Penjelasan Teknik Dasar Saat Belajar Fotografi

Fotografi adalah seni yang muncul sejak ratusan tahun lalu. Semakin kesini, fotografi sudah mengalami perkembangan signifikan. Jika dulunya dibutuhkan peralatan yang rumit dan ukurannya besar hanya untuk mengabadikan sebuah gambar, kini cukup dari smartphone saja Anda sudah bisa menghasilkan foto dengan resolusi tinggi.

Karena perkembangannya inilah fotografi menjadi salah satu kegiatan yang layak dijadikan hobi. Di era serba digital seperti sekarang, Anda seharusnya pintar melihat peluang. Sebagai pilihan karir, fotografi bisa dijadikan opsi dengan prospek yang menjanjikan.

Baca Juga : prediksirembulan.com

Bayangkan saja, dari suatu kegiatan yang Anda sukai nantinya bisa mendapatkan penghasilan dengan nominal yang mencukupi. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika Anda mulai belajar fotografi dari sekarang.

Tetapi agar bisa menghasilkan foto yang menarik dan dilirik banyak orang, teknik dasar adalah hal yang wajib dikuasai. Lalu apa saja teknik dasar tersebut? Berikut penjelasannya secara lengkap.

Teknis Dasar Belajar Fotografi

1.     Zooming

Teknik yang satu ini harusnya sudah tidak asing bagi Anda. Fungsi zooming adalah membuat obyek yang berada di kejauhan terlihat lebih dekat. Di sini yang berperan penting adalah kemampuan lensa. Jika lensa kamera Anda memiliki ukuran millimeter yang lebih besar, maka kemampuan zooming-nya semakin mumpuni.

Contoh lensa yang bisa diandalkan untuk memotret obyek jauh adalah telephoto. Lensa ini cocok digunakan fotografer outdoor, misalnya memotret pemandangan alam. Untuk hasil foto yang lebih stabil, sebaiknya manfaatkan tripod saat mengutak-atik zooming kamera.

2.     Freezing

Freezing adalah teknik memotret sebuah benda dengan kecepatan gerak tinggi. Hasil fotonya yaitu obyek tersebut terlihat seolah membeku. Butuh banyak latihan agar Anda bisa mendapatkan teknik freezing yang presisi. Contoh obyek yang bisa dijadikan sarana latihan adalah kendaraan di jalanan.

Atau bisa juga dengan memotret atlet di lapangan, misalnya pesepakbola atau atlet lari. Nantinya, obyek utama akan terlihat jelas dan berperan sebagai point of interest sedangakan background-nya cenderung blur.

3.     Teknik Makro

Jika sebelumnya sudah dibahas tentang zooming yaitu membuat obyek di kejauhan terlihat dekat, teknik makro sebenarnya memiliki pengertian yang tidak berbeda jauh. Bedanya, teknik ini digunakan untuk memoret obyek yang jaraknya dekat dengan tujuan membuatnya terlihat semakin jelas.

Kekuatan teknik makro adalah detail dan tekstur obyek yang jernih. Contoh obyek foto yang bisa digunakan sebagai sarana latihan teknik makro misalnya binatang kecil atau bunga dengan warna menarik. Fotografi makro cukup banyak mendapatkan atensi orang karena bisa memunculkan kesan dan sisi lain dari obyek tertentu.

4.     Teknik Siluet

Secara harfiah, siluet berarti bayangan. Jadi teknik foto yang satu ini membuat obyek utama terlihat seperti bayangan. Dalam proses belajar fotografi, siluet merupakan teknik dasar yang harus dikuasai karena mempraktekkanya tidaklah terlalu sulit.

Baca Juga : Situs Prediksi Angka Togel

Yang menjadi faktor penentu adalah arah sumber cahaya. Untuk mendapatkan foto siluet, arahkan lensa kamera berlawanan dengan datangnya sinar matahari. Nantinya, obyek utama foto akan terlihat gelap sedangkan background belakangnya nampak samar-samar.

Itulah 4 teknik dasar yang harus Anda kuasai ketika belaar fotografi. Bagi para pemula, teknik tersebut sebenarnya tidak terlalu sulit, asalkan rutin berlatih dan tidak takut mencoba hal-hal baru. Anda bisa menggunakan kamera smartphone ataupun DSLR ketika berlatih. Ingat, semakin cepat Anda mencoba maka ketrampilan mengoperasikan kamera juga akan semakin terasah. Jadi, langsung saja cari obyek foto terbaik, guys!

Efektif dan mudah Tutorial Belajar Fotografi

Efektif dan mudah Tutorial Belajar Fotografi – Kegiatan memotret atau mengambil foto tentuntya menjadi hal yang sudah tidak asing lagi bagi Anda semua. Semakin berkembangnya media sosial dan internet membuat banyak orang berlomba-lomba untuk mengabadikan sebuah momen dan kemudian diposting sebagai alat menunjukkan eksistensi diri.

Tentu dunia fotografi tidak hanya sebatas itu. Masih ada banyak unsur dan aspek lain yang harus dipelajari jika memang tertarik untuk menjadi seorang fotografer handal. Jika Anda bisa menghasilkan foto yang bagus dan komposisinya menarik, bukan tidak mungkin ada tawaran mengerjakan project dari orang lain.

Namun sebelum mencapai tahap tersebut, ada berbagai proses pembelajaran yang harus Anda lewati. Untuk itu, dalam artikel ini akan dijelaskan tutorial belajar fotografi yang mudah dan efektif sehingga keinginan Anda untuk menjadi fotografer profesional bisa lebih mudah terwujud.

Daripada semakin penasaran, langsung saja simak pembahasannya berikui ini. Check this out!

Tutorial Belajar Fotografi Mudah dan Efektif

1.     Mencoba Berbagai Perspektif Foto

Syarat pertama untuk menjadi seorang fotografer handal adalah mampu mengoperasikan kamera sesuai fungsinya. Setelah mencapai tahapan tersebut, maka Anda harus berani untuk mencoba berbagai perspektif foto yang bervariasi dan jangan terpaku pada satu teknik saja.

Perspektif yang dimaksud meliputi banyak hal, misalnya saja angle foto, posisi ketika memotret, serta obyek target. Sebagai contoh jika sudah mahir memotret dengan posisi berdiri, sesekali ubahlah perspektif dengan cara memotret sambil jongkok.

Walaupun terlihat mudah, Anda tidak akan berhasil menghasilkan foto yang bagus jika tidak mempelajarinya. Cara memotret yang variatif tersebut nantinya bisa menciptakan sebuah karya foto yang tidak biasa. Pada akhirnya, karya tersebut akan punya nilai lebih di mata orang lain dan sangat mungkin dihargai mahal.

2.     Menciptakan Konsep yang Unik dan Menarik

Selain teknik, konsep adalah aspek yang tidak boleh dikesampingkan dalam dunia fotografi agar efektif. Yang dimaksud konsep adalah ide basic yang kemudian bisa dikembangkan sedemikian rupa dan mampu menceritakan makna foto tersebut. Tanpa konsep yang jelas, bisa jadi foto yang Anda hasilkan menjadi tanpa makna dan terlihat biasa saja.

Ada banyak konsep yang bisa Anda coba. Misalnya saja classic, vintage, glamour, dan siluet. Sebagai contoh konsep classic akan membawa orang-orang yang melihat sebuah foto akan bernostalgia ke masa lalu. Rona warna yang dipilih biasanya adalah sephia atau black and white.

Jangan lupa untuk menambahkan properti pendukung seperti wardrobe dan barang-barang tempo dulu agar hasil foto lebih orisinil dan efektif. Jadi tinggal pilih saja konsep yang ingin Anda usung dan pastikan maknanya tersampaikan dengan baik kepada orang yang menikmati karya tersebut.

3.     Belajar Teknik Panning

Toturial belajar fotografi yang terakhir ini berkaitan dengan teknik panning. Teknik ini digunakan ketika Anda sedang memotret sebuah obyek yang bergerak, misalnya kendaraan atau hewan dengan gerak cepat. Panning harus bisa Anda kuasai dan efektif jika memang ingin dianggap sebagai fotografer profesional.

Karakteristik foto yang menggunakan teknik panning yaitu tajam untuk obyek utamanya sedangkan background-nya dibuat blur. Ada berbagai cara yang bisa dicoba, misalkan mengatur waktu shutter speed, memanfaatkan fitur autofocus, atau dengan bantuan tripod agar hasil foto lebih stabil.

Tutorial belajar fotografi ini tidak ada gunanya jika Anda hanya diam saja. Maka dari itu, segera cari obyek menarik agar bisa diabadikan dalam kamera dan digunakan sebagai sarana latihan. Tunggu apalagi, guys?

Cara Belajar Fotografi Mulai dari Dasar

Mungkin Anda sering bertanya-tanya, sebenarnya bagaimana cara belajar fotografi yang cocok untuk orang awam? Bisa dibilang tidak terlalu sulit, asalkan Anda tekun dan mempelajarinya step by step. Jangan berharap bisa menghasilkan foto yang layak dijual jika aspek dasar fotografi saja belum dikuasai.

Untuk itu, simak dulu penjelasan cara belajar fotografi mulai dari dasar dalam poin-poin di bawah ini, guys!

Belajar Fotografi Mulai dari Dasar

1.     Tentukan Role Model

Dalam proses menekuni bidang apapun, Anda sebaiknya menentukan seorang mentor atau role model yang nantinya dijadikan pedoman. Misalnya saja seorang pemain sepakbola menjadikan Lionel Messi sebagai sosok idola dan berharap suatu hari bisa menyamai level permainannnya.

Ketika sedang belajar fotografi, sosok seperti ini juga diperlukan. Gunanya adalah untuk dijadikan refrensi dan contoh dalam berkarya. Tentunya bukan bermaksud plagiasi. Istilahnya adalah learning from the master. Cobalah amati bagaimana cara role model Anda tersebut bisa menghasilkan foto yang indah.

Jika sudah mendapatkan formulanya, meliputi kamera yang digunakan serta teknik pengambilan foto, maka Anda bisa meniru dan memodifikasinya. Baru kemudian tentukan ciri khas karya sendiri sehingga bisa memproduksi foto yang orisinil dan tidak sekedar ikut-ikutan tren yang sedang booming saja.

