5 Teknik Fotografi yang Harus Dikuasai Pemula Free

Teknik Fotografi

5 Teknik Fotografi yang Harus Dikuasai Pemula – Dalam setiap momen yang Anda alami, dokumentasi adalah hal yang cukup penting. Misalkan saja ketika sedang travelling atau mengunjungi tempat-tempat dengan view yang indah. Apalagi berhubungan dengan acara atau event besar dan hanya terjadi sekali seumur hidup misalkan pernikahan atau wisuda.

Maka dari itu, Teknik fotografi bisa dijadikan opsi kalau Anda tertarik mempelajari hal-hal baru. Sebenarnya kemampuan mengabadikan obyek atau momen adalah sesuatu yang gampang gampang sulit untuk didalami lebih jauh. Asalkan sudah memahami teknik-teknik dasarnya, maka pengembangannya bisa dilakukan sendiri atau secara otodidak.

Teknik Fotografi

Yang sering terjadi adalah kebanyakan orang yang awalnya mengira memotret adalah kegiatan yang mudah, justru canggung dan bingung ketika disuruh untuk memegang kamera. Semakin parah kalau ternyata baru pertama kali mencoba. Untuk itu, agar setiap momen tidak terlewat begitu saja, sekaranglah saat yang tepat untuk mulai fokus belajar teknik fotografi.

Mengacu pada para ahli, fotografi bisa diartikan sebagai seni memotret gambar yang biasanya berupa pemandangan, tempat, ataupun manusia dengan media cahaya menggunakan alat yang disebut kamera. Tentu ada banyak teknik dasar ketika melakukan pemotretan agar hasil akhirnya sesuai ekspektasi dan tidak sekedar asal-asalan.

 Mengenal Berbagai Komponen Kamera

Sebelum membahas lebih jauh tentang teknik dasar teknik fotografi, Anda harus memahami dulu apa saja komponen yang ada pada sebuah kamera dan cara pengoperasiannya. Hal ini sangat penting karena hasil jepretan yang bagus ditentukan oleh seberapa handal ketika Anda memegang kamera.

Ingin tahu lebih jauh apa saja bagian-bagian utama kamera tersebut? Simak dulu penjelasannya berikut ini.

1.    Lensa

Lensa merupakan bagian terpenting dalam satu unit kamera secara keseluruhan. Fungsinya adalah sebagai tempat masuknya cahaya dan juga menghasilkan gambar. Jika dibedah, lensa masih terdiri dari banyak komponen lain yang memiliki fungsi masing-masing.

Pertama adalah diafragma. Oleh seorang fotografer, diafragma digunakan untuk mengatur fokus gambar ketika memotret. Diafragma tersebut dapat diputar dan diatur sesuai kebutuhan. Prinsip dasarnya, semakin besar Anda mengatur bukaaan diafragma lensa maka akan berbanding lurus dengan cahaya yang masuk.

Lensa

Kemudian komponen berikutnya adalah bodi lensa. Bentuknya bermacam-macam, ada yang panjang dan biasanya terdapat pada lensa digital serta ada juga yang bodinya pendek dan biasa dipakai di lensa manual. Kemudian bagian yang tidak kalah penting adalah cincin atau ring.

Cincin tersebut dibagi dalam banyak fitur, meliputi cincin fokus, cincin focal length, dan cincin diafragma. Fungsinya adalah mengatur fokus, jarak, dan nilai untuk setiap obyek yang dipotret. Jadi bisa dibilang kualitas hasil jepretan sangat dipengaruhi oleh kemampuan Anda mengatur cincin-cincin tersebut.

Lensa sendiri dijual dalam berbagai jenis. Yang paling populer diantaranya adalah lensa fix, vario, dan tilt shift. Lensa fix memiliki focal length yang tetap dan konstan, artinya tidak bisa melakukan zoom. Agar bisa memotret obyek yang jauh, maka Anda sendiri yang harus berjalan mendekatinya.

Kemudian lensa vario atau sering disebut juga dengan lensa zoom adalah lensa yang bisa diatur panjang focal-nya. Dan untuk lensa tilt shift, bentuknya lebih istimewa karena jika di lensa biasa hanya bagian ring-nya saja yang bisa diputar, di sini body lensa juga dapat diputar sehingga mengurangi efek distorsi.

READ  10 Langkah Menjadi Fotografer Profesional Free

2.    Body Kamera

Jika lensa berfungsi memotret gambar, maka selanjutnya body kameralah yang akan memproses dan menangkap gambar tersebut. Kompenan yang punya fungsi tersebut adalah sensor untuk jenis kamera digital. Sedangkan di kamera klasik jaman dulu, komponen yang menangkap gambar adalah sebuah roll atau klise.

Mengingat fungsinya yang cukup krusial, maka sensor kamera tidak boleh sembarang disentuh karena bisa menyebabkan hasil gambar menjadi kotor dan buram. Dalam sensor tersebut, terdapat komponen digital lainnya yang dikenal dengan istilah ISO dan fungsinya adalah menangkap cahaya.

body camera

Ada banyak jenis body kamera yang beredar di pasaran, mungkin yang paling sering kita dengar adalah DSLR, mirrorless, lomo, dan lain sebagainya. Yang menjadi faktor pembeda adalah tipe kamera, ukuran body dan jenis sensor yang ada di dalamnya. Sebagai contoh ulasan untuk body kamera yang paling populer, yaitu DSLR.

DSLR sendiri adalah singkatan dari Digital Single Lens Reflection. Cara kerja kamera ini yaitu menggunakan cermin pantul berbentuk prisma yang kemudian merefleksikan obyek foto dan bisa langsung dilihat di jendela view finder yang ada di dalam body.

Banyak orang lebih tertarik dengan body kamera DSLR karena pengoperasiannya yang cukup mudah dan hasil gambarnya juga memuaskan. Selain itu, mereka juga terlihat lebih profesional ketika menggunakannya di depan umum. Jadi kalau Anda masih tergolong pemula, memakai DSLR adalah pilihan tepat.

5 Jenis Teknik Fotografi yang Harus Diketahui

Seperti kuliah, Teknik fotografi juga memiliki banyak pilihan jurusan atau jenis yang bisa ditekuni untuk menjadi seorang profesional. Hal ini penting diketahui supaya Anda juga bisa mengetahui letak bakat dan keahlian saat memotret karena masing-masing jenis memiliki style dan cara yang berbeda.

Jenis-jenis fotografi tersebut terus berkembang seiring semakin canggihnya kamera dan teknologi. Sebenarnya ada puluhan jenis fotografi yang biasanya dibedakan dari obyek dan cara pengambilan gambar. Namun dalam artikel ini difokuskan untuk membahas 5 jenis saja yang paling populer dan sering dijumpai.

Lalu apa saja jenis fotografi yang setidaknya harus dipahami oleh para pemula? Simak penjelasannya di bawah ini.

1.    Teknik Fotografi Portrait

Jenis yang pertama ini bisa dibilang paling populer. Portrait adalah Teknik fotografi dengan obyek yang berfokus pada seorang atau sekelompok manusia. Yang menjadi poin utama fotografi portrait adalah ekspresi, mimik muka, dan kepribadian obyek gambar.

Maka dari itu, yang sering digunakan sebagai obyek utama adalah wajah. Namun tidak terpaku pada wajah saja namun bagian tubuh lain seperti tubuh dan background juga bisa dimasukkan. Posisi yang diambil umumnya obyek foto melihat ke arah lensa sehingga ada kesan interaksi dengan orang-orang yang melihat hasil jepretan.

“Afghan Girl” oleh Steve McCurry

Hasil fotografi portrait pastinya sering Anda lihat, misalkan saja foto wisuda atau saat acara pernikahan. Kalau Anda tertarik mempelajari teknik portrait, titik beratnya adalah keahlian untuk mengatur fokus agar emosi yang ditampilkan obyek manusia di gambar bisa tersampaikan, entah itu bahagia, terharu, ataupun sedih.

2.    Teknik Fotografi Landscape

Untuk Anda yang suka travelling ke daerah-daerah dengan view yang memanjakan mata, jenis fotografi yang satu ini bakal sangat cocok. Seperti namanya, landscape berarti pemandangan dimana obyek utama foto adalah keindahan alam. Obyek yang paling sering dipilih antara lain gunung dan pantai.

Tujuan memotret landscape adalah agar orang ikut menikmati keindahan alam dan pada akhirnya tertarik untuk datang atau dengan kata lain digunakan sebagai media promosi tempat wisata. Namun sebenarnya tidak terbatas pada keindahan alam saja.

READ  Belajar Dasar Fotography Bagi Pemula
Landscape photografi

Ketika Anda memotret tata ruang perkotaan atau lampu-lampu jalanan dari ketinggian juga bisa dikategorikan Teknik fotografi landscape. Yang menjadi poin penting adalah perihal momen karena bisa menimbulkan kesan tersendiri, misalnya saja landscape saat hujan, matahari terbit, atau sunset.

3.    Teknik Fotografi Makro

Teknik Fotografi makro berhubungan dengan obyek-obyek yang berukuran kecil. Mungkin Anda sering melihat hasilnya seperti foto bunga, serangga, semut, atau binatang kecil lainnya. Kekuatan jenis teknik forografi ini terletak pada detail dan tekstur yang sangat jelas serta tajam.

Makro

Jika dibandingkan dengan jenis lain, teknik fotografi makro memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Anda juga harus mempersiapkan kamera dengan fitur zoom yang memadai. Yang juga tidak kalah penting adalah timing ketika mengambil gambar, apalagi untuk obyek yang bergerak.

Walaupun terkesan sulit, tetapi akan sangat sepadan dengan hasilnya jika sukses mengambil foto makro. Anda bisa menampilkan detail obyek yang selama ini kurang diperhatikan orang dan membuatnya menjadi menarik serta bisa memunculkan makna lain.

4.    Teknik Aerial Photography

Seperti namanya, aerial photography merupakan cara pengambilan gambar dari ketinggian. Obyek yang sering dipilih adalah pemandangan dan juga sesuatu yang tidak bisa dilihat dari pengamatan horizontal. Jenis Teknik fotografi yang satu ini sedang hits dan booming belakangan ini.

Salah satu penyebabnya adalah hadirnya teknologi drone. Seolah-olah sang fotografer menampilkan penglihatan mata burung yang luas sejauh cakrawala. Anda yang hobi hiking tentunya cocok dengan jenis fotografi ini. Namun perlu diketahui tidak ada trik khusus dalam aerial photography seperti halnya dalam pemotretan makro.

Yang perlu diperhatikan adalah obyek yang akan dijadikan center of interest dalam foto. Jangan lupa untuk mengatur ISO dan bukaan lensa agar kecerahan dan warna dasar pemandangan yang Anda ambil terlihat real serta lebih nyaman saat dipandang mata.

5.    Teknik Food Photography

Kalau Anda tertarik untuk serius menekuni bidang teknik fotografi dan ingin mendapatkan penghasilan secara rutin, maka food photography bisa dijadikan pilihan tepat. Di sini, tugas seorang fotografer adalah membuat bagaimana sebuah hidangan menu terlihat lebih estetik dan menggoda.

food photografi

Dengan era belanja online seperti sekarang, maka jasa food photography cukup banyak dicari. Para customer ingin mendapatkan foto produk yang menarik lalu kemudian dijadikan iklan. Jadi tugas Anda adalah sebisa mungkin mengemas dan menonjolkan keunggulan makanan tersebut agar diminati banyak orang.

Modal yang harus dimiliki adalah kreativitas untuk mengatur dan mengkombinasikan makanan dengan unsur pendukung lain. Menekuni food photography juga bisa dijadikan sampingan untuk mendapatkan side income yang nominalnya cukup lumayan.

5 Teknik Fotografi yang Harus Dikuasai Pemula

Jika sudah memahami bagian-bagian utama kamera dan juga jenis fotografinya, maka jangan tunda lagi untuk mencoba memotret obyek yang ada di sekitar. Supaya lebih hemat, Anda bisa meminjam kamera ke teman atau menyewa di tempat persewaan yang saat ini cukup mudah ditemui.

Dan yang tidak kalah penting, Anda harus memahami teknik dasar fotografi supaya nantinya mendapatkan kualitas jepretan yang memuaskan. Teknik tersebut tidaklah sulit dan cukup mudah dipelajari. Apa saja contohnya? Simak penjelasannya berikut ini.

1.    Belajar Mengatur Fokus Manual

Sebenarnya jika mengincar hasil foto yang bagus dan presisi, kamera digital sudah bisa langsung digunakan. Bahkan Anda yang baru pertama kali memegang kamera pun bisa mendapatkan gambar dengan baik karena fokus lensa bisa diatur secara otomatis saat membidik obyek.

READ  Belajar Dasar Fotography Bagi Pemula

Caranya adalah dengan menahan tombol shutter beberapa saat. Jika pengaturannya awalnya adalah autofocus, maka lensa kamera akan langsung mencari titik fokus obyek di depannya dan ketika sudah terkunci baru akan terpotret. Jika obyeknya adalah manusia, sudah ada juga fitur face detection yang tentunya sangat membantu.

Tapi kalau Anda ingin serius belajar teknik dasar teknik fotografi, cobalah untuk keluar dari zona nyaman dengan cara mengatur fokus lensa secara manual. Anda harus tahu kapan timing yang tepat untuk memutar ring fokus pada lensa.

Jika sudah ahli akan hal tersebut, foto yang Anda hasilkan akan lebih menarik karena fokus obyek bisa diatur sesuka hati. Asalkan sering berlatih dan terbiasa dengan fitur yang ada di kamera, nantinya Anda pasti mahir memainkan fokus lensa secara manual.

2.    Mencoba Karakteristik Berbagai Jenis Lensa

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, lensa adalah bagian terpenting dari sebuah kamera. Kualitas dan keindahan gambar sangat ditentukan oleh barang yang satu ini. Maka dari itu, Anda harus memahami karakteristik tiap-tiap jenis lensa karena cara pengoperasiannnya jelas berbeda.

Sesekali cobalah bermain dengan lensa makro untuk memotret obyek-obyek kecil. Atau bisa juga mencoba belajar menggunakan lensa telephoto yang daya jangkaunya lebih jauh. Dengan rutin berganti lensa, insting dan teknik fotografi Anda akan semakin terasah dan bisa tepat memilih lensa untuk kemudian disesuaikan dengan momennya.

3.    Jangan Hanya Mengandalkan Lampu Flash

Lampu flash adalah fitur yang sudah pasti ada dalam kamera digital. Fungsinya adalah memberikan tambahan cahaya ketika suasana redup. Namun kalau Anda sedang dalam tahap belajar, sebisa mungkin hindari memotret menggunakan bantuan lampu flash tersebut.

Cobalah lebih mengandalkan cahaya alami agar hasil foto lebih otentik. Jika cahanya dirasa masih kurang, Anda bisa memainkan pengaturan ISO dan aperture (bukaan lensa). Cara ini efektif meningkatkan teknik fotografi Anda karena bisa cepat menyesuaikan settingan kamera dengan keadaan di lingkungan sekitar.

4.    Mencoba Perspektif Lain

Kalau selama ini Anda hanya mengambil gambar dari arah depan dan cenderung lurus kepada obyek, sesekali cobalah perspektif lain. Dengan kata lain biasakan untuk memotret dalam berbagai angle, tidak hanya sejajar saja. Di sini, sisi kreativitas Anda harus dimunculkan.

Misalnya dengan memotret obyek dari posisi bawah dengan background langit luas. Atau bisa juga mengambil angle lain yang sekiranya bisa menghasilkan foto unik dan anti mainstream. Dengan begini, Anda bisa menemukan ciri khas sendiri dan tidak hanya mengikuti teknik fotografi dari fotografer lain.

5.    Belajar Mengolah Hasil atau Post Processing

Berbagai foto yang sering Anda lihat di media sosial dengan kualitas yang istimewa umumnya sudah melalui proses editing. Jadi yang ditampilan bukan raw datanya. Kalau Anda ingin menjadi fotografer yang handal, maka wajib hukumnya mengusai teknik editing atau post processing tersebut.

Ada beberapa software basic yang biasa digunakan, diantaranya Adobe Lightroom, Adobe Photoshop, GIMP, atau Corel Draw. Dengan teknik fotografi yang tepat ditambah kemampuan editing yang mumpuni, maka Anda sudah bisa dikategorikan fotografer handal dan layak mengerjakan order project dari klien.

Itulah beberapa informasi mengenai jenis dan teknik dasar fotografi yang harus dikuasai oleh seorang pemula. Jadi jangan tunggu lagi, segeralah coba mengabadikan momen dan obyek di sekitar Anda menggunakan kamera. Ingat, ada istilah practice makes perfect. Jadi semakin sering belajar fotografi, kemampuan Anda juga pastinya tambah berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *