Efektif dan mudah Tutorial Belajar Fotografi

Efektif dan mudah Tutorial Belajar Fotografi – Kegiatan memotret atau mengambil foto tentuntya menjadi hal yang sudah tidak asing lagi bagi Anda semua. Semakin berkembangnya media sosial dan internet membuat banyak orang berlomba-lomba untuk mengabadikan sebuah momen dan kemudian diposting sebagai alat menunjukkan eksistensi diri.

Tentu dunia fotografi tidak hanya sebatas itu. Masih ada banyak unsur dan aspek lain yang harus dipelajari jika memang tertarik untuk menjadi seorang fotografer handal. Jika Anda bisa menghasilkan foto yang bagus dan komposisinya menarik, bukan tidak mungkin ada tawaran mengerjakan project dari orang lain.

Namun sebelum mencapai tahap tersebut, ada berbagai proses pembelajaran yang harus Anda lewati. Untuk itu, dalam artikel ini akan dijelaskan tutorial belajar fotografi yang mudah dan efektif sehingga keinginan Anda untuk menjadi fotografer profesional bisa lebih mudah terwujud.

Daripada semakin penasaran, langsung saja simak pembahasannya berikui ini. Check this out!

Tutorial Belajar Fotografi Mudah dan Efektif

1.     Mencoba Berbagai Perspektif Foto

Syarat pertama untuk menjadi seorang fotografer handal adalah mampu mengoperasikan kamera sesuai fungsinya. Setelah mencapai tahapan tersebut, maka Anda harus berani untuk mencoba berbagai perspektif foto yang bervariasi dan jangan terpaku pada satu teknik saja.

Perspektif yang dimaksud meliputi banyak hal, misalnya saja angle foto, posisi ketika memotret, serta obyek target. Sebagai contoh jika sudah mahir memotret dengan posisi berdiri, sesekali ubahlah perspektif dengan cara memotret sambil jongkok.

Walaupun terlihat mudah, Anda tidak akan berhasil menghasilkan foto yang bagus jika tidak mempelajarinya. Cara memotret yang variatif tersebut nantinya bisa menciptakan sebuah karya foto yang tidak biasa. Pada akhirnya, karya tersebut akan punya nilai lebih di mata orang lain dan sangat mungkin dihargai mahal.

2.     Menciptakan Konsep yang Unik dan Menarik

Selain teknik, konsep adalah aspek yang tidak boleh dikesampingkan dalam dunia fotografi agar efektif. Yang dimaksud konsep adalah ide basic yang kemudian bisa dikembangkan sedemikian rupa dan mampu menceritakan makna foto tersebut. Tanpa konsep yang jelas, bisa jadi foto yang Anda hasilkan menjadi tanpa makna dan terlihat biasa saja.

Ada banyak konsep yang bisa Anda coba. Misalnya saja classic, vintage, glamour, dan siluet. Sebagai contoh konsep classic akan membawa orang-orang yang melihat sebuah foto akan bernostalgia ke masa lalu. Rona warna yang dipilih biasanya adalah sephia atau black and white.

Jangan lupa untuk menambahkan properti pendukung seperti wardrobe dan barang-barang tempo dulu agar hasil foto lebih orisinil dan efektif. Jadi tinggal pilih saja konsep yang ingin Anda usung dan pastikan maknanya tersampaikan dengan baik kepada orang yang menikmati karya tersebut.

3.     Belajar Teknik Panning

Toturial belajar fotografi yang terakhir ini berkaitan dengan teknik panning. Teknik ini digunakan ketika Anda sedang memotret sebuah obyek yang bergerak, misalnya kendaraan atau hewan dengan gerak cepat. Panning harus bisa Anda kuasai dan efektif jika memang ingin dianggap sebagai fotografer profesional.

Karakteristik foto yang menggunakan teknik panning yaitu tajam untuk obyek utamanya sedangkan background-nya dibuat blur. Ada berbagai cara yang bisa dicoba, misalkan mengatur waktu shutter speed, memanfaatkan fitur autofocus, atau dengan bantuan tripod agar hasil foto lebih stabil.

Tutorial belajar fotografi ini tidak ada gunanya jika Anda hanya diam saja. Maka dari itu, segera cari obyek menarik agar bisa diabadikan dalam kamera dan digunakan sebagai sarana latihan. Tunggu apalagi, guys?

Belajar Fotografi Secara Otodidak

Belajar Fotografi Secara Otodidak – Jika Anda merasa punya banyak waktu luang, jangan ragu untuk belajar hal-hal baru yang bisa meningkatkan kemampuan dalam bidang tertentu. Salah satu yang layak dicoba adalah belajar fotografi. Bidang ini beberapa tahun terkahir cukup hits dan banyak dipilih orang sebagai hobi atau bahkan jalan karir.

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk belajar fotografi. Selain mengikuti kelas pelatihan resmi dan kursus, Anda juga bisa belajar secara otodidak. Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan trik belajar secara otodidak agar tidak salah langkah dan bisa memahaminya dengan cepat.

Daripada berlama-lama, langsung saja simak pembahasan trik belajar fotografi secara otodidak yang bisa langsung Anda praktekkan berikut ini.

Belajar Fotografi Otodidak

1.     Carilah Point of Interest

Salah satu unsur dasar ketika sedang belajar fotografi adalah fokus utama pada foto atau lebih dikenal dengan istiah point of interest. Hal ini berperan sebagai inti dari sebuah foto karena mengandung makna yang ingin disampaikan kepada masyarakat umum.

Jadi selalu gunakan prinsip point of interest ketika mengabadikan sebuah obyek. Jangan meninggalkan banyak ruang kosong dalam foto yang diambil karena akan dilihat orang sebagai karya seni yang tidak efektif dan juga maknanya menjadi bias.

Trik yang bisa dipraktekkan yaitu dengan aktif mendekatkan obyek foto, bisa menggunakan fitur zoom atau juga berjalan mendekati obyek secara langsung. Dengan begini, setiap obyek akan terlihat fokus dan makna dari setiap foto bisa ter-deliver dengan baik kepada siapapun yang melihat.

2.     Perhatikan Arah Sumber Cahaya

Ketika sedang memotret obyek di luar ruangan, jangan lupa untuk memperhatikan darimana sumber cahaya matahari berasal. Faktor ini sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kualitas foto yang dihasilkan. Jadi poin arah sumber cahaya harus dipahami di awal ketika Anda mulai belajar fotografi.

Untuk mendapatkan foto obyek yang jelas dan jernih, maka arahkan lensa sejajar dengan datangnya sinar matahari. Tetapi kalau Anda tertarik mecoba hasil karya siluet, tinggal posisikan arah lensa berlawanan dengan sinar matahari.

Ketika sudah memahami hal tersebut, Anda tinggal sesuaikan dengan hasil foto yang ingin didapatkan. Jangan sampai niat awal ingin mendapatkan foto yang jelas justru hasilnya berkebalikan.

3.     Kenali Kamera Lebih Dekat

Dalam proses belajar fotografi, mau tidak mau Anda harus mengenal kamera dengan detail karena alat inilah yang akan selalu digunakan untuk mengabadikan sebuah obyek, entah itu manusia, barang, ataupun pemandangan.

Mulailah dengan mengutak-atik pengaturan default di kamera misalkan ISO, aperture, white balance, shutter speed, dan lain sebagainya. Resiko terburuk jika Anda kurang paham dengan pengaturan kamera adalah melewatkan momen-momen penting yang seharusnya terekam kamera.

Jadi sebelum mulai memotret, atur dulu settingan kamera sesuai lokasi, misalnya untuk indoor ataupun outdoor. Ketika nanti menemukan obyek menarik, Anda tidak perlu lagi sibuk mengubah pengaturan dan bisa segera mengabadikannya.

Setelah memahami trik belajar fotografi secara otodidak tersebut, Anda bisa segera mengambil kamera dan mencari obyek foto yang menarik. Jika memang belum mempunyai kamera sendiri, sebaiknya pinjam dulu ke teman atau bisa juga menyewa di tempat rental kamera.

Barulah ketika merasa dunia fotografi cocok dengan passion Anda, tidak ada salahnya membeli unit kamera baru agar proses belajar bisa lebih fokus dan terarah. Siapa tahu dari yang awalnya hanya iseng belajar fotografi justru nantinya bisa dijadikan pilihan karir yang menjanjikan.

Menghasilkan Foto yang Estetik

Menghasilkan Foto yang Estetik – Belakangan ini, seni foto sedang banyak digandrungi khususnya oleh anak-anak muda. Fenomena ini sedikit banyak dipengaruhi oleh perkembangan media sosial yang semakin pesat. Orang-orang kini ingin tampil eksis di media sosial dengan tujuan mendapatkan engagement rate tinggi.

Salah satu cara yang ditempuh untuk meraih tujuan tersebut yaitu dengan memposting foto estetik di media sosial sehingga banyak mendapatkan like. Namun apakah Anda tahu kalau ternyata ada banyak langkah mudah untuk menghasilkan foto estetik tanpa harus membeli kamera atau peralatan lain yang harganya mahal?

Bahkan cara tersebut langsung bisa dipraktekkan saat ini juga. Jadi, sebaiknya simak dulu penjelasan langkah mudah menghasilkan seni foto yang esteteik dalam poin-poin di bawah ini.

Langkah Menghasilkan Foto Estetik

1.     Memanfaatkan Cahaya Natural

Untuk membuat karya seni foto yang estetik, unsur pencahayaan adalah hal krusial. Sebuah foto yang banyak disukai orang haruslah mempunyai komposisi foto yang pas dan obyeknya jelas. Untuk itu, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu dengan memanfaatkan cahaya natural.

Dengan kata lain, jangan hanya mengandalkan bantuan lampu flash kamera saja. Justru cahaya natural seperti cahaya matahari lebih bisa diandalkan untuk menghasilkan seni foto estetik. Obyek yang Anda potret akan terlihat jelas, apalagi jika mengambil foto di suasana outdoor.

Selain itu, waktu yang cocok untuk mendapatkan foto bagus adalah pada saat senja. Anda bisa mengabadikan obyek dengan pencahayaan remang dan rona warna yang berbeda. Jadi, cobalah untuk lebih meng-explore tempat-tempat dengan view sunset terbaik agar punya banyak kesempatan memotret foto estetik.

2.     Mencoba Berbagai Sudut Foto

Poin utama yang sering dilihat untuk menentukan apakah seorang fotografer dianggap profesional atau tidak adalah angle ketika mengambil gambar. Kalau sudut foto hanya monoton, maka karya seni foto Anda akan dianggap biasa saja dan membuat cepat bosan.

Jadi cobalah untuk mengatur angle sekreatif mungkin, bisa dari atas, bawah, atau samping posisi target foto. Yang perlu diingat, setiap obyek biasanya punya sudut yang berbeda. Jadi jangan cepat puas ketika sudah merasa mendaptkan angle foto yang bagus dan teruslah berinovasi agar insting seni foto semakin terasah.

Intinya, semakin unik foto yang Anda hasilkan nantinya akan membuat orang-orang semakin tertarik. Apalagi jika ditambah dengan komposisi warna dan obyek yang sesuai, Anda tidak perlu ragu memposting foto estetik tersebut di media sosial pribadi.

3.     Menjadikan Properti di Rumah Sebagai Obyek Seni Foto

Anda tidak perlu harus selalu keluar rumah demi mendapatkan foto yang menarik. Malah bisa jadi barang atau properti yang ada di rumah bisa dimanfaatkan sebagai obyek foto. Bisa dimulai dengan memotret outfit pribadi seperti kacamata, baju, sepatu, jam tangan, dan yang lainnya untuk kemudian diunggah di media sosial.

Atau bisa juga menjadikan ruangan sebagai obyek, misalnya desain kamar, teras rumah, atau keindahan taman. Yang harus diperhatikan ketika memotret obyek tersebut adalah komposisi warna. Sebisa mungkin aturlah warna yang kontras sehingga obyek terlihat lebih menonjol dan memunculkan kesan estetik.

Bagaimana? Ternyata langkah-langkah yang bisa dipraktekkan untuk menghasilkan karya seni foto yang estetik dan layak diunggah di media sosial memang cukup mudah. Anda juga tidak perlu memakai kamera mahal, cukup ambil foto dari kamera smartphone saja. Happy tryin’, fellas!

Dasar Seni Foto

Bagi Anda yang baru saja tertarik mendalami seni foto, mungkin sedikit bingung harus mulai belajar darimana. Saran kami, mulailah dengan memahami aspek dasar seperti kosakata yang sering muncul di bidang seni foto agar tidak bingung ketika mengoperasikan sebuah kamera. Untuk itu, simak dulu pembahasannya dalam poin-poin di bawah ini.

Aspek Dasar Seni Foto

1.     ISO

Mungkin Anda sering mendengar kosakata yang satu ini namun masih bingung dengan artinya. ISO merupakan akronim dari International Standart Organization. Dalam seni foto, lembaga tersebut berwenang menetapkan standarisasi kategori film. Nantinya, ISO akan muncul ketika Anda mengutak-atik pengaturan di kamera.

Fungsi ISO adalah mengatur sensitivitas cahaya. Jadi bisa dibilang kosakata ini adalah faktor penting ketika Anda sedang mengambil gambar. Anda bisa mengatur ISO sesuai kebutuhan ketika sedang memotret di tempat yang redup atau tempat silau agar komposisi dan hasilnya fotonya tetap memuaskan.

2.     Lensa

Sebuah kamera terdiri dari dua bagian utama, yaitu bodi kamera dan lensa. Dua bagian tersebut merupakan aspek utama dan harus selalu diperhatikan spesifikasinya ketika Anda berniat membeli sebuah kamera. Berbicara tentang lensa, bagian ini merupakan senjata utama untuk mengambil gambar.

Lensa sendiri tediri dari berbagai macam jenis, biasanya dibedakan panjang fokusnya yang ditampilkan dalam ukuran millimeter. Sebagai contoh lensa ukuran 50 mm akan cocok digunakan untuk memotret obyek dengan tinggi 10-20 meter. Ada juga jenis lensa dengan jangkauan luas yaitu telephoto.

Lensa yang satu ini memiliki panjang fokus hingga ratusan millimeter sehingga bisa membuat obyek di kejauhan terlihat dekat. Lensa telephoto cocok digunakan dalam seni landscape dan panorama karena luas pandangannya lebih lebar.

3.     Shutter Speed

Shutter speed adalah fitur yang tidak bisa dipisahkan dengan aperture dan ISO. Fungsinya adalah mengatur sensitivitas cahaya sensor kamera. Cara kerjanya yaitu shutter speed akan terbuka ketika tombol ditekan sehingga membuat cahaya masuk ke sensor. Satuan waktu yang digunakan adalah detik.

Fitur ini cukup krusial dan rumit, maka dari itu Anda harus mempelajarinya secara detail jika memang tertarik dengan seni foto. Menekan shutter speed dengan waktu yang lama akan membiarkan cahaya masuk lebih banyak dan membuat hasil semakin terang.

Namun resikonya sedikit saja getaran saat shutter speed diatur lambat akan membuat hasil foto kabur. Untuk mensiasatinya, para fotografer biasanya menggunakan tripod agar proses pengambilan gambar lebih stabil.

4.     White Balance

White balance adalah sebuah kosakata yang berfungsi membuat obyek foto berwarna putih menjadi tetap putih dan juga mengatur pengaruh warna cahaya di lingkungan sekitar tempat pengambilan gambar. Hal ini dipengaruhi oleh sifat dasar cahaya yaitu setiap cahaya yang berbeda punya karaktersitik berbeda pula.

Gampangnya, white balance bisa digunakan untuk mengatur standar warna putih dalam kamera serta mengkoreksi pengaruh warna lain. Sebuah obyek yang dilihat dengan mata telanjang berwarna putih kemudian karena adanya pengaruh warna sekuder bisa saja membuat kamera menangkapnya sebagai semburat lain.

Untuk mengatasi hal semacam inilah hadir fitur white balance. Selain itu, fitur ini juga banyak digunakan oleh fotografer untuk menyesuaikan rona warna agar foto yang dihasilkan terlihat lebih estetik.

Setelah memahami aspek dasar seni foto tersebut, maka bisa dilanjutkan dengan mulai memotret obyek. Sering-seringlah mengutak-atik pengaturan default kamera agar semakin handal ketika mengoperasikannya. Selamat mencoba!

Tips Mendalami Seni Fotografi Secara Mudah dan Cepat

Kalau Anda memang baru pertama kali mencoba menekuni seni fotografi, sebaiknya pahami dulu tips yang tepat sehingga proses pemahamannya cepat dan mudah. Faktor apa saja yang termasuk dalam tips tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.

Tips Menekuni Seni Fotografi

1.     Memilih Kamera dengan Spesifikasi Tepat

Senjata utama yang digunakan ketika menekuni seni fotografi adalah kamera. Saat ini, ada puluhan jenis kamera yang beredar di pasaran. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelengkapan fitur yang berbeda. Jadi, sesuaikan spesifikasi kamera dengan seni fotografi yang ingin Anda tekuni.

Prinsipnya, tidak perlu membeli kamera dengan harga mahal dan fitur paling canggih. Sebuah foto yang bagus dan disukai banyak orang sebenarnya dipengaruhi oleh skill fotografer. Ibaratnya adalah seorang pembalap yang handal akan tetap hebat mengendarai merk motor apapun.

Jadi jangan hanya terpaku dengan fitur yang ada di kamera. Asah dulu skill dan ketrampilan Anda ketika memegang kamera. Jika sudah menemukan sentuhan terbaik dan pintar mengatur komposisi, maka kamera dengan harga murah pun bisa menghasilkan foto dengan kualitas terbaik.

2.     Jangan Mengabaikan Manual Book

Ketika sudah membeli kamera, yang pertama kali harus dilakukan adalah mengetahui apa saja keunggulan dan fitur yang ada di dalamnya. Jangan sampai foto yang dihasilkan menjadi tidak maksimal hanya karena enggan mempelajarinya secara detail.

Semua informasi tersebut sudah tersedia di buku manual kamera, meliputi keunggulan, cara memanfaatkan fitur, serta apa saja hal yang harus dihindari ketika mengoperasikan kamera. Mengingat pentingnya informasi tersebut, jangan hanya mengabaikannya begitu saja.

Semakin akrab dan kenal lebih jauh dengan kamera yang dimiliki, maka Anda punya banyak kesempatan untuk memaksimalkan semua fiturnya. Apalagi jika kamera yang dimiliki punya banyak opsi menu dan pengaturannya rumit. Tentunya sangat disayangkan barang yang sudah dibeli mahal tidak bisa dipakai sesuai kapasitasnya.

Barulah ketika sudah memahami penjelasan di buku manual, mulailah memotret obyek. Ambillah gambar sebanyak mungkin agar kemampuan semakin terasah dan bisa menghasilkan foto yang menarik dan beda dari biasanya.

3.     Memotret Obyek yang Bervariasi

Dalam seni fotografi, obyek foto adalah salah satu faktor krusial. Dengan obyek yang berbeda, maka cara memotret dan sudut pandangnya juga berlainan. Untuk itu, jangan ragu memotret obyek bervariasi agar insting dalam menggunakan kamera semakin tajam.

Di awal, Anda bisa fokus mendalami seni fotografi dengan cara memotret obyek diam. Jika sudah menguasai, maka cobalah mengambil gambar obyek bergerak, misalkan binatang atau kendaraan di jalanan. Dengan tips ini, Anda akan mengetahui letak perbedaannya dan paham pengaturan kamera untuk tiap-tiap obyek.

Banyak fotografer yang bisa menghasilkan foto bagus di dalam ruangan tetapi justru berkebalikan ketika diminta memotret outdoor. Jadi jangan hanya bermain di zona nyaman dan cobalah berbagai trik dan obyek baru agar masalah semacam ini tidak terjadi.

Itulah tips menekuni seni fotografi yang sudah banyak dipraktekkan fotografer lain dan terbukti efektif. Supaya bisa lebih fokus, tentukan dulu jenis fotografi yang ingin didalami misalnya portrait, landscape, fashion, dan lain sebagainya.

Jika sudah memahami spesifikasi kamera dan terlatih untuk memotret obyek yang bervariasi, maka selanjutnya tinggal posting hasil foto tersebut di media sosial. Siapa tahu ada orang lain yang tertarik dan ingin menggunakan jasa foto Anda.

Pengertian dan Sejarah Seni Fotografi

Tidak ada salahnya mempelajari seni fotografi secara mendalam mulai dari sekarang. Namun Anda sebaiknya belajar step by step, bisa dimulai dari pengertian dan apa saja jenis dalam sebuah seni fotografi. Jadi, simak dulu pembasannya dalam poin-poin di bawah ini.

1.     Pengertian Seni Fotografi

Meskipun mungkin sudah sering memegang kamera, tapi apakah Anda tahu apa sebenarnya arti dari istilah seni fotografi? Secara harfiah, fotografi berasal dari bahasa Yunani yaitu photos yang berarti cahaya dan grafo yang berarti melukis atau menulis. Jadi fotografi adalah proses melukis gambar menggunakan media cahaya.

Atau penjelasan secara lebih lengkap bisa diartikan fotografi adalah proses mengambil gambar suatu obyek dengan cara merekam pantulan cahaya mengunakan alat yang peka terhadap cahaya. Ada juga pendapat lain dari beberapa ahli yang menjelaskan seni fotografi dalam berbagai sudut pandang.

Misalnya saja menurut Elliot Erwitt, seorang fotografer profesional dari Amerika menyebutkan fotografi adalah sebuah seni observasi. Artinya, melalui fotografi Anda bisa menemukan sisi lain dari sebuah hal yang tadinya dianggap biasa saja.

Ada juga pendapat dari Ansel Adam yang berprofesi sebagai fotografer landscape sekaligus aktivis lingkungan hidup, mengartikan fotografi secara lebih simpel, yaitu sebagai sarana atau alat ide komunikasi. Jadi, fotografi bisa dijadikan media ekspresi dan komunikasi yang efektif dengan interpretasi yang tidak terbatas.

 

Jenis Seni Fotografi

Setelah memahami pengertian fotografi menurut beberapa ahli, Anda juga harus tahu kalau ternyata ada banyak jenis fotografi yang bisa dijadikan aliran oleh seorang fotografer. Apa saja contohnya? Berikut penjelasan 3 jenis seni fotografi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

1.     Street Photography

Jenis seni fotografi yang pertama ini cukup menarik untuk dipelajari. Seperti namanya, street photography berarti menjadikan jalan sebagai obyek utama ketika mengambil gambar. Tujuannya adalah menghadirkan sisi lain yang sebelumnya tidak dianggap penting oleh kebanyakan orang tentang suatu hal yang ada di jalanan.

Yang menjadi kekuatan utama jenis seni fotografi ini adalah pendekatan yang dilakukan oleh sang fotografer. Sebisa mungkin harus ada realitas untuk setiap foto yang dihasilkan dan pada akhirnya bisa mengubah persepsi publik, tentunya yang bersifat positif.

2.     Fashion Photography

Jika mencari jenis fotografi yang hanya fokus pada obyek dan menonjolkan detail, maka fashion photography bisa dijadikan pilihan tepat. Obyek gambarnya adalah keindahan dan nilai lebih dari sebuah desain pakaian yang dikenakan oleh seorang model.

Fashion photography biasanya digunakan untuk mempromosikan produk. Jadi Anda harus bisa memunculkan keunggulan outfit yang dipotret agar orang-orang tertarik untuk membeli dimana poin utamanya terletak di fokus desain dan aksesoris yang melekat pada pakaian tersebut.

3.     Architectural Photography

Kalau Anda termasuk orang yang senang dengan kegiatan outdoor, tidak ada salahnya mencoba menekuni architectural photography. Fokus yang ditonjolkan adalah keindahan dan kemegahan bangunan, seperti gedung, hotel, tempat bersejarah, atau obyek lain yang dirasa punya perbedaan dari segi arsitektur.

Angle foto menjadi poin penting untuk jenis fotografi ini. Jadi Anda harus selalu memperhatikan dari sudut mana foto bangunan diambil, misalnya saja dari ketinggian atau celah-celah sempit diantara gedung.

Setelah memahami pengertian dan jenis-jenis fotografi tersebut, Anda bisa segera mencoba memotret obyek yang ada di sekitar. Teruslah mencoba mengambil gambar sesering mungkin agar kemampuan Anda semakin terasah dan bisa dicap sebagai fotografer profesional.

Istilah Penting Dalam Fotografi

Sebelum berbicara teknik dan prinsip fotografi, ada baiknya pahami dulu daftar istilah yang sering mucul. Hal ini menjadi penting agar nantinya Anda tidak bingung ketika diminta memotret serta mampu memproduksi sebuah foto yang layak. Penasaran apa saja istilah yang dimaksud? Berikut penjelasannya.

Daftar Istilah Fotografi

1.     Exposure

Istilah ini dikenal juga sebagai pencahayaan. Secara lebih lengkap, exposure berarti jumlah total cahaya yang masuk ke sensor digital kamera. Kegunaannya yaitu mengatur pencahayaan di dalam foto agar terlihat pas, tidak kurang dan juga tidak berlebihan.

Exposure sebenarnya dikontrol oleh pengaturan aperture, shutter speed, dan ISO. Misalnya saja Anda sedang memotret sebuah obyek di dalam ruangan dengan pencahayaan yang redup. Jika masih dalam tahap belajar, sebaiknya jangan gunakan lampu flash untuk meningkatkan pencahayaan.

Cobalah mainkan pengaturan kamera tersebut agar exposure-nya sesuai. Begitu juga ketika merasa lingkungan sekitar intensitas cahayanya terlalu tinggi. Atur bukaan lensa atau ISO sehingga cahaya foto tidak over dan tetap nyaman dipandang.

2.     Aperture

Di poin sebelumnya sudah disinggung menganai aperture. Bagi orang yang masih awam dunia fotografi, istilah ini mungkin terdengar cukup asing. Aperture berkaitan dengan lensa, yaitu lubang lensa sebagai tempat cahaya masuk saat foto diambil. Atau biar lebih gampang sering juga disebut dengan bukaan lensa.

Jadi aperture secara langsung mempengaruhi exposure dan tingkat pencahayaan dari obyek yang dipotret. Semakin besar bukaan lensa, maka cahayanya akan semakin terang sehingga cocok digunakan di tempat-tempat redup. Dengan kata lain, aperture berfungsi untuk memanipulasi cahaya.

3.     Flash

Diantara istilah lain, yang satu ini seharusnya cukup familiar. Tidak hanya di kamera, smartphone yang Anda miliki pastinya juga sudah punya fitur flash. Jadi flash ini berperan sebagai sumber cahaya dan biasa diaktifkan oleh seorang fotografer ketika memotret di tempat dengan pencahayaan kurang.

Ketika Anda membeli kamera digital, maka fitur lampu flash bisa dimanfaatkan ketika memotret. Namun para fotografer profesional biasanya tidak hanya mengandalkan lampu flash saja tetapi juga menggunakan peralatan tambahan untuk mendukung pencahayaan misalnya payung reflektor serta flash remote.

4.     Depth of Field

Setelah membahas tentang aspek pencahayaan dalam fotografi, istilah berikutnya ini berhubungan dengan ketajaman gambar. Depth of field bisa diartikan sebagai obyek foto yang terlihat tajam dan tidak buram. Biasanya, obyek tersebut juga berfungsi sebagi center of interest sebuah foto.

Ada juga orang yang menyebut depth of field sebagai ruang tajam. Yang jelas, dalam sebuah foto yang komposisinya lengkap harus ada sebuah obyek yang ditonjolkan sebagai pusat perhatian dan bisa jadi merupakan makna utama foto tersebut.

5.     Fokus

Istilah fokus sangat erat kaitannya dengan lensa kamera. Dalam sebuah foto, obyek fokus akan tampak jernih dan tajam sedangkan obyek lain diluarnya terlihat kabur. Bisa dibilang, fokus merupakan aspek paling penting dari sebuah foto.

Jika sampai foto yang Anda hasilkan gambarnya kabur, resikonya adalah dicap sebagai fotografer amatiran. Untuk mengatur fokus, ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama yaitu menggunakan fitur autofocus. Di sini, lensa akan menentukan obyek fokusnya secara otomatis.

Sedangkan yang kedua adalah dengan mengatur fokus secara manual. Cara ini sering dipilih oleh para fotografer karena bebas memilih obyek mana yang akan dititik beratkan dalam foto.

Itulah daftar istilah yang harus Anda pahami sebelum lebih jauh mempelajari fotografi. Selamat memotret, guys!

Berbagai Keuntungan Fotografi

Anda pasti sering mendengar istilah fotografi. Kegiatan yang satu ini sedang cukup populer, khususnya di kalangan anak muda. Maka jangan heran ketika sedang bepergian Anda akan sering menjumpai orang-orang dengan kamera menggantung di leher. Hal ini disebabkan fotografi tidak lagi menjadi sebuah hobi saja tetapi sudah ke ranah lifestyle.

Lalu apa saja sebenarnya keuntungan menekuni bidang fotografi ini? Ada hal menarik apa saja dibaliknya? Pertanyaan ini penting untuk dicari jawabannya agar Anda jadi ikut tertarik dan pada akhirnya mencoba terjun ke dunia fotografi. Untuk itu, simak dulu pembahasannya di bawah ini.

1.     Menghilangkan Kepenatan

Sebenarnya fotografi sangat erat kaitannya dengan jalan-jalan. Anda bisa menyalurkan hobi tersebut sembari menjelajahi tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Jadi wajar saja jika banyak orang yang menyebut fotografi adalah sarana tepat sebagai stress release.

Ketika sedang jalan-jalan, Anda bisa mengabadikan obyek yang tidak bisa dilihat sehari-hari seperti pemandangan dan landscape. Menekuni fotografi juga membuat keinginan untuk explore tempat-tempat baru akan selalu muncul, sehingga Anda tidak hanya berdiam di rumah saja.

Jadi jika bingung mencari hobi yang efektif menghilangkan kepenatan akibat rutinitas pekerjaan, fotografi adalah pilihan tepat. Semakin menarik kalau teman terdekat atu pasangan juga punya kegemaran serupa. Anda jadi punya partner untuk hunting foto di tempat-tempat yang belum banyak dijamah orang lain.

2.     Bertemu Banyak Orang Baru

Keuntungan yang kedua ini masih berkaitan dengan mendatangi tempat baru. Ketika sedang jalan-jalan sambil mencari obyek foto, Anda akan sering bertemu dengan orang-orang baru. Hal ini tentunya sangat menarik karena pergulan menjadi bertambah luas.

Anda juga bisa menjadikan orang-orang tersebut sebagai obyek foto. Kemudian dengan menekuni bidang fotografi, kesempatan untuk mengenal fotografer lain juga sangat terbuka. Semisal bertemu dengan sesama penyuka fotografi ketika sedang jalan-jalan, jangan ragu mengajak ngobrol.

Bisa memulai pembicaraan dengan membahas tool kit kamera atau jenis yang disukai. Jadi bisa disimpulkan fotografi bisa dijadikan alat untuk menambah teman yang memiliki hobi sama dan pada akhirnya bisa berdiskusi lebih jauh dalam rangka menambah pengetahuan tentang seluk beluk memotret.

3.     Tidak Melewatkan Momen

Ada banyak momen yang dilalui seseorang dalam hidup, bisa bahagia ataupun sedih. Tentunya momen yang sekiranya berarti dan jarang terulang layak untuk diabadikan sehingga bisa abadi dikenang di masa mendatang. Di sinilah keuntungan berikutnya menjadikan ini sebagai kegemaran.

Kemungkinan untuk melewatkan momen-momen berharga semakin kecil. Bisa jadi sesuatu yang dianggap biasa saja menjadi menarik untuk diperbincangkan di kemudian hari. Jadi jangan ragu untuk mengabadikan setiap momen yang dialami, baik itu bersama keluarga, teman, ataupun pasangan.

Dengan kata lain, hidup menjadi lebih berarti. Akan mengajarkan Anda untuk lebih pintar memaknai hidup.  Suatu obyek bisa jadi lebih punya arti dalam sebuah foto dibanding melihatnya dengan mata telanjang. Di masa tua, Anda akan bersyukur karena bisa menyelami kenangan di waktu muda melalui foto-foto tersebut.

Itulah berbagai keuntungan yang bisa didapatkan ketika tertarik menekuni bidang fotografi. Jika sudah sampai ke tahapan profesional, Anda juga bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah untuk setiap foto yang dihasilkan. Sangat menarik bukan? Jadi tidak perlu ragu lagi, segeralah siapkan kamera dan jelajahi tempat-tempat baru untuk mencari obyek foto yang anti mainstream.

3 Alasan Fotografi Layak Dijadikan Hobi

3 Alasan Fotografi Layak Dijadikan Hobi – Ada banyak pilihan kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang. Mayoritas orang cenderung melakukan hobinya untuk menghilangkan kepenatan. Hobi tersebut sangat banyak macamnya, misalnya saja berolahraga, memasak, menonton, atau melakukan berbagai kegiatan lain.

Namun sebaiknya pilihlah kegiatan yang dirasa bisa lebih mengembangkan skill dan mengasah ketrampilan agar suatu saat bisa berguna. Nah kalau Anda memang memiliki banyak waktu senggang, cobalah belajar dunia fotografi. Kegiatan yang satu ini sangat menarik dan juga banyak diminati orang akhir-akhir ini.

Bahkan ada banyak orang yang rela mengeluarkan budget besar hanya demi bisa memotret gambar dengan kualitas terbaik. Anda juga tertarik untuk mencoba dunia fotografi? Sebelum itu, simak dulu 3 alasan mengapa fotografi layak dijadikan hobi di agar nantinya semakin yakin. Let’s see!

1.     Tidak Membuat Cepat Bosan

Hobi adalah kegiatan yang pastinya sering dilakukan. Namun terkadang karena intensitasnya yang terlalu sering, justru membuat bosan. Apalagi jika kegiatan tersebut hanya monoton saja tanpa ada variasi. Kasus semacam ini tidak akan Anda alami ketika menjadikan fotografi sebagai hobi.

Hal tersebut disebabkan karena ruang lingkupnya yang sangat luas. Ada puluhan jenis yang bisa Anda pilih. Masing-masing biasanya dibedakan dari obyek dan lokasi foto. Contoh paling populer diantaranya fotografi portrait, landscape, makanan, hingga alam liar.

Jadi ada banyak opsi yang tersedia. Ketika sudah merasa cukup memotret obyek di dalam studio, Anda bisa mencoba hal baru seperti memotret pemandangan. Dengan begini, setiap hari ada banyak hal menarik untuk di explore. Selain itu, dengan berani mencoba berbagai jenis fotografi, kemampuan Anda juga akan semakin meningkat.

2.     Mampu Melihat Perspektif Lain

Sebuah obyek bisa menciptakan makna yang beragam, tergantung bagaimana cara pandang tiap-tiap orang. Bisa jadi yang Anda lihat positif justru maknanya berkebalikan di mata orang lain. Di sinilah letak menariknya fotografi. Anda bisa menciptakan persepektif lain yang tidak diketahui orang sebelumnya.

Yang menjadi faktor penentu adalah bagaimana cara dan kemampuan memotret. Sebuah obyek yang jika dilihat dari mata telanjang terkesan biasa saja dan miskin arti, dengan sentuhan fotografer handal nantinya bisa memiliki kesan lain. Orang-orang yang melihatnya pun menjadi takjub karena mendapatkan sudut pandang baru.

Perspektif tersebut juga berlaku untuk diri Anda sendiri. Mungkin jalanan dan lampu-lampu kota yang sehari-hari dilewati bisa terlihat lebih bermakna ketika diabadikan menggunakan kamera. Atau bahkan benda-benda yang ada di rumah yang tadinya dirasa mengganggu justru bisa dijadikan obyek foto menarik.

3.     Menghasilkan Keuntungan

Poin terakhir ini sering dijadikan alasan mayoritas orang untuk terjun ke bidang fotografi. Ingat, kemampuan memotret dengan baik tidak dimiliki oleh setiap orang. Bahkan bisa dibilang ini adalah keahlian langka dan jasanya banyak dibutuhkan. Apalagi di era modern seperti sekarang.

Maka dari itu, disamping hanya sekedar hobi ternyata fotografi juga menjanjikan keuntungan nyata. Ketika Anda sudah memposting foto hasil jepretan pribadi dan dinilai orang sebagai karya bagus, maka sangat besar kemungkinan nantinya ada request project yang masuk.

Artinya, orang-orang tersebut akan meminta bantuan Anda untuk mengabadikan momen mereka. Jika sudah begini, maka fotografi bisa dijadikan kegiatan yang menghasilkan pemasukan tambahan secara rutin.

Bagaimana? Sudah cukup tertarik untuk menjadikan fotografi sebagai hobi? Segeralah siapkan kamera dan rutinlah memotret agar kemampuannya terus bertambah. Selamat mencoba!