2.     Jangan Terobsesi dengan Kamera Mahal

Tidak bisa dipungkiri bahwa kamera adalah alat utama dalam dunia fotografi. Tetapi bukan berarti untuk menghasilkan foto yang bagus harus memakai kamera mahal. Persepsi seperti ini sebaiknya mulai Anda buang jauh-jauh. Jika masih dalam tahap belajar, kamera jenis apapun layak digunakan.

Kalau memang belum punya budget untuk membeli kamera DSLR atau mirrorless, jangan ragu belajar fotografi menggunakan kamera smartphone. Di sini Anda bisa belajar tentang sudut yang pas ketika memotret sebuah obyek serta memahami aspek pencahayaan.

Kamera smartphone juga sudah dilengkapi dengan fitur zoom dan autofocus sehingga Anda bisa tahu banyak tentang aspek point of interest dan fokus obyek. Barulah ketika sudah merasa yakin untuk mengenal dunia fotografi lebih jauh, sisihkan sedikit dana untuk membeli kamera yang lebih proper.

Anggap saja pembelian tersebut sebagai investasi. Ketika sudah mencapai evel profesional dan mendapatkan kepercayaan untuk mengerjakan pesanana project dari klien, uang yang Anda dapatkan nilainya bisa puluhan kali lipat dari harga kamera tersebut.

3.     Sering Bergaul dengan Fotografer Lain

Jangan pernah minder untuk berguru kepada teman atau siapapun yang sudah lebih dulu mendalami dunia fotografi. Daripada belajar fotografi sendiri, tentu lebih efektif jika melewati proses tersebut bersama mereka yang sudah ahli dalam hal pengoperasian kamera.

Saat ini sudah banyak komunitas fotografi di setiap daerah. Mereka biasanya punya agenda explore tertentu, misalkan pergi ke suatu tempat yang mempunyai banyak spot foto menarik. Dengan bergabung di circle pergaulan seperti ini, Anda akan belajar banyak hal dengan cepat.

Contohnya seperti pengaturan kamera, teknik foto terbaru, hingga cara memaksimalkan komposisi. Menariknya lagi, dalam komunitas tersebut juga jamak terjadi jual beli barang atau akesoris yang berhubungan dengan kamera. Efek positifnya adalah Anda bisa mendapatkan barang dengan harga lebih terjangkau.

Itulah cara belajar fotografi mulai dari dasar yang sudah banyak dipraktekkan orang dan terbukti efektif. Intinya, teruslah belajar baik itu dari tutorial di Youtube atau langsung ke ahlinya. Semakin sering memegang kamera, maka ketrampilan Anda pastinya juga akan terus bertambah.

Belajar Fotografi Secara Otodidak

Belajar Fotografi Secara Otodidak – Jika Anda merasa punya banyak waktu luang, jangan ragu untuk belajar hal-hal baru yang bisa meningkatkan kemampuan dalam bidang tertentu. Salah satu yang layak dicoba adalah belajar fotografi. Bidang ini beberapa tahun terkahir cukup hits dan banyak dipilih orang sebagai hobi atau bahkan jalan karir.

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk belajar fotografi. Selain mengikuti kelas pelatihan resmi dan kursus, Anda juga bisa belajar secara otodidak. Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan trik belajar secara otodidak agar tidak salah langkah dan bisa memahaminya dengan cepat.

Daripada berlama-lama, langsung saja simak pembahasan trik belajar fotografi secara otodidak yang bisa langsung Anda praktekkan berikut ini.

Belajar Fotografi Otodidak

1.     Carilah Point of Interest

Salah satu unsur dasar ketika sedang belajar fotografi adalah fokus utama pada foto atau lebih dikenal dengan istiah point of interest. Hal ini berperan sebagai inti dari sebuah foto karena mengandung makna yang ingin disampaikan kepada masyarakat umum.

Jadi selalu gunakan prinsip point of interest ketika mengabadikan sebuah obyek. Jangan meninggalkan banyak ruang kosong dalam foto yang diambil karena akan dilihat orang sebagai karya seni yang tidak efektif dan juga maknanya menjadi bias.

Trik yang bisa dipraktekkan yaitu dengan aktif mendekatkan obyek foto, bisa menggunakan fitur zoom atau juga berjalan mendekati obyek secara langsung. Dengan begini, setiap obyek akan terlihat fokus dan makna dari setiap foto bisa ter-deliver dengan baik kepada siapapun yang melihat.

2.     Perhatikan Arah Sumber Cahaya

Ketika sedang memotret obyek di luar ruangan, jangan lupa untuk memperhatikan darimana sumber cahaya matahari berasal. Faktor ini sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kualitas foto yang dihasilkan. Jadi poin arah sumber cahaya harus dipahami di awal ketika Anda mulai belajar fotografi.

Untuk mendapatkan foto obyek yang jelas dan jernih, maka arahkan lensa sejajar dengan datangnya sinar matahari. Tetapi kalau Anda tertarik mecoba hasil karya siluet, tinggal posisikan arah lensa berlawanan dengan sinar matahari.

Ketika sudah memahami hal tersebut, Anda tinggal sesuaikan dengan hasil foto yang ingin didapatkan. Jangan sampai niat awal ingin mendapatkan foto yang jelas justru hasilnya berkebalikan.

3.     Kenali Kamera Lebih Dekat

Dalam proses belajar fotografi, mau tidak mau Anda harus mengenal kamera dengan detail karena alat inilah yang akan selalu digunakan untuk mengabadikan sebuah obyek, entah itu manusia, barang, ataupun pemandangan.

