10 Langkah Menjadi Fotografer Profesional Free

10 Langkah Menjadi Fotografer Profesional Free – Mengerjakan suatu aktivitas yang juga menjadi hobi tentunya menjadi hal yang menyenangkan. Apalagi jika hobi tersebut adalah pekerjaan sehari-hari. Istilahnya adalah berkerja sambil bermain. Passion Anda bisa tersalurkan dengan baik sehingga pekerjaan pun menjadi lebih antusias dan maksimal.

Saat ini, ada banyak hobi yang ternyata bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah jika ditekuni secara serius. Salah satunya adalah dunia fotografi dan Langkah Menjadi Fotografer. Dengan perkembangan teknologi yang membuat semua aspek berubah serba digital, maka ada peluang besar dibalik bidang fotografi dan jangan hanya melewatkan kesempatan ini begitu saja.

Tapi seperti dalam pekerjaan lain, Anda dituntut untuk menguasai keahlian dan skill dasar fotografi jika tertarik menjadikannya sebagai mata pencaharian. Semakin indah dan estetik foto yang dihasilkan, tentunya juga akan meningkatkan nilai jual Anda sehingga kemudian berpeluang mendapatkan request project dari banyak klien.

Di sinilah letak keunggulan menjadi seorang fotografer. Untuk mencapai level profesional, sebenarnya Anda tidak perlu mengikuti kursus atau pendidikan tertentu. Cukup dengan belajar Langkah Menjadi Fotografer sendiri, kesempatan tersebut tetap terbuka lebar dan bisa dilakukan oleh siapapun tanpa terkecuali.

Namun pastinya ada proses yang harus dilalui dengan serius karena tidak ada hal baik yang bisa didapatkan dengan instan. Tidak mungkin kalian yang baru pertama kali memegang kamera langsung bisa menghasilkan kualitas jepretan yang layak dijual. Untuk itu, wajib hukumnya memahami Langkah Menjadi Fotografer agar ke depannya bisa cepat meraih impian menjadi seorang fotografer handal.

Lalu bagaimana langkah menjadi fotografer profesional tersebut? Supaya tidak semakin penasaran, langsung saja ikuti pembahasan 10 langkahnya di bawah ini. Check this out!

1.    Menyiapkan Modal Kamera

Untuk menjadi seorang gitaris, Anda membutuhkan sebuah gitar yang digunakan saat perform. Bahkan untuk menjadi ojek online juga dibutuhkan sepeda motor agar bisa mengantarkan penumpang sampai tujuan dengan selamat. Hal seperti ini juga berlaku dalam Langkah Menjadi Fotografer.

Untuk mencapai level fotografer profesional, tentunya ada modal yang harus dikeluarkan di awal. Modal tersebut digunakan untuk mendapatkan kamera sesuai spesifikasi yang diinginkan. Namun ternyata banyak orang salah persepsi tentang barang yang satu ini.

Langkah Menjadi Fotografer
Kamera

Mereka yang sama sekali belum pernah belajar Langkah Menjadi Fotografer sering menganggap kamera adalah barang mewah dan harganya mahal. Anggapan ini memang tidak sepenuhnya salah karena memang banyak kamera dengan harga hingga mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Tetapi ternyata ada banyak kamera dengan harga yang cukup terjangkau namun kualitasnya tetap mumpuni. Kamera low end tersebut umumnya berjenis DSLR. Kamera DSLR ini sangat cocok digunakan oleh para pemula karena pengoperasiannya cukup mudah dan fiturnya lengkap.

Atau bisa juga memilih jenis kamera mirrorless karena harganya cukup bersahabat. Yang pasti, Anda harus menyesuaikan dengan target customer dan jenis fotografi yang ingin ditekuni. Kalau ingin fokus ke fotografi portrait saja, maka seharusnyya  kamera DSLR sudah cukup mumpuni.

Tetapi kalau langsung ingin terjun ke fotografi yang lebih spesifik, misalnya makro, landscape, atau wild life, maka spesifikasi lensa dan kameranya juga harus disesuaikan. Saran kami, sebaiknya langsung pilih kamera dengan fitur lengkap dan canggih walaupun harganya sedikit lebih mahal.

Hal ini cukup penting agar dikemudian hari tidak perlu lagi berganti-ganti unit kamera dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Jika sudah profesional, Anda tinggal menyesuaikan jenis lensanya saja sesuai obyek yang dipotret tanpa harus mengutak-atik body kamera.

READ  5 Teknik Fotografi yang Harus Dikuasai Pemula Free

2.    Memahami Fungsi dan Cara Pakai Kamera

Kalau sudah membeli unit kamera, maka artinya Anda sudah punya senjata utama yang bisa langsung dioperasikan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah Langkah Menjadi Fotografer, meliputi pemahaman tentang cara pakai dan fungsi tiap-tiap komponen kamera.

Di dalam box kamera, sudah ada manual book yang sebaiknya dipahami terlebih dahulu. Cobalah untuk mempelajari semua fitur yang ada. Semakin baik jika ternyata ada teman yang sudah lebih mahir mengoperasikan kamera sehingga bisa dimintai bantuan untuk menjelaskan cara pakainya agar lebih cepat paham.

Penting untuk diingat bahwa masing-masing merk dan jenis kamera punya karakteristik yang berbeda. Sebagai contoh kamera DSLR, mirrorless, dan lomo tentunya beda dari segi pengoperasian. Kemudian kalau Anda sudah cukup paham dengan fungsi fitur dari kamera pribadi, tidak ada salahnya mencoba jenis kamera lain.

Cara ini efektif meningkatkan pengetahuan tentang seluk beluk kamera secara detail. Anda juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang membuat fitur kamera semakin canggih agar bisa menggunakannya dengan tepat dan tidak kalah saing dengan fotografer lain.

3.    Rutin Memotret

Ketika merasa sudah mahir dan paham dengan fungsi masing-masing fitur yang ada di kamera dan Langkah Menjadi Fotografer, maka langsung saja coba digunakan untuk memotret sebuah obyek, baik itu indoor ataupun outdoor. Kalau memang baru pertama kali mencoba, Anda bisa memotret dengan teknik portrait terlebih dahulu.

Bagi yang belum tahu, portrait artinya memotret obyek secara sejajar. Yang biasa digunakan sebagai obyek adalah manusia. Di sini Anda bisa belajar banyak bagaimana cara menentukan fokus lensa agar hasil gambarnya tidak blur. Silahkan ambil gambar sebanyak mungkin sembari tetap amati bagaimana kualitas foto yang dihasilkan.

Anda juga harus bisa memegang kamera dengan benar agar tidak dicap orang sebagai fotografer amatir dengan Langkah Menjadi Fotografer. Hal ini juga penting untuk mengurangi efek goyang ketika memotret yang menyebabkan kualitas gambar tidak maksimal. Jadi carilah posisi pegangan yang paling nyaman dan fleksibel.

Setelah memotret beberapa kali, bandingkan hasilnya dengan pengaturan yang berbeda. Cobalah untuk mengganti settingan dasar seperti ISO, aperture, shutter speed, white balance, fokus lensa, dan lain sebagainya. Dengan begini, Anda menjadi semakin paham fungsi dari fitur tersebut dan tahu letak perbedaannya.

Misalnya saja ketika memotret di lingkungan yang pencahayaanya kurang, atur ISO dan aperture agar obyek tetap jelas. Atau jika mengambil gambar di luar ruangan, atur juga bukaan lensa agar rona dan warnanya tidak berlebih. Anda hanya tinggal rutin belajar fotografi dengan cara berlatih memotret agar insting bisa semakin terasah.

4.    Mengenal Jenis Lensa Lebih Jauh

Untuk sebuah kamera baru, jenis lensa yang biasanya sudah include di dalamnya adalah lensa rentang panjang denga ukuran 18-135 mm. Lensa tersebut bisa digunakan untuk memotret obyek dengan jarak yang jauh karena sudah dilengkapi dengan fitur zoom.

Jadi jangan hanya mempelajari fitur yang ada di body kamera saja, tetapi cobalah untuk berksperimen dengan lensa tersebut. Saran kami, jangan terpaku dengan fitur autofocus saja tetapi berlatihlah untuk mengatur fokus lensa secara manual.

Tujuannya adalah agar Anda terbiasa untuk memainkan cincin fokus yang ada di lensa. Bahkan beberapa fotografer menyebut fokus manual bisa menghasilkan foto yang lebih otentik karena Anda sendirilah yang akan mengatur obyek mana yang ingin ditonjolkan.

READ  Belajar Dasar Fotography Bagi Pemula

Fokus gambar adalah aspek krusial ketika belajar fotografi, jadi wajib hukumnya untuk dikuasai. Jangan sampai ketika mengerjakan project dari klien justru hasilnya blur dan fokusnya tidak jelas. Hal semacam ini merupakan mimpi buruk untuk para fotografer karena bisa menurunkan kredibilitasnya di mata klien.

Atau jika ingin semakin mahir, tidak ada salahnya mencoba belajar menggunakan lensa fix. Jenis lensa yang satu ini tidak bisa di zoom sehingga jaraknya konstan.  Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan ketika seorang fotografer memotret menggunakan sebuah lensa fix.

Pertama adalah lebih aktif untuk bergerak karena untuk mendapatkan detail yang jelas, Anda sendirilah yang harus mendekati obyek. Kemudian juga menjadi terbiasa untuk memotret dalam berbagai angle dan semakin peka mengenai ketepatan, fokus, dan posisi obyek dan juga memahami Langkah Menjadi Fotografer.

5.    Memaksimalkan Obyek dan Komposisi Foto

Yang menjadi faktor pembeda antara fotografer amatir dan profesional salah satunya adalah kemampuan untuk memaksimalkan obyek dan komposisi foto juga Langkah Menjadi Fotografer. Artinya dari sebuah obyek yang sama seorang fotografer profesional bisa memunculkan sisi lain dan kesan tersendiri.

Kemampuan seperti ini tentunya tidak hadir begitu saja. Anda hanya bisa mendapatkannya dengan belajar fotografi secara rutin dan teratur. Meskipun menggunakan kamera dengan harga ratusan juta rupiah, kalau masih belum bisa memaksimalkan obyek foto tentu hasilnya jauh dari kata maksimal.

Elemen garis dan warna adalah aspek penting dalam fotografi. Sebisa mungkin Anda harus mampu mengkombinasikan rona warna agar pesan dalam foto tersampaikan. Serta bagaimana cara untuk memotret obyek yang jika dilihat langsung nampak biasa saja namun bisa terlihat menarik dalam foto.

Faktor penentunya adalah insting dan kreativitas. Hal ini jugalah yang menentukan nilai jual Anda. Jadi usahakan untuk selalu membawa kamera setiap Anda bepergian. Siapa tahu dalam perjalanan terdapat obyek menarik yang bisa diabadikan sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana melatih kemampuan memaksimalkan insting fotografi.

6.    Menemukan Ciri Khas

Umumnya, masing-masing fotografer punya nilai plus tersendiri untuk kemudian dijadikan alat promosi dan Langkah Menjadi Fotografer yang berbeda. Nilai plus tersebut erat kaitannya dengan ciri khas. Maka dari itu, sebisa mungkin Anda dituntut untuk bisa menampilkan foto yang unik dan beda dari kebanyakan fotografer lain agar bisa dicap profesional.

Hal tersebut pada akhirnya ditentukan oleh passion. Ciri khas foto juga bisa dijadikan jalur karir. Misalkan Anda adalah orang yang suka travelling, maka fotografi landscape bisa dijadikan ciri khas. Atau kalau Anda tertarik di bidang kuliner, food photography seharusnya cocok digunakan sebagai pilihan karir.

Yang pasti, kemampuan menampilkan sisi lain dari sebuah obyek adalah kemampuan mahal dan tidak dimiliki oleh sembarangan fotografer. Jadi teruslah belatih dan jangan berhenti memotret sampai Anda menemukan passion dalam fotografi juga Langkah Menjadi Fotografer untuk kemudian bisa dijadikan ciri khas.

7.    Berani Mencoba Hal-Hal Baru

Dalam berbagai bidang pekerjaan, zona nyaman adalah hal yang berbahaya. Jika sampai terjebak, bisa-bisa kemampuan Anda akan stagnan dan tidak berkembang sama sekali. Maka dari itu, jangan takut untuk mencoba hal-hal baru yang sekiranya punya efek positif.

Analogi tersebut juga berlaku ketika sedang belajar fotografi. Jika sudah mahir dalam satu teknik dasar fotografi dan menemukan Langkah Menjadi Fotografer, jangan lantas berhenti dan cobalah untuk belajar teknik lain. Cara seperti ini efektif untuk mengasah ketrampilan dan juga memperluas kesempatan mendapatkan project dari banyak klien.

Intinya, jangan cepat puas. Misalkan sudah ahli memotret obyek diam, jangan ragu mencoba bermain dengan obyek bergerak. Nantinya Anda akan belajar banyak teknik baru yang sebelumnya tidak diketahui.

READ  5 Teknik Fotografi yang Harus Dikuasai Pemula Free

Atau bisa juga berlatih dengan metode sering mengubah angle foto ketika mengambil gambar agar tidak dicap sebagai fotografer yang monoton dan membosankan. mencoba hal baru merupakan Langkah Menjadi Fotografer yang paling penting.

8.    Membeli Peralatan Pendukung

Ketika merasa kemampuan dasar fotografi yang dimiliki sudah cukup mumpuni dan sudah menguasai Langkah Menjadi Fotografer, Anda bisa melebarkan sayap dengan cara membeli peralatan pendukung. Contohnya seperti monopod, tripod, light stand, payung reflektor, background, dan alat-alat yang lainnya.

Berbagai alat tersebut sebenarnya sudah harus dimiliki saat mulai ada pesanan project dari klien, misalnya saja mengabadikan event pre wedding dan pernikahan. Banyaknya project yang dikerjakan mengindikasikan bahwa orang-orang sudah menganggap Anda sebagai fotografer profesional dan layak dipilih.

Tidak perlu membelinya sekaligus, sesuaikan saja dengan modal yang dimiliki serta gunakan skala prioritas. Belilah alat yang sekiranya penting terlebih dulu misalkan tripod. Jika sudah mempunyai semua alat pendukung tersebut, maka bisa lebih dikembangkan lagi dengan menyewa tempat untuk digunakan sebagai studio foto.

9.    Belajar Software Editing

Langkah berikutnya ini tidak kalah penting untuk dipelajari dari Langkah Menjadi Fotografer agar bisa disebut fotografer profesional karena termasuk dalam dasar fotografi. Untuk mendapatkan hasil foto kualitas terbaik, haruslah melalui proses editing terlebih dahulu. Maka dari itu, belajar software editing mau tidak mau harus Anda lakukan.

Mulailah pelajari software dasar fotografi yang paling sering dipakai, misalnya Adobe Photoshop, GIMP, atau Corel Draw. Anda bisa belajar secara otodidak dengan cara mencari tutorialnya via Youtobe atau jika ingin lebih cepat dan terarah, tidak ada salahnya mengikuti kursus editing.

Kursus semacam ini sudah banyak tersedia dan biasanya yang berperan sebagai tutor adalah fotografer profesional dan berpengalaman. Dengan kemampuan mengolah foto yang baik, meskipun hasil jepretan Anda tergolong biasa saja tetapi hasil akhirnya bisa sangat memuaskan dengan sentuhan editing berkelas sesuai kebutuhan.

10.Branding dan Promosikan Diri

Sebagai Langkah Menjadi Fotografer terakhir, Anda hanya tinggal membuat branding dan promosikan hasil karya pribadi kepada orang lain. Cara paling efektif dan murah yaitu menggunakan media sosial dan website sebagai media promosi agar orang-orang bisa dengan mudah mengaksesnya.

Buatlah tampilan dan branding produk yang menarik. Pilih hasil foto terbaik untuk ditampilkan dalam platform tersebut agar kesan yang muncul adalah Anda seorang fotografer profesional. Jangan lupa untuk membuat desain situs dan media sosial yang ciamik karena first impression adalah hal penting dalam dunia marketing.

Anda juga bisa meminta bantuan teman-teman terdekat untuk membantu promosi di media sosial mereka. Cantumkan juga apa saja jenis fotografi yang Anda layani, misalnya saja event wisuda, pernikahan, atau bisa juga menyesuaikan request customer.

Poin pentingnya, jangan pernah mengecewakan customer yang sudah memberikan kepercayaan. Selalu berikan hasil foto terbaik karena bisa jadi jepretan Anda akan dikenang sepanjang hidup mereka.

Jika sudah banyak mendapatkan review positif, jangan heran kalau ke depannya jasa foto yang Anda miliki semakin berkembang dan bisa dijadikan mata pencaharian utama.

Itulah penjelasan mengenai 10 langkah menjadi fotografer profesional yang harus Anda tahu jika memang tertarik mendalaminya lebih jauh. Semakin cepat mencoba, tentu semakin baik karena dunia fotografi memiliki prospek cerah di era digital seperti sekarang.

Intinya, jangan pernah takut belajar teknik fotografi karena siapa tahu sebenarnya di bidang inilah bakat Anda miliki akan semakin berkembang. Itulah beberapa Langkah Menjadi Fotografer yang bisa Anda coba untuk menjadi seorang photografer profesional.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *