Penjelasan Teknik Dasar Saat Belajar Fotografi

Fotografi adalah seni yang muncul sejak ratusan tahun lalu. Semakin kesini, fotografi sudah mengalami perkembangan signifikan. Jika dulunya dibutuhkan peralatan yang rumit dan ukurannya besar hanya untuk mengabadikan sebuah gambar, kini cukup dari smartphone saja Anda sudah bisa menghasilkan foto dengan resolusi tinggi.

Karena perkembangannya inilah fotografi menjadi salah satu kegiatan yang layak dijadikan hobi. Di era serba digital seperti sekarang, Anda seharusnya pintar melihat peluang. Sebagai pilihan karir, fotografi bisa dijadikan opsi dengan prospek yang menjanjikan.

Baca Juga : prediksirembulan.com

Bayangkan saja, dari suatu kegiatan yang Anda sukai nantinya bisa mendapatkan penghasilan dengan nominal yang mencukupi. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika Anda mulai belajar fotografi dari sekarang.

Tetapi agar bisa menghasilkan foto yang menarik dan dilirik banyak orang, teknik dasar adalah hal yang wajib dikuasai. Lalu apa saja teknik dasar tersebut? Berikut penjelasannya secara lengkap.

Teknis Dasar Belajar Fotografi

1.     Zooming

Teknik yang satu ini harusnya sudah tidak asing bagi Anda. Fungsi zooming adalah membuat obyek yang berada di kejauhan terlihat lebih dekat. Di sini yang berperan penting adalah kemampuan lensa. Jika lensa kamera Anda memiliki ukuran millimeter yang lebih besar, maka kemampuan zooming-nya semakin mumpuni.

Contoh lensa yang bisa diandalkan untuk memotret obyek jauh adalah telephoto. Lensa ini cocok digunakan fotografer outdoor, misalnya memotret pemandangan alam. Untuk hasil foto yang lebih stabil, sebaiknya manfaatkan tripod saat mengutak-atik zooming kamera.

2.     Freezing

Freezing adalah teknik memotret sebuah benda dengan kecepatan gerak tinggi. Hasil fotonya yaitu obyek tersebut terlihat seolah membeku. Butuh banyak latihan agar Anda bisa mendapatkan teknik freezing yang presisi. Contoh obyek yang bisa dijadikan sarana latihan adalah kendaraan di jalanan.

Atau bisa juga dengan memotret atlet di lapangan, misalnya pesepakbola atau atlet lari. Nantinya, obyek utama akan terlihat jelas dan berperan sebagai point of interest sedangakan background-nya cenderung blur.

3.     Teknik Makro

Jika sebelumnya sudah dibahas tentang zooming yaitu membuat obyek di kejauhan terlihat dekat, teknik makro sebenarnya memiliki pengertian yang tidak berbeda jauh. Bedanya, teknik ini digunakan untuk memoret obyek yang jaraknya dekat dengan tujuan membuatnya terlihat semakin jelas.

Kekuatan teknik makro adalah detail dan tekstur obyek yang jernih. Contoh obyek foto yang bisa digunakan sebagai sarana latihan teknik makro misalnya binatang kecil atau bunga dengan warna menarik. Fotografi makro cukup banyak mendapatkan atensi orang karena bisa memunculkan kesan dan sisi lain dari obyek tertentu.

4.     Teknik Siluet

Secara harfiah, siluet berarti bayangan. Jadi teknik foto yang satu ini membuat obyek utama terlihat seperti bayangan. Dalam proses belajar fotografi, siluet merupakan teknik dasar yang harus dikuasai karena mempraktekkanya tidaklah terlalu sulit.

Baca Juga : Situs Prediksi Angka Togel

Yang menjadi faktor penentu adalah arah sumber cahaya. Untuk mendapatkan foto siluet, arahkan lensa kamera berlawanan dengan datangnya sinar matahari. Nantinya, obyek utama foto akan terlihat gelap sedangkan background belakangnya nampak samar-samar.

Itulah 4 teknik dasar yang harus Anda kuasai ketika belaar fotografi. Bagi para pemula, teknik tersebut sebenarnya tidak terlalu sulit, asalkan rutin berlatih dan tidak takut mencoba hal-hal baru. Anda bisa menggunakan kamera smartphone ataupun DSLR ketika berlatih. Ingat, semakin cepat Anda mencoba maka ketrampilan mengoperasikan kamera juga akan semakin terasah. Jadi, langsung saja cari obyek foto terbaik, guys!

