Istilah Penting Dalam Fotografi

fotografi

Sebelum berbicara teknik dan prinsip fotografi, ada baiknya pahami dulu daftar istilah yang sering mucul. Hal ini menjadi penting agar nantinya Anda tidak bingung ketika diminta memotret serta mampu memproduksi sebuah foto yang layak. Penasaran apa saja istilah yang dimaksud? Berikut penjelasannya.

Daftar Istilah Fotografi

1.     Exposure

Istilah ini dikenal juga sebagai pencahayaan. Secara lebih lengkap, exposure berarti jumlah total cahaya yang masuk ke sensor digital kamera. Kegunaannya yaitu mengatur pencahayaan di dalam foto agar terlihat pas, tidak kurang dan juga tidak berlebihan.

Exposure sebenarnya dikontrol oleh pengaturan aperture, shutter speed, dan ISO. Misalnya saja Anda sedang memotret sebuah obyek di dalam ruangan dengan pencahayaan yang redup. Jika masih dalam tahap belajar, sebaiknya jangan gunakan lampu flash untuk meningkatkan pencahayaan.

Cobalah mainkan pengaturan kamera tersebut agar exposure-nya sesuai. Begitu juga ketika merasa lingkungan sekitar intensitas cahayanya terlalu tinggi. Atur bukaan lensa atau ISO sehingga cahaya foto tidak over dan tetap nyaman dipandang.

2.     Aperture

Di poin sebelumnya sudah disinggung menganai aperture. Bagi orang yang masih awam dunia fotografi, istilah ini mungkin terdengar cukup asing. Aperture berkaitan dengan lensa, yaitu lubang lensa sebagai tempat cahaya masuk saat foto diambil. Atau biar lebih gampang sering juga disebut dengan bukaan lensa.

Jadi aperture secara langsung mempengaruhi exposure dan tingkat pencahayaan dari obyek yang dipotret. Semakin besar bukaan lensa, maka cahayanya akan semakin terang sehingga cocok digunakan di tempat-tempat redup. Dengan kata lain, aperture berfungsi untuk memanipulasi cahaya.

READ  10 Langkah Menjadi Fotografer Profesional Free

3.     Flash

Diantara istilah lain, yang satu ini seharusnya cukup familiar. Tidak hanya di kamera, smartphone yang Anda miliki pastinya juga sudah punya fitur flash. Jadi flash ini berperan sebagai sumber cahaya dan biasa diaktifkan oleh seorang fotografer ketika memotret di tempat dengan pencahayaan kurang.

Ketika Anda membeli kamera digital, maka fitur lampu flash bisa dimanfaatkan ketika memotret. Namun para fotografer profesional biasanya tidak hanya mengandalkan lampu flash saja tetapi juga menggunakan peralatan tambahan untuk mendukung pencahayaan misalnya payung reflektor serta flash remote.

4.     Depth of Field

Setelah membahas tentang aspek pencahayaan dalam fotografi, istilah berikutnya ini berhubungan dengan ketajaman gambar. Depth of field bisa diartikan sebagai obyek foto yang terlihat tajam dan tidak buram. Biasanya, obyek tersebut juga berfungsi sebagi center of interest sebuah foto.

Ada juga orang yang menyebut depth of field sebagai ruang tajam. Yang jelas, dalam sebuah foto yang komposisinya lengkap harus ada sebuah obyek yang ditonjolkan sebagai pusat perhatian dan bisa jadi merupakan makna utama foto tersebut.

5.     Fokus

Istilah fokus sangat erat kaitannya dengan lensa kamera. Dalam sebuah foto, obyek fokus akan tampak jernih dan tajam sedangkan obyek lain diluarnya terlihat kabur. Bisa dibilang, fokus merupakan aspek paling penting dari sebuah foto.

Jika sampai foto yang Anda hasilkan gambarnya kabur, resikonya adalah dicap sebagai fotografer amatiran. Untuk mengatur fokus, ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama yaitu menggunakan fitur autofocus. Di sini, lensa akan menentukan obyek fokusnya secara otomatis.

Sedangkan yang kedua adalah dengan mengatur fokus secara manual. Cara ini sering dipilih oleh para fotografer karena bebas memilih obyek mana yang akan dititik beratkan dalam foto.

READ  Belajar Dasar Fotography Bagi Pemula

Itulah daftar istilah yang harus Anda pahami sebelum lebih jauh mempelajari fotografi. Selamat memotret, guys!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *