Dasar Seni Foto

foto

Bagi Anda yang baru saja tertarik mendalami seni foto, mungkin sedikit bingung harus mulai belajar darimana. Saran kami, mulailah dengan memahami aspek dasar seperti kosakata yang sering muncul di bidang seni foto agar tidak bingung ketika mengoperasikan sebuah kamera. Untuk itu, simak dulu pembahasannya dalam poin-poin di bawah ini.

Aspek Dasar Seni Foto

1.     ISO

Mungkin Anda sering mendengar kosakata yang satu ini namun masih bingung dengan artinya. ISO merupakan akronim dari International Standart Organization. Dalam seni foto, lembaga tersebut berwenang menetapkan standarisasi kategori film. Nantinya, ISO akan muncul ketika Anda mengutak-atik pengaturan di kamera.

Fungsi ISO adalah mengatur sensitivitas cahaya. Jadi bisa dibilang kosakata ini adalah faktor penting ketika Anda sedang mengambil gambar. Anda bisa mengatur ISO sesuai kebutuhan ketika sedang memotret di tempat yang redup atau tempat silau agar komposisi dan hasilnya fotonya tetap memuaskan.

2.     Lensa

Sebuah kamera terdiri dari dua bagian utama, yaitu bodi kamera dan lensa. Dua bagian tersebut merupakan aspek utama dan harus selalu diperhatikan spesifikasinya ketika Anda berniat membeli sebuah kamera. Berbicara tentang lensa, bagian ini merupakan senjata utama untuk mengambil gambar.

Lensa sendiri tediri dari berbagai macam jenis, biasanya dibedakan panjang fokusnya yang ditampilkan dalam ukuran millimeter. Sebagai contoh lensa ukuran 50 mm akan cocok digunakan untuk memotret obyek dengan tinggi 10-20 meter. Ada juga jenis lensa dengan jangkauan luas yaitu telephoto.

Lensa yang satu ini memiliki panjang fokus hingga ratusan millimeter sehingga bisa membuat obyek di kejauhan terlihat dekat. Lensa telephoto cocok digunakan dalam seni landscape dan panorama karena luas pandangannya lebih lebar.

READ  Efektif dan mudah Tutorial Belajar Fotografi

3.     Shutter Speed

Shutter speed adalah fitur yang tidak bisa dipisahkan dengan aperture dan ISO. Fungsinya adalah mengatur sensitivitas cahaya sensor kamera. Cara kerjanya yaitu shutter speed akan terbuka ketika tombol ditekan sehingga membuat cahaya masuk ke sensor. Satuan waktu yang digunakan adalah detik.

Fitur ini cukup krusial dan rumit, maka dari itu Anda harus mempelajarinya secara detail jika memang tertarik dengan seni foto. Menekan shutter speed dengan waktu yang lama akan membiarkan cahaya masuk lebih banyak dan membuat hasil semakin terang.

Namun resikonya sedikit saja getaran saat shutter speed diatur lambat akan membuat hasil foto kabur. Untuk mensiasatinya, para fotografer biasanya menggunakan tripod agar proses pengambilan gambar lebih stabil.

4.     White Balance

White balance adalah sebuah kosakata yang berfungsi membuat obyek foto berwarna putih menjadi tetap putih dan juga mengatur pengaruh warna cahaya di lingkungan sekitar tempat pengambilan gambar. Hal ini dipengaruhi oleh sifat dasar cahaya yaitu setiap cahaya yang berbeda punya karaktersitik berbeda pula.

Gampangnya, white balance bisa digunakan untuk mengatur standar warna putih dalam kamera serta mengkoreksi pengaruh warna lain. Sebuah obyek yang dilihat dengan mata telanjang berwarna putih kemudian karena adanya pengaruh warna sekuder bisa saja membuat kamera menangkapnya sebagai semburat lain.

Untuk mengatasi hal semacam inilah hadir fitur white balance. Selain itu, fitur ini juga banyak digunakan oleh fotografer untuk menyesuaikan rona warna agar foto yang dihasilkan terlihat lebih estetik.

Setelah memahami aspek dasar seni foto tersebut, maka bisa dilanjutkan dengan mulai memotret obyek. Sering-seringlah mengutak-atik pengaturan default kamera agar semakin handal ketika mengoperasikannya. Selamat mencoba!

READ  3 Alasan Fotografi Layak Dijadikan Hobi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *