Efektif dan mudah Tutorial Belajar Fotografi

Efektif dan mudah Tutorial Belajar Fotografi – Kegiatan memotret atau mengambil foto tentuntya menjadi hal yang sudah tidak asing lagi bagi Anda semua. Semakin berkembangnya media sosial dan internet membuat banyak orang berlomba-lomba untuk mengabadikan sebuah momen dan kemudian diposting sebagai alat menunjukkan eksistensi diri.

Tentu dunia fotografi tidak hanya sebatas itu. Masih ada banyak unsur dan aspek lain yang harus dipelajari jika memang tertarik untuk menjadi seorang fotografer handal. Jika Anda bisa menghasilkan foto yang bagus dan komposisinya menarik, bukan tidak mungkin ada tawaran mengerjakan project dari orang lain.

Namun sebelum mencapai tahap tersebut, ada berbagai proses pembelajaran yang harus Anda lewati. Untuk itu, dalam artikel ini akan dijelaskan tutorial belajar fotografi yang mudah dan efektif sehingga keinginan Anda untuk menjadi fotografer profesional bisa lebih mudah terwujud.

Daripada semakin penasaran, langsung saja simak pembahasannya berikui ini. Check this out!

Tutorial Belajar Fotografi Mudah dan Efektif

1.     Mencoba Berbagai Perspektif Foto

Syarat pertama untuk menjadi seorang fotografer handal adalah mampu mengoperasikan kamera sesuai fungsinya. Setelah mencapai tahapan tersebut, maka Anda harus berani untuk mencoba berbagai perspektif foto yang bervariasi dan jangan terpaku pada satu teknik saja.

Perspektif yang dimaksud meliputi banyak hal, misalnya saja angle foto, posisi ketika memotret, serta obyek target. Sebagai contoh jika sudah mahir memotret dengan posisi berdiri, sesekali ubahlah perspektif dengan cara memotret sambil jongkok.

Walaupun terlihat mudah, Anda tidak akan berhasil menghasilkan foto yang bagus jika tidak mempelajarinya. Cara memotret yang variatif tersebut nantinya bisa menciptakan sebuah karya foto yang tidak biasa. Pada akhirnya, karya tersebut akan punya nilai lebih di mata orang lain dan sangat mungkin dihargai mahal.

2.     Menciptakan Konsep yang Unik dan Menarik

Selain teknik, konsep adalah aspek yang tidak boleh dikesampingkan dalam dunia fotografi agar efektif. Yang dimaksud konsep adalah ide basic yang kemudian bisa dikembangkan sedemikian rupa dan mampu menceritakan makna foto tersebut. Tanpa konsep yang jelas, bisa jadi foto yang Anda hasilkan menjadi tanpa makna dan terlihat biasa saja.

Ada banyak konsep yang bisa Anda coba. Misalnya saja classic, vintage, glamour, dan siluet. Sebagai contoh konsep classic akan membawa orang-orang yang melihat sebuah foto akan bernostalgia ke masa lalu. Rona warna yang dipilih biasanya adalah sephia atau black and white.

Jangan lupa untuk menambahkan properti pendukung seperti wardrobe dan barang-barang tempo dulu agar hasil foto lebih orisinil dan efektif. Jadi tinggal pilih saja konsep yang ingin Anda usung dan pastikan maknanya tersampaikan dengan baik kepada orang yang menikmati karya tersebut.

3.     Belajar Teknik Panning

Toturial belajar fotografi yang terakhir ini berkaitan dengan teknik panning. Teknik ini digunakan ketika Anda sedang memotret sebuah obyek yang bergerak, misalnya kendaraan atau hewan dengan gerak cepat. Panning harus bisa Anda kuasai dan efektif jika memang ingin dianggap sebagai fotografer profesional.

Karakteristik foto yang menggunakan teknik panning yaitu tajam untuk obyek utamanya sedangkan background-nya dibuat blur. Ada berbagai cara yang bisa dicoba, misalkan mengatur waktu shutter speed, memanfaatkan fitur autofocus, atau dengan bantuan tripod agar hasil foto lebih stabil.

Tutorial belajar fotografi ini tidak ada gunanya jika Anda hanya diam saja. Maka dari itu, segera cari obyek menarik agar bisa diabadikan dalam kamera dan digunakan sebagai sarana latihan. Tunggu apalagi, guys?

Cara Belajar Fotografi Mulai dari Dasar

Mungkin Anda sering bertanya-tanya, sebenarnya bagaimana cara belajar fotografi yang cocok untuk orang awam? Bisa dibilang tidak terlalu sulit, asalkan Anda tekun dan mempelajarinya step by step. Jangan berharap bisa menghasilkan foto yang layak dijual jika aspek dasar fotografi saja belum dikuasai.

Untuk itu, simak dulu penjelasan cara belajar fotografi mulai dari dasar dalam poin-poin di bawah ini, guys!

Belajar Fotografi Mulai dari Dasar

1.     Tentukan Role Model

Dalam proses menekuni bidang apapun, Anda sebaiknya menentukan seorang mentor atau role model yang nantinya dijadikan pedoman. Misalnya saja seorang pemain sepakbola menjadikan Lionel Messi sebagai sosok idola dan berharap suatu hari bisa menyamai level permainannnya.

Ketika sedang belajar fotografi, sosok seperti ini juga diperlukan. Gunanya adalah untuk dijadikan refrensi dan contoh dalam berkarya. Tentunya bukan bermaksud plagiasi. Istilahnya adalah learning from the master. Cobalah amati bagaimana cara role model Anda tersebut bisa menghasilkan foto yang indah.

Jika sudah mendapatkan formulanya, meliputi kamera yang digunakan serta teknik pengambilan foto, maka Anda bisa meniru dan memodifikasinya. Baru kemudian tentukan ciri khas karya sendiri sehingga bisa memproduksi foto yang orisinil dan tidak sekedar ikut-ikutan tren yang sedang booming saja.

2.     Jangan Terobsesi dengan Kamera Mahal

Tidak bisa dipungkiri bahwa kamera adalah alat utama dalam dunia fotografi. Tetapi bukan berarti untuk menghasilkan foto yang bagus harus memakai kamera mahal. Persepsi seperti ini sebaiknya mulai Anda buang jauh-jauh. Jika masih dalam tahap belajar, kamera jenis apapun layak digunakan.

Kalau memang belum punya budget untuk membeli kamera DSLR atau mirrorless, jangan ragu belajar fotografi menggunakan kamera smartphone. Di sini Anda bisa belajar tentang sudut yang pas ketika memotret sebuah obyek serta memahami aspek pencahayaan.

Kamera smartphone juga sudah dilengkapi dengan fitur zoom dan autofocus sehingga Anda bisa tahu banyak tentang aspek point of interest dan fokus obyek. Barulah ketika sudah merasa yakin untuk mengenal dunia fotografi lebih jauh, sisihkan sedikit dana untuk membeli kamera yang lebih proper.

Anggap saja pembelian tersebut sebagai investasi. Ketika sudah mencapai evel profesional dan mendapatkan kepercayaan untuk mengerjakan pesanana project dari klien, uang yang Anda dapatkan nilainya bisa puluhan kali lipat dari harga kamera tersebut.

3.     Sering Bergaul dengan Fotografer Lain

Jangan pernah minder untuk berguru kepada teman atau siapapun yang sudah lebih dulu mendalami dunia fotografi. Daripada belajar fotografi sendiri, tentu lebih efektif jika melewati proses tersebut bersama mereka yang sudah ahli dalam hal pengoperasian kamera.

Saat ini sudah banyak komunitas fotografi di setiap daerah. Mereka biasanya punya agenda explore tertentu, misalkan pergi ke suatu tempat yang mempunyai banyak spot foto menarik. Dengan bergabung di circle pergaulan seperti ini, Anda akan belajar banyak hal dengan cepat.

Contohnya seperti pengaturan kamera, teknik foto terbaru, hingga cara memaksimalkan komposisi. Menariknya lagi, dalam komunitas tersebut juga jamak terjadi jual beli barang atau akesoris yang berhubungan dengan kamera. Efek positifnya adalah Anda bisa mendapatkan barang dengan harga lebih terjangkau.

Itulah cara belajar fotografi mulai dari dasar yang sudah banyak dipraktekkan orang dan terbukti efektif. Intinya, teruslah belajar baik itu dari tutorial di Youtube atau langsung ke ahlinya. Semakin sering memegang kamera, maka ketrampilan Anda pastinya juga akan terus bertambah.

Belajar Fotografi Secara Otodidak

Belajar Fotografi Secara Otodidak – Jika Anda merasa punya banyak waktu luang, jangan ragu untuk belajar hal-hal baru yang bisa meningkatkan kemampuan dalam bidang tertentu. Salah satu yang layak dicoba adalah belajar fotografi. Bidang ini beberapa tahun terkahir cukup hits dan banyak dipilih orang sebagai hobi atau bahkan jalan karir.

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk belajar fotografi. Selain mengikuti kelas pelatihan resmi dan kursus, Anda juga bisa belajar secara otodidak. Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan trik belajar secara otodidak agar tidak salah langkah dan bisa memahaminya dengan cepat.

Daripada berlama-lama, langsung saja simak pembahasan trik belajar fotografi secara otodidak yang bisa langsung Anda praktekkan berikut ini.

Belajar Fotografi Otodidak

1.     Carilah Point of Interest

Salah satu unsur dasar ketika sedang belajar fotografi adalah fokus utama pada foto atau lebih dikenal dengan istiah point of interest. Hal ini berperan sebagai inti dari sebuah foto karena mengandung makna yang ingin disampaikan kepada masyarakat umum.

Jadi selalu gunakan prinsip point of interest ketika mengabadikan sebuah obyek. Jangan meninggalkan banyak ruang kosong dalam foto yang diambil karena akan dilihat orang sebagai karya seni yang tidak efektif dan juga maknanya menjadi bias.

Trik yang bisa dipraktekkan yaitu dengan aktif mendekatkan obyek foto, bisa menggunakan fitur zoom atau juga berjalan mendekati obyek secara langsung. Dengan begini, setiap obyek akan terlihat fokus dan makna dari setiap foto bisa ter-deliver dengan baik kepada siapapun yang melihat.

2.     Perhatikan Arah Sumber Cahaya

Ketika sedang memotret obyek di luar ruangan, jangan lupa untuk memperhatikan darimana sumber cahaya matahari berasal. Faktor ini sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kualitas foto yang dihasilkan. Jadi poin arah sumber cahaya harus dipahami di awal ketika Anda mulai belajar fotografi.

Untuk mendapatkan foto obyek yang jelas dan jernih, maka arahkan lensa sejajar dengan datangnya sinar matahari. Tetapi kalau Anda tertarik mecoba hasil karya siluet, tinggal posisikan arah lensa berlawanan dengan sinar matahari.

Ketika sudah memahami hal tersebut, Anda tinggal sesuaikan dengan hasil foto yang ingin didapatkan. Jangan sampai niat awal ingin mendapatkan foto yang jelas justru hasilnya berkebalikan.

3.     Kenali Kamera Lebih Dekat

Dalam proses belajar fotografi, mau tidak mau Anda harus mengenal kamera dengan detail karena alat inilah yang akan selalu digunakan untuk mengabadikan sebuah obyek, entah itu manusia, barang, ataupun pemandangan.

Mulailah dengan mengutak-atik pengaturan default di kamera misalkan ISO, aperture, white balance, shutter speed, dan lain sebagainya. Resiko terburuk jika Anda kurang paham dengan pengaturan kamera adalah melewatkan momen-momen penting yang seharusnya terekam kamera.

Jadi sebelum mulai memotret, atur dulu settingan kamera sesuai lokasi, misalnya untuk indoor ataupun outdoor. Ketika nanti menemukan obyek menarik, Anda tidak perlu lagi sibuk mengubah pengaturan dan bisa segera mengabadikannya.

Setelah memahami trik belajar fotografi secara otodidak tersebut, Anda bisa segera mengambil kamera dan mencari obyek foto yang menarik. Jika memang belum mempunyai kamera sendiri, sebaiknya pinjam dulu ke teman atau bisa juga menyewa di tempat rental kamera.

Barulah ketika merasa dunia fotografi cocok dengan passion Anda, tidak ada salahnya membeli unit kamera baru agar proses belajar bisa lebih fokus dan terarah. Siapa tahu dari yang awalnya hanya iseng belajar fotografi justru nantinya bisa dijadikan pilihan karir yang menjanjikan.

Istilah Penting Dalam Fotografi

Sebelum berbicara teknik dan prinsip fotografi, ada baiknya pahami dulu daftar istilah yang sering mucul. Hal ini menjadi penting agar nantinya Anda tidak bingung ketika diminta memotret serta mampu memproduksi sebuah foto yang layak. Penasaran apa saja istilah yang dimaksud? Berikut penjelasannya.

Daftar Istilah Fotografi

1.     Exposure

Istilah ini dikenal juga sebagai pencahayaan. Secara lebih lengkap, exposure berarti jumlah total cahaya yang masuk ke sensor digital kamera. Kegunaannya yaitu mengatur pencahayaan di dalam foto agar terlihat pas, tidak kurang dan juga tidak berlebihan.

Exposure sebenarnya dikontrol oleh pengaturan aperture, shutter speed, dan ISO. Misalnya saja Anda sedang memotret sebuah obyek di dalam ruangan dengan pencahayaan yang redup. Jika masih dalam tahap belajar, sebaiknya jangan gunakan lampu flash untuk meningkatkan pencahayaan.

Cobalah mainkan pengaturan kamera tersebut agar exposure-nya sesuai. Begitu juga ketika merasa lingkungan sekitar intensitas cahayanya terlalu tinggi. Atur bukaan lensa atau ISO sehingga cahaya foto tidak over dan tetap nyaman dipandang.

2.     Aperture

Di poin sebelumnya sudah disinggung menganai aperture. Bagi orang yang masih awam dunia fotografi, istilah ini mungkin terdengar cukup asing. Aperture berkaitan dengan lensa, yaitu lubang lensa sebagai tempat cahaya masuk saat foto diambil. Atau biar lebih gampang sering juga disebut dengan bukaan lensa.

Jadi aperture secara langsung mempengaruhi exposure dan tingkat pencahayaan dari obyek yang dipotret. Semakin besar bukaan lensa, maka cahayanya akan semakin terang sehingga cocok digunakan di tempat-tempat redup. Dengan kata lain, aperture berfungsi untuk memanipulasi cahaya.

3.     Flash

Diantara istilah lain, yang satu ini seharusnya cukup familiar. Tidak hanya di kamera, smartphone yang Anda miliki pastinya juga sudah punya fitur flash. Jadi flash ini berperan sebagai sumber cahaya dan biasa diaktifkan oleh seorang fotografer ketika memotret di tempat dengan pencahayaan kurang.

Ketika Anda membeli kamera digital, maka fitur lampu flash bisa dimanfaatkan ketika memotret. Namun para fotografer profesional biasanya tidak hanya mengandalkan lampu flash saja tetapi juga menggunakan peralatan tambahan untuk mendukung pencahayaan misalnya payung reflektor serta flash remote.

4.     Depth of Field

Setelah membahas tentang aspek pencahayaan dalam fotografi, istilah berikutnya ini berhubungan dengan ketajaman gambar. Depth of field bisa diartikan sebagai obyek foto yang terlihat tajam dan tidak buram. Biasanya, obyek tersebut juga berfungsi sebagi center of interest sebuah foto.

Ada juga orang yang menyebut depth of field sebagai ruang tajam. Yang jelas, dalam sebuah foto yang komposisinya lengkap harus ada sebuah obyek yang ditonjolkan sebagai pusat perhatian dan bisa jadi merupakan makna utama foto tersebut.

5.     Fokus

Istilah fokus sangat erat kaitannya dengan lensa kamera. Dalam sebuah foto, obyek fokus akan tampak jernih dan tajam sedangkan obyek lain diluarnya terlihat kabur. Bisa dibilang, fokus merupakan aspek paling penting dari sebuah foto.

Jika sampai foto yang Anda hasilkan gambarnya kabur, resikonya adalah dicap sebagai fotografer amatiran. Untuk mengatur fokus, ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama yaitu menggunakan fitur autofocus. Di sini, lensa akan menentukan obyek fokusnya secara otomatis.

Sedangkan yang kedua adalah dengan mengatur fokus secara manual. Cara ini sering dipilih oleh para fotografer karena bebas memilih obyek mana yang akan dititik beratkan dalam foto.

Itulah daftar istilah yang harus Anda pahami sebelum lebih jauh mempelajari fotografi. Selamat memotret, guys!