Mulailah dengan mengutak-atik pengaturan default di kamera misalkan ISO, aperture, white balance, shutter speed, dan lain sebagainya. Resiko terburuk jika Anda kurang paham dengan pengaturan kamera adalah melewatkan momen-momen penting yang seharusnya terekam kamera.

Jadi sebelum mulai memotret, atur dulu settingan kamera sesuai lokasi, misalnya untuk indoor ataupun outdoor. Ketika nanti menemukan obyek menarik, Anda tidak perlu lagi sibuk mengubah pengaturan dan bisa segera mengabadikannya.

Setelah memahami trik belajar fotografi secara otodidak tersebut, Anda bisa segera mengambil kamera dan mencari obyek foto yang menarik. Jika memang belum mempunyai kamera sendiri, sebaiknya pinjam dulu ke teman atau bisa juga menyewa di tempat rental kamera.

Barulah ketika merasa dunia fotografi cocok dengan passion Anda, tidak ada salahnya membeli unit kamera baru agar proses belajar bisa lebih fokus dan terarah. Siapa tahu dari yang awalnya hanya iseng belajar fotografi justru nantinya bisa dijadikan pilihan karir yang menjanjikan.

Menghasilkan Foto yang Estetik

Menghasilkan Foto yang Estetik – Belakangan ini, seni foto sedang banyak digandrungi khususnya oleh anak-anak muda. Fenomena ini sedikit banyak dipengaruhi oleh perkembangan media sosial yang semakin pesat. Orang-orang kini ingin tampil eksis di media sosial dengan tujuan mendapatkan engagement rate tinggi.

Salah satu cara yang ditempuh untuk meraih tujuan tersebut yaitu dengan memposting foto estetik di media sosial sehingga banyak mendapatkan like. Namun apakah Anda tahu kalau ternyata ada banyak langkah mudah untuk menghasilkan foto estetik tanpa harus membeli kamera atau peralatan lain yang harganya mahal?

Bahkan cara tersebut langsung bisa dipraktekkan saat ini juga. Jadi, sebaiknya simak dulu penjelasan langkah mudah menghasilkan seni foto yang esteteik dalam poin-poin di bawah ini.

Langkah Menghasilkan Foto Estetik

1.     Memanfaatkan Cahaya Natural

Untuk membuat karya seni foto yang estetik, unsur pencahayaan adalah hal krusial. Sebuah foto yang banyak disukai orang haruslah mempunyai komposisi foto yang pas dan obyeknya jelas. Untuk itu, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu dengan memanfaatkan cahaya natural.

Dengan kata lain, jangan hanya mengandalkan bantuan lampu flash kamera saja. Justru cahaya natural seperti cahaya matahari lebih bisa diandalkan untuk menghasilkan seni foto estetik. Obyek yang Anda potret akan terlihat jelas, apalagi jika mengambil foto di suasana outdoor.

Selain itu, waktu yang cocok untuk mendapatkan foto bagus adalah pada saat senja. Anda bisa mengabadikan obyek dengan pencahayaan remang dan rona warna yang berbeda. Jadi, cobalah untuk lebih meng-explore tempat-tempat dengan view sunset terbaik agar punya banyak kesempatan memotret foto estetik.

2.     Mencoba Berbagai Sudut Foto

Poin utama yang sering dilihat untuk menentukan apakah seorang fotografer dianggap profesional atau tidak adalah angle ketika mengambil gambar. Kalau sudut foto hanya monoton, maka karya seni foto Anda akan dianggap biasa saja dan membuat cepat bosan.

Jadi cobalah untuk mengatur angle sekreatif mungkin, bisa dari atas, bawah, atau samping posisi target foto. Yang perlu diingat, setiap obyek biasanya punya sudut yang berbeda. Jadi jangan cepat puas ketika sudah merasa mendaptkan angle foto yang bagus dan teruslah berinovasi agar insting seni foto semakin terasah.

Intinya, semakin unik foto yang Anda hasilkan nantinya akan membuat orang-orang semakin tertarik. Apalagi jika ditambah dengan komposisi warna dan obyek yang sesuai, Anda tidak perlu ragu memposting foto estetik tersebut di media sosial pribadi.

3.     Menjadikan Properti di Rumah Sebagai Obyek Seni Foto

Anda tidak perlu harus selalu keluar rumah demi mendapatkan foto yang menarik. Malah bisa jadi barang atau properti yang ada di rumah bisa dimanfaatkan sebagai obyek foto. Bisa dimulai dengan memotret outfit pribadi seperti kacamata, baju, sepatu, jam tangan, dan yang lainnya untuk kemudian diunggah di media sosial.

Atau bisa juga menjadikan ruangan sebagai obyek, misalnya desain kamar, teras rumah, atau keindahan taman. Yang harus diperhatikan ketika memotret obyek tersebut adalah komposisi warna. Sebisa mungkin aturlah warna yang kontras sehingga obyek terlihat lebih menonjol dan memunculkan kesan estetik.

Bagaimana? Ternyata langkah-langkah yang bisa dipraktekkan untuk menghasilkan karya seni foto yang estetik dan layak diunggah di media sosial memang cukup mudah. Anda juga tidak perlu memakai kamera mahal, cukup ambil foto dari kamera smartphone saja. Happy tryin’, fellas!

Seni Foto – trik Sederhana Hasil Maksimal

Banyak orang yang mengira untuk menghasilkan seni foto yang indah harus menggunakan peralatan yang mahal dan juga studio khusus. Padahal hal tersebut tidaklah tepat. Ternyata dengan trik sederhana ditambah peralatan yang mudah didapatkan, Anda sudah bisa menghasilkan foto dengan kualitas maksimal.

Ingin tahu lebih jauh bagaimana trik tersebut dilakukan? Untuk itu, simak dulu penjelasan lengkapnya berikut ini. Let’s see!

Trik Sederhana Seni Foto

1.     Mengatur Pencahayaan

Dalam seni foto, yang berperan krusial adalah kamera karena digunakan sebagai peralatan utama. Tetapi Anda tidak harus memakai kamera DSLR atau mirrorless. Cukup dengan kamera smartphone saja foto yang indah sudah bisa dihasilkan.

Namun tidak ada salahnya juga memanfaatkan peralatan lain agar hasil foto dari kamera smartphone lebih maksimal. Misalkan saja alat bantu pencahayaan. Jika di kamera DSLR para fotografer biasa memakai bantuan payung reflektor, ternyata ada alat lain yang lebih murah dan mudah didapatkan.

Alat tersebut adalah alumunium foil. Perlu diketahui, fungsi utama reflektor adalah memantulkan cahaya ke obyek dan juga menerangi area shadow yang tidak tercover cahaya alami. Reflektor sendiri punya beberapa variasi warna, diantaranya putih, silver, dan emas.

Cara memakai alumunium foil yaitu dengan meletakkannya di dekat obyek foto. Nantinya, alumunium foil akan memantulkan cahaya sehingga obyek tersebut mendapatkan cahaya yang cukup dan hasil foto menjadi lebih maksimal. Cukup mudah bukan?

2.     Membuat Efek Polarisasi

Polarisasi adalah teknik dalam seni foto yang cukup menarik dicoba. Fungsi dari polarisasi yaitu mengatur tingkat refleksi atau bisa juga digunakan sebagai cara menggelapkan hasil foto. Cara ini sering digunakan fotografer untuk memunculkan sisi lain dari sebuah obyek serta menghasilkan karya yang anti-mainstream.

Alat yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan efek polarisasi adalah kacamata hitam. Caranya pun cukup mudah. Pertama atur arah kacamata ke obyek yang dipotret. Kemudian ambil foto di balik kacamata tersebut dan cari angle terbaik.

Hasilnya, Anda langsung bisa mendapatkan foto dengan efek polarisasi yang ciamik. Untuk karya yang maksimal, sebaiknya gunakan cara ini untuk memotret obyek dengan sudut pandang luas misalnya langit atau pemandangan alam.

3.     Menjernihkan Lensa Kamera

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, saat ini kamera smartphone sudah bisa menghasilkan kualitas foto yang mumpuni, bahkan tidak kalah dengan DSLR. Namun yang sering terjadi adalah karena pemakaiannya asal-asalan, sering kali lensa kamera smartphone Anda berubah menjadi kotor dan keruh.

Hal semacam ini tentu membuat kesal karena keinginan mendapatkan hasil foto yang jernih menjadi tidak terpenuhi. Namun Anda tidak perlu khawatir berlebihan karena ternyata cara mengatasinya cukup mudah dan tidak membutuhkan budget besar. Bahkan alat tersebut seharusnya sudah Anda miliki.

Tinggal bersihkan kamera smartphone menggunakan penghapus karet. Jangan terburu-buru, cukup gosok bagian belakang kamera secara perlahan sampai debu yang menempel dan goresannya memudar. Setelah beres, coba lihat perbedaan hasil fotonya.

Untuk mendapatkan hasil foto yang tetap jernih, sebaiknya ulangi proses tersebut minimal seminggu sekali. Dengan cara tersebut, maka jepretan kamera smartphone Anda menjadi jauh lebih bersih dan cerah.

Itulah beberapa tips sederhana yang bisa Anda praktekkan dalam seni foto. Dengan memanfaatkan barang yang ada di sekitar, Anda sudah bisa mendaptkan hasil foto yang bagus memuaskan. Langsung saja coba dipraktekkan, guys!

Dasar Seni Foto

Bagi Anda yang baru saja tertarik mendalami seni foto, mungkin sedikit bingung harus mulai belajar darimana. Saran kami, mulailah dengan memahami aspek dasar seperti kosakata yang sering muncul di bidang seni foto agar tidak bingung ketika mengoperasikan sebuah kamera. Untuk itu, simak dulu pembahasannya dalam poin-poin di bawah ini.

Aspek Dasar Seni Foto

1.     ISO

Mungkin Anda sering mendengar kosakata yang satu ini namun masih bingung dengan artinya. ISO merupakan akronim dari International Standart Organization. Dalam seni foto, lembaga tersebut berwenang menetapkan standarisasi kategori film. Nantinya, ISO akan muncul ketika Anda mengutak-atik pengaturan di kamera.

Fungsi ISO adalah mengatur sensitivitas cahaya. Jadi bisa dibilang kosakata ini adalah faktor penting ketika Anda sedang mengambil gambar. Anda bisa mengatur ISO sesuai kebutuhan ketika sedang memotret di tempat yang redup atau tempat silau agar komposisi dan hasilnya fotonya tetap memuaskan.

2.     Lensa

Sebuah kamera terdiri dari dua bagian utama, yaitu bodi kamera dan lensa. Dua bagian tersebut merupakan aspek utama dan harus selalu diperhatikan spesifikasinya ketika Anda berniat membeli sebuah kamera. Berbicara tentang lensa, bagian ini merupakan senjata utama untuk mengambil gambar.

Lensa sendiri tediri dari berbagai macam jenis, biasanya dibedakan panjang fokusnya yang ditampilkan dalam ukuran millimeter. Sebagai contoh lensa ukuran 50 mm akan cocok digunakan untuk memotret obyek dengan tinggi 10-20 meter. Ada juga jenis lensa dengan jangkauan luas yaitu telephoto.

Lensa yang satu ini memiliki panjang fokus hingga ratusan millimeter sehingga bisa membuat obyek di kejauhan terlihat dekat. Lensa telephoto cocok digunakan dalam seni landscape dan panorama karena luas pandangannya lebih lebar.

3.     Shutter Speed

Shutter speed adalah fitur yang tidak bisa dipisahkan dengan aperture dan ISO. Fungsinya adalah mengatur sensitivitas cahaya sensor kamera. Cara kerjanya yaitu shutter speed akan terbuka ketika tombol ditekan sehingga membuat cahaya masuk ke sensor. Satuan waktu yang digunakan adalah detik.

Fitur ini cukup krusial dan rumit, maka dari itu Anda harus mempelajarinya secara detail jika memang tertarik dengan seni foto. Menekan shutter speed dengan waktu yang lama akan membiarkan cahaya masuk lebih banyak dan membuat hasil semakin terang.

Namun resikonya sedikit saja getaran saat shutter speed diatur lambat akan membuat hasil foto kabur. Untuk mensiasatinya, para fotografer biasanya menggunakan tripod agar proses pengambilan gambar lebih stabil.

4.     White Balance

White balance adalah sebuah kosakata yang berfungsi membuat obyek foto berwarna putih menjadi tetap putih dan juga mengatur pengaruh warna cahaya di lingkungan sekitar tempat pengambilan gambar. Hal ini dipengaruhi oleh sifat dasar cahaya yaitu setiap cahaya yang berbeda punya karaktersitik berbeda pula.

Gampangnya, white balance bisa digunakan untuk mengatur standar warna putih dalam kamera serta mengkoreksi pengaruh warna lain. Sebuah obyek yang dilihat dengan mata telanjang berwarna putih kemudian karena adanya pengaruh warna sekuder bisa saja membuat kamera menangkapnya sebagai semburat lain.

Untuk mengatasi hal semacam inilah hadir fitur white balance. Selain itu, fitur ini juga banyak digunakan oleh fotografer untuk menyesuaikan rona warna agar foto yang dihasilkan terlihat lebih estetik.

Setelah memahami aspek dasar seni foto tersebut, maka bisa dilanjutkan dengan mulai memotret obyek. Sering-seringlah mengutak-atik pengaturan default kamera agar semakin handal ketika mengoperasikannya. Selamat mencoba!

Fotografi Sebagai Karir

Seni fotografi menawarkan berbagai hal menarik. Banyak manfaat yang tidak bisa diperoleh dalam pilihan karir lain. Apa saja manfaat tersebut? Langsung saja ikuti pembahasannya dalam poin-poin di bawah ini. Check this out!

Manfaat Berkarir di Seni Fotografi

1.     Menyenangkan dan Tidak Monoton

Ketika memilih karir, ada banyak alasan yang dijadikan dasar oleh tiap-tiap orang. Salah satu faktor yang sering menjadi daya tarik utama adalah masalah nominal pendapatan. Orang-orang cenderung memilih pekerjaan yang menawarkan gaji besar dan terjamin.

Mereka bahkan rela memilih pekerjaan yang sebenarnya bukan bidangnya dan juga tidak sesuai passion. Pada akhirnya, walaupun mendapatkan pemasukan besar tetapi pekerjaan tersebut dilakukan dengan terpaksa. Nah, contoh seperti ini sangat kecil kemungkinannya terjadi jika memilih seni fotografi sebagai jalan karir.

Pekerjaan akan dilakukan sepenuh hati karena memang sesuai dengan hobi. Tidak ada unsur paksaan sama sekali dan Anda sendiri yang akan mengatur porsi dan beban kerja. Jika memang ingin sedikit santai, tinggal kurangi saja request project dari klien.

Namun jika ingin mendapatkan pemasukan yang lebih, Anda bisa mengambil beberapa project sekaligus untuk dikerjakan. Keuntungan semacam ini tidak akan didapatkan kalau Anda bekerja di perusahaan sebagai karyawan karena sudah ada jam kerja yang tetap dan hari liburnya juga sudah diatur.

Menjadikan seni fotografi sebagai karir tentunya menjadi opsi yang menyenangkan. Aktivitasnya juga tidak monoton karena obyek fotonya pasti berbeda. Yang pasti, memilih pekerjaan dan karir sesuai hobi akan menghasilkan karya yang bagus dan maksimal.

2.     Selalu Belajar Hal-Hal Baru

Seni fotografi adalah bidang ilmu yang fleksibel. Maksudnya yaitu akan selalu berkembang mengikuti perubahan zaman. Sebagai contoh jika dulunya kamera menggunakan roll film untuk memproses hasil foto, maka saat ini semuanya sudah diproses secara digital dan hasilnya pun bisa dilihat dengan cepat.

Maka dari itu ketika memilih berkarir dalam seni fotografi, mau tidak mau Anda harus pintar menyesuaikan diri dan peka beradaptasi dengan perubahan tersebut. Mungkin saja setiap harinya ada hal baru yang harus dipelajari agar tidak kalah saing dengan fotografer lain.

Namun justru disinilah letak keunggulannya. Pengetahuan dan kemampuan Anda akan terus berkembang, tidak hanya stagnan di situ-situ saja. Dan semakin ahli di dalam seni fotografi, maka kesempatan Anda untuk mengembangkan karir menjadi lebih terbuka lebar dan bisa mengerjakan project yang lebih sulit.

3.     Mendapatakan Pemasukan yang Menjanjikan

Banyak orang salah mengira kalau seni fotografi tidak layak dijadikan pilihan karir. Hal ini disebabkan karena menganggap pemasukannya kecil dan tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal faktanya, anggapan ini jelas keliru dan yang terjadi justur sebaliknya.

Menjadi seorang fotografer profesional adalah keahlian yang sulit untuk diraih. Maka dari itu, skill Anda akan dihargai mahal oleh orang lain. Dalam satu kali pemotretan produk atau model, fee yang didapatkan bisa mencapai jutaan rupiah. Bayangkan jika dalam satu bulan Anda mendapatkan jadwal pemotretan full setiap harinya.

Tentu saja pemasukannya sangat menjanjikan. Bahkan jauh lebih tinggi daripada bekerja di sebuah korporasi sebagai karyawan. Namun untuk mencapai level ini, tentunya ada proses panjang yang harus dilewati. Maka dari itu, jangan pernah lelah berlatih memotret agar hasil karya Anda mulai dilirik orang lain.

Dengan semua manfaat tersebut, jangan ragu lagi menjadikan seni fotografi sebagai pilihan karir. Semoga bermanfaat!

Prinsip Dasar Seni Fotografi

Untuk menjadi seorang fotografer handal, ada proses panjang yang harus dijalani. Jadi sebaiknya mulailah pelajari seni fotografi secara lebih detail. Cara yang sering dilakukan oleh kebanyakan fotografer yaitu dengan memahami prinsip dasar seni fotografi terlebih dahulu. Apa saja contohnya? Berikut penjelasan lengkap mengenai hal tersebut.

Prinsip Dasar Seni Fotografi

1.     Keseimbangan

Dalam seni fotografi, keseimbangan adalah aspek penting yang harus selalu diterapkan dalam sebuah foto. Dengan kata lain, keseimbangan adalah cara yang dilakukan untuk menyatukan berbagai obyek gambar menjadi sebuah produk foto yang menarik dan layak dinikmati oleh masyarakat luas.

Jangan sampai foto yang Anda hasilkan justru tidak punya arti sama sekali hanya karena obyeknya saling bertabrakan. Masalah seperti ini sering muncul akibat dari ego tinggi, yaitu nekat memotret beberapa obyek sekaligus padahal sama sekali belum memiliki pengetahuan tentang prinsip dasar keseimbangan.

Sebuah foto dengan tingkat keseimbangan yang baik dan terukur dicirikan melalui porsi yang sesuai untuk masing-masing obyek sehingga membuatnya nyaman dipandang. Poin krusialnya adalah kreativitas dan keberanian seorang fotografer meng-combine obyek agar bisa mendapatkan keseimbangan yang pas.

2.     Kontras

Sebenarnya, sebuah obyek foto hanya terdiri dari 2 unsur utama yaitu warna dan garis. Dari perpaduan kedua unsur inilah kemudian dihasilkan foto yang presisi dan eye catching. Maka dari itu, kemampuan mengatur dan mengkombinasikan warna adalah hal wajib yang harus Anda kuasai dalam seni fotografi.

Prinsip dasar mengatur elemen warna dikenal dengan istilah kontras. Dalam sebuah foto, kontras memegang perana penting dan berhubungan erat dengan ketajaman gambar. Kontras dibagi menjadi 2 jenis, meliputi warna terang dan gelap.

Namun sering juga disebut kontras kasar dan lembut. Jadi, kontras bisa diartikan juga sebagai persilangan warna gelap dan terang. Dan sebuah foto yang memiliki kontras bagus akan terlihat jelas perbedaan warnanya serta nampak tajam dan tegas.

3.     Pola

Pola juga termasuk prinsip dasar dalam seni fotografi yang artinya adalah pengulangan unsur-unsur dalam sebuah foto. Dengan pengaturan pola yang tepat, nantinya bisa memunculkan interpretasi dan sudut pandang luas bagi siapapun yang melihatnya.

Yang pasti, pola foto sangat dipengaruhi oleh sisi kreatif dan kemampuan Anda mengeksplorasi sebuah obyek. Pola obyek foto yang tidak monoton dan sesuai porsinya bisa memicu reaksi emosional ketika dilihat orang lain. Tetapi ingat, Anda harus bisa memberikan sentuhan yang tepat.

Jika sampai asal-asalan mengatur pola foto dimana justru bisa jadi senjata makan tuan. Kemampuan ini tentunya tidak hadir begitu saja dan hanya bisa didapatkan dengan latihan rutin.

4.     Harmoni

Harmoni adalah prinsip dasar bagaimana seorang fotografer bisa mengaitkan berbagai obyek foto dengan tingkat kemiripan tinggi. Perpaduan harmoni yang pas akan menampilkan foto dalam kesatuan entitas yang nyaman dipandang. Jadi ketika mengambil beberapa obyek sekaligus, selalu perhatikan prinsip keharmonisannya.

Masing-masing obyek harus punya makna, jangan sampai hanya satu saja yang menonjol sedangkan obyek lainnya kalah saing.  Jadi bisa disimpulkan harmoni adalah salah satu aspek seni fotografi yang pengaruhnya sangat besar terhadap hasil akhir foto. Itu tadi 4 prinsip dasar seni fotografi yang harus dipahami sebelum Anda mulai memotret. Jika sudah mengerti, segera saja praktekkan dan lihat bagaimana komposisi foto yang Anda hasilkan apakah sudah sesuai harapan atau belum.

Tips Mendalami Seni Fotografi Secara Mudah dan Cepat

Kalau Anda memang baru pertama kali mencoba menekuni seni fotografi, sebaiknya pahami dulu tips yang tepat sehingga proses pemahamannya cepat dan mudah. Faktor apa saja yang termasuk dalam tips tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.

Tips Menekuni Seni Fotografi

1.     Memilih Kamera dengan Spesifikasi Tepat

Senjata utama yang digunakan ketika menekuni seni fotografi adalah kamera. Saat ini, ada puluhan jenis kamera yang beredar di pasaran. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelengkapan fitur yang berbeda. Jadi, sesuaikan spesifikasi kamera dengan seni fotografi yang ingin Anda tekuni.

Prinsipnya, tidak perlu membeli kamera dengan harga mahal dan fitur paling canggih. Sebuah foto yang bagus dan disukai banyak orang sebenarnya dipengaruhi oleh skill fotografer. Ibaratnya adalah seorang pembalap yang handal akan tetap hebat mengendarai merk motor apapun.

Jadi jangan hanya terpaku dengan fitur yang ada di kamera. Asah dulu skill dan ketrampilan Anda ketika memegang kamera. Jika sudah menemukan sentuhan terbaik dan pintar mengatur komposisi, maka kamera dengan harga murah pun bisa menghasilkan foto dengan kualitas terbaik.

2.     Jangan Mengabaikan Manual Book

Ketika sudah membeli kamera, yang pertama kali harus dilakukan adalah mengetahui apa saja keunggulan dan fitur yang ada di dalamnya. Jangan sampai foto yang dihasilkan menjadi tidak maksimal hanya karena enggan mempelajarinya secara detail.

Semua informasi tersebut sudah tersedia di buku manual kamera, meliputi keunggulan, cara memanfaatkan fitur, serta apa saja hal yang harus dihindari ketika mengoperasikan kamera. Mengingat pentingnya informasi tersebut, jangan hanya mengabaikannya begitu saja.

Semakin akrab dan kenal lebih jauh dengan kamera yang dimiliki, maka Anda punya banyak kesempatan untuk memaksimalkan semua fiturnya. Apalagi jika kamera yang dimiliki punya banyak opsi menu dan pengaturannya rumit. Tentunya sangat disayangkan barang yang sudah dibeli mahal tidak bisa dipakai sesuai kapasitasnya.

Barulah ketika sudah memahami penjelasan di buku manual, mulailah memotret obyek. Ambillah gambar sebanyak mungkin agar kemampuan semakin terasah dan bisa menghasilkan foto yang menarik dan beda dari biasanya.

3.     Memotret Obyek yang Bervariasi

Dalam seni fotografi, obyek foto adalah salah satu faktor krusial. Dengan obyek yang berbeda, maka cara memotret dan sudut pandangnya juga berlainan. Untuk itu, jangan ragu memotret obyek bervariasi agar insting dalam menggunakan kamera semakin tajam.

Di awal, Anda bisa fokus mendalami seni fotografi dengan cara memotret obyek diam. Jika sudah menguasai, maka cobalah mengambil gambar obyek bergerak, misalkan binatang atau kendaraan di jalanan. Dengan tips ini, Anda akan mengetahui letak perbedaannya dan paham pengaturan kamera untuk tiap-tiap obyek.

Banyak fotografer yang bisa menghasilkan foto bagus di dalam ruangan tetapi justru berkebalikan ketika diminta memotret outdoor. Jadi jangan hanya bermain di zona nyaman dan cobalah berbagai trik dan obyek baru agar masalah semacam ini tidak terjadi.

Itulah tips menekuni seni fotografi yang sudah banyak dipraktekkan fotografer lain dan terbukti efektif. Supaya bisa lebih fokus, tentukan dulu jenis fotografi yang ingin didalami misalnya portrait, landscape, fashion, dan lain sebagainya.

Jika sudah memahami spesifikasi kamera dan terlatih untuk memotret obyek yang bervariasi, maka selanjutnya tinggal posting hasil foto tersebut di media sosial. Siapa tahu ada orang lain yang tertarik dan ingin menggunakan jasa foto Anda.