sebenarnya di bidang inilah bakat Anda miliki akan semakin berkembang. Itulah beberapa Langkah Menjadi Fotografer yang bisa Anda coba untuk menjadi seorang photografer profesional.

Semoga bermanfaat!

Belajar Dasar Fotography Bagi Pemula

Belajar Dasar Fotography Bagi Pemula – Fotographi merupakan salah satu seni yang saat ini cukup banyak peminatnya. Banyak pemula yang menyebut dirinya fotographi dan mengoleksi berbagai kamera, namun tidak semua pemula tersebut menguasai kemampuan untuk mengambil gambar sesuai dengan teknik fotography.

Seni fotography memang terdengar mudah namun nyatanya bayak dasar yang harus dimiliki oleh para pelakunya. Sebelum membahas dasar-dasar dari photographi mari kita bahas kesulitan dari seni yang satu ini terlebih dahulu

Membutuhkan Kemampuan Pengambilan Angle

Mungkin hampir semua pelaku seni atau seniman harus memiliki intuisi atau feeling dalam menjalani suatu seni. Begitu juga dengan photografi, semua pelakunya harus memiliki feeling dalam pengambilan angle sehingga menghasilkan foto yang terbaik.

Hal ini tentu bersangkutan dengan bakat, namun yang tidak semua yang memiliki bakat dalam pengambilan angle bisa lebih baik dari yang tidak memiliki bakat. Kemampuan mengambil angle yang bagus juga bisa di asah dengan cara berlatih.

Banyak photografer yang sebelumnya tidak memiliki bakat, namun terus mengasah kemampuannya sehingga menjadi seorang photografer profesional yang mendapatkan banyak tawaran dari berbagai perusahaan.

Hal tersebut dikarenakan mereka terus mengasah kemampuannya, banyak juga orang yang memiliki bakat di photografi namun tidak pernah mengasah bakatnya dan hanya di jadikan hobi saja.

Dari kasus tersebut membuktikan bahwa seni photografi bukan hanya dari bakat namun juga dari kemauan dan juga tekad yang kuat.

Membutuhkan Modal Yang Cukup Besar

Menjadi seorang photografer atau seorang yang menggeluti di bidang seni photografi selain harus memiliki bakat dan kemampuan dalam mengambil angle, juga harus memiiki modal yang cukup.

Pasalnya, peralatan yang harus mereka miliki cukup mahal, seorang photografer profesional bahkan bisa menghabiskan modal hingga sebesar 100 juta rupiah lebih untuk membeli perlengkapan yang mereka butuhkan.

hal tersebut membuktikan bahwa photografi bukanlah seni yang murah sehingga banyak photografer profesional yang memasang tarif selangit kepada para kliennya. Dari perlengkapannya saja sudah bisa dilihat modal yang harus mereka keluarkan.

Ditambah kemampuan mengambil gambar yang mereka sudah asah hingga bertahun-tahun, hal tersebut tidaklah mudah. Jadi sebelum Anda memutuskan untuk menjadi seorang photografer, perhatikan modal yang Anda miliki.

Walau begitu, saat ini banyak orang yang mengasah kemampuannya dengan mengambil angle terbaik menggunakan perlengkapan seadanya, hal tersebut tentunya menjadi angin sejuk di bidang yang satu ini. Banyak kompetisi yang mengharuskan para photografer mengambil gambar terbaiknya menggunakan kamera dan perlengkapan seadanya.

Harus Memiliki Kemampuan Membuat Konsep

Menjadi seorang photografer juga sama seperti layaknya seniman lain. Photografer harus memiliki kemampuan dalam membuat konsep sehingga mereka tahu tema apa yang harus dimiliki. Hal tersebut membuat para photografer pemula akhirnya memilih mengambil kelas khusus untuk belajar cara membuat konse foto yang baik.

Untuk mengambil kelas khusus tersebut tidaklah murah, karena materi yang diajarkan sangat mendalam sehingga biasanya para lulusan kelas tersebut sudah mampu membuat konsep foto yang baik dan juga benar.

Banyak para photografer profesional yang memulai karirnya dengan menjalani kelas khusus photografi. Walau biaya yang harus dikeluarkan cukup besar, namun mereka bisa mendapatkan banyak ilmu untuk karir mereka kedepannya.

Saat ini banyak instansi atau organisasi pendidikan yang memiliki kelas khusus photografi sehingga banyak juga photografer pemula yang lulus dan mendapatkan sertifikat juga wawasan baru dalam membuat konsep di bidang photografi.

Terus Menambah Pengalaman

Untuk menjadi seorang photografer profesional, tentunya hal utama yang harus dilakukan adalah menambah pengalaman, karena seperti yang kita ketahui, pengalaman merupakan guru terbaik.

Pengalaman bisa menambah kemampuan dan juga skill dalam mengambil foto. Maka tak sedikit photografer profesional yang dulunya hanya dibayar sekian ratus ribu saja untuk job yang berat. Walau sempat lelah diawal, namun mereka bisa menuai hasil yang memuaskan di akhir.

Jangan terlalu sombong untuk mengambil job yang murah tapi melelahkan, bagi para pemula hal tersebut bisa menambah pengalaman dan juga mengasah kemampuan dalam pengambilan foto.

Selain dari mengambil job, Anda juga bisa menambah pengalaman dengan terus mengasah kemampuan Anda. Misalnya, mengabil foto pemandangan denga berbagai angle yang berbeda, mengambil foto kawan atau keluarga Anda aau mungkin mengambil foto dari benda di dekat Anda.

Walau terlihat sederhana, faktanya banyak photografer profesional yang dulunya malah melatih kemampuannya dengan cara tersebut.

Jadi jangan sampai Anda menganggap remeh hal tersebut. Dengan mengambil kelas photografi, belum tentu Anda bias menjadi seorang photografer profesional, semua bisa Anda dapatkan dengan mendapatkan banyak pengalaman dan juga terus berlatih.

Nah itu beberapa yang mungkin menjadi kesulitan dalam menjalani seni photografi. Setelah Anda paham mengenai beberapa poin diatas, maka selanjutnya kita akan membahas mengenai dasar-dasar photografi.

Belajar dasar fotography Dalam Dunia Photografi

Untuk mendapatkan hasil foto yang terbaik dan menjadi sebuah karya yang bisa dinikmati banyak orang tentunya bukan hanya dalam pemilihan objek saja, tapi ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Ada 4 unsur penting yang harus Anda perhatikan sebelum mengambil sebuah foto dan menjadikan karya seni yang indah. Berikut 4 unsur yang harus Anda perhatikan :

  • Efek Gerak
  • Komposisi
  • Pencahayaan
  • Fokus & Ruang Tajam

Keempat unsur diatas harus Anda pahami sehingga Anda bisa mendapatkan hasil foto yang sangat bagus dan bisa Anda jadikan sebagai patokan dalam mengambil foto yang bagus. Berikut penjelasan dari keemoat unsur diatas.

efek gerak di sepeda

Efek Gerak

Dengan adanya sebuah efek gerak pada sebuah foto di seni photografi, maka karya tersebut terlihat seolah hidup. Ada beberapa istilah dalam efek gerak di seni photografi yakni Show Action atau gerakan lambat, efek Panning atau sebuah gerakan yang mengikuti objek, dan yang terakhir adalah stop action atau gerakan cepat sehingga objek terlihat terbekukan.

komposisi pada foto

Komposisi

Komposisi tentunya bisa membantu sebuah ekspresi dan juga keindahan pada sebuah susunan di foto. Komposisi didalam ilmu photografi ialah bentuk, warna, tekstur, bidang format, kesimbangan proporsi, sudut pandang dan lain sebagainya. Lewat sebuah komposisi yang dirasa sangat tepat, maka nantinya foto tak akan terlihat datar atau flat, akan tetapi akan menjadi foto yang memiliki dimensi.

Komposisi adalah sebuah jalan yang sangat mudah untuk bisa menambaj kemampuan dalam seni photografi. Karena dengan menggunakan komposisi yang baik ketika pengambilan foto, maka hasilnya pun akan semakin baik.

pencahayaan dari belakang

Pencahayaan

Dalam dunia photografi, sumber cahaya yang bisanya digunakan adalah cahaya yang diberikan oleh alam seperti bulan, matahari, bintang, kunang-kunang dan lain sebagainya dan juga cahaya buatan seperti sebuah lampu, sebuah lilin, sebuah senter, api pada obor, api yang ada pada api unggun, lampu blitz, lampu yang ada di studio dan juga sumber cahaya buatan lainnya.

Sedangkan pada pencahayaan photografi, ada lima arah cahaya yang bisa di dapatkan, yakni cahaya yang berasal dari depan, cahaya yang berasal dari samping, cahaya yang berasal dari atas, cahaya yang berasal dari bawah dan juga cahaya yang berasal dari belakang.

Setiap arah cahaya tersebut akan menghasilkan foto yang estetis dan juga menimbulkan efek yang berbeda dapa sebuah foto. Oleh karena itu perhatikan cahaya sebelum Anda mengambil sebuah foto.

fokus blur latar belakang

Efek Dan Ruang Tajam

Fokus tentunya bisa membuat sebuah foto atau gambar yang terlihat penting menjadi lebih optimal. Lewat sebuah fokus, maka akan terlihat apa saja yang nantinya menjadi sebuah topik di dalam sebuah gambar atau foto.

Dengan fokus juga lah Anda bisa memberikan kesan yang sangat mendalam di sebuah foto yang Anda ambil, Anda bisa membuat efek blur pada latar yang ada di depan maupun di belakang.

Dengan cara mengatur kedalam sebuah ruang, Anda juga bisa membanu pembentukan sebuah dimensi pada gambar. Nantinya subjek foto pun akan terlihat lebih menarik dan juga ekspresinya lebih terlihat, dan yang paling penting informasi pada foto tersebut juga bisa disampaikan dengan baik.

Itulah penjelasan singkat mengenai kesulitan dan juga kemudahan di bidang seni photografi berikut dengan dasar-dasarnya. Anda bisa mencari refferensi lainnya dan juga berbagi informasi dengan kami.