Dasar Seni Foto

Bagi Anda yang baru saja tertarik mendalami seni foto, mungkin sedikit bingung harus mulai belajar darimana. Saran kami, mulailah dengan memahami aspek dasar seperti kosakata yang sering muncul di bidang seni foto agar tidak bingung ketika mengoperasikan sebuah kamera. Untuk itu, simak dulu pembahasannya dalam poin-poin di bawah ini.

Aspek Dasar Seni Foto

1.     ISO

Mungkin Anda sering mendengar kosakata yang satu ini namun masih bingung dengan artinya. ISO merupakan akronim dari International Standart Organization. Dalam seni foto, lembaga tersebut berwenang menetapkan standarisasi kategori film. Nantinya, ISO akan muncul ketika Anda mengutak-atik pengaturan di kamera.

Fungsi ISO adalah mengatur sensitivitas cahaya. Jadi bisa dibilang kosakata ini adalah faktor penting ketika Anda sedang mengambil gambar. Anda bisa mengatur ISO sesuai kebutuhan ketika sedang memotret di tempat yang redup atau tempat silau agar komposisi dan hasilnya fotonya tetap memuaskan.

2.     Lensa

Sebuah kamera terdiri dari dua bagian utama, yaitu bodi kamera dan lensa. Dua bagian tersebut merupakan aspek utama dan harus selalu diperhatikan spesifikasinya ketika Anda berniat membeli sebuah kamera. Berbicara tentang lensa, bagian ini merupakan senjata utama untuk mengambil gambar.

Lensa sendiri tediri dari berbagai macam jenis, biasanya dibedakan panjang fokusnya yang ditampilkan dalam ukuran millimeter. Sebagai contoh lensa ukuran 50 mm akan cocok digunakan untuk memotret obyek dengan tinggi 10-20 meter. Ada juga jenis lensa dengan jangkauan luas yaitu telephoto.

Lensa yang satu ini memiliki panjang fokus hingga ratusan millimeter sehingga bisa membuat obyek di kejauhan terlihat dekat. Lensa telephoto cocok digunakan dalam seni landscape dan panorama karena luas pandangannya lebih lebar.

3.     Shutter Speed

Shutter speed adalah fitur yang tidak bisa dipisahkan dengan aperture dan ISO. Fungsinya adalah mengatur sensitivitas cahaya sensor kamera. Cara kerjanya yaitu shutter speed akan terbuka ketika tombol ditekan sehingga membuat cahaya masuk ke sensor. Satuan waktu yang digunakan adalah detik.

Fitur ini cukup krusial dan rumit, maka dari itu Anda harus mempelajarinya secara detail jika memang tertarik dengan seni foto. Menekan shutter speed dengan waktu yang lama akan membiarkan cahaya masuk lebih banyak dan membuat hasil semakin terang.

Namun resikonya sedikit saja getaran saat shutter speed diatur lambat akan membuat hasil foto kabur. Untuk mensiasatinya, para fotografer biasanya menggunakan tripod agar proses pengambilan gambar lebih stabil.

4.     White Balance

White balance adalah sebuah kosakata yang berfungsi membuat obyek foto berwarna putih menjadi tetap putih dan juga mengatur pengaruh warna cahaya di lingkungan sekitar tempat pengambilan gambar. Hal ini dipengaruhi oleh sifat dasar cahaya yaitu setiap cahaya yang berbeda punya karaktersitik berbeda pula.

Gampangnya, white balance bisa digunakan untuk mengatur standar warna putih dalam kamera serta mengkoreksi pengaruh warna lain. Sebuah obyek yang dilihat dengan mata telanjang berwarna putih kemudian karena adanya pengaruh warna sekuder bisa saja membuat kamera menangkapnya sebagai semburat lain.

Untuk mengatasi hal semacam inilah hadir fitur white balance. Selain itu, fitur ini juga banyak digunakan oleh fotografer untuk menyesuaikan rona warna agar foto yang dihasilkan terlihat lebih estetik.

Setelah memahami aspek dasar seni foto tersebut, maka bisa dilanjutkan dengan mulai memotret obyek. Sering-seringlah mengutak-atik pengaturan default kamera agar semakin handal ketika mengoperasikannya. Selamat mencoba!

Prinsip Dasar Seni Fotografi

Untuk menjadi seorang fotografer handal, ada proses panjang yang harus dijalani. Jadi sebaiknya mulailah pelajari seni fotografi secara lebih detail. Cara yang sering dilakukan oleh kebanyakan fotografer yaitu dengan memahami prinsip dasar seni fotografi terlebih dahulu. Apa saja contohnya? Berikut penjelasan lengkap mengenai hal tersebut.

Prinsip Dasar Seni Fotografi

1.     Keseimbangan

Dalam seni fotografi, keseimbangan adalah aspek penting yang harus selalu diterapkan dalam sebuah foto. Dengan kata lain, keseimbangan adalah cara yang dilakukan untuk menyatukan berbagai obyek gambar menjadi sebuah produk foto yang menarik dan layak dinikmati oleh masyarakat luas.

Jangan sampai foto yang Anda hasilkan justru tidak punya arti sama sekali hanya karena obyeknya saling bertabrakan. Masalah seperti ini sering muncul akibat dari ego tinggi, yaitu nekat memotret beberapa obyek sekaligus padahal sama sekali belum memiliki pengetahuan tentang prinsip dasar keseimbangan.

Sebuah foto dengan tingkat keseimbangan yang baik dan terukur dicirikan melalui porsi yang sesuai untuk masing-masing obyek sehingga membuatnya nyaman dipandang. Poin krusialnya adalah kreativitas dan keberanian seorang fotografer meng-combine obyek agar bisa mendapatkan keseimbangan yang pas.

2.     Kontras

Sebenarnya, sebuah obyek foto hanya terdiri dari 2 unsur utama yaitu warna dan garis. Dari perpaduan kedua unsur inilah kemudian dihasilkan foto yang presisi dan eye catching. Maka dari itu, kemampuan mengatur dan mengkombinasikan warna adalah hal wajib yang harus Anda kuasai dalam seni fotografi.

Prinsip dasar mengatur elemen warna dikenal dengan istilah kontras. Dalam sebuah foto, kontras memegang perana penting dan berhubungan erat dengan ketajaman gambar. Kontras dibagi menjadi 2 jenis, meliputi warna terang dan gelap.

Namun sering juga disebut kontras kasar dan lembut. Jadi, kontras bisa diartikan juga sebagai persilangan warna gelap dan terang. Dan sebuah foto yang memiliki kontras bagus akan terlihat jelas perbedaan warnanya serta nampak tajam dan tegas.

3.     Pola

Pola juga termasuk prinsip dasar dalam seni fotografi yang artinya adalah pengulangan unsur-unsur dalam sebuah foto. Dengan pengaturan pola yang tepat, nantinya bisa memunculkan interpretasi dan sudut pandang luas bagi siapapun yang melihatnya.

Yang pasti, pola foto sangat dipengaruhi oleh sisi kreatif dan kemampuan Anda mengeksplorasi sebuah obyek. Pola obyek foto yang tidak monoton dan sesuai porsinya bisa memicu reaksi emosional ketika dilihat orang lain. Tetapi ingat, Anda harus bisa memberikan sentuhan yang tepat.

Jika sampai asal-asalan mengatur pola foto dimana justru bisa jadi senjata makan tuan. Kemampuan ini tentunya tidak hadir begitu saja dan hanya bisa didapatkan dengan latihan rutin.

4.     Harmoni

Harmoni adalah prinsip dasar bagaimana seorang fotografer bisa mengaitkan berbagai obyek foto dengan tingkat kemiripan tinggi. Perpaduan harmoni yang pas akan menampilkan foto dalam kesatuan entitas yang nyaman dipandang. Jadi ketika mengambil beberapa obyek sekaligus, selalu perhatikan prinsip keharmonisannya.

Masing-masing obyek harus punya makna, jangan sampai hanya satu saja yang menonjol sedangkan obyek lainnya kalah saing.  Jadi bisa disimpulkan harmoni adalah salah satu aspek seni fotografi yang pengaruhnya sangat besar terhadap hasil akhir foto. Itu tadi 4 prinsip dasar seni fotografi yang harus dipahami sebelum Anda mulai memotret. Jika sudah mengerti, segera saja praktekkan dan lihat bagaimana komposisi foto yang Anda hasilkan apakah sudah sesuai harapan atau